pada hari Senin, 31 Agustus 2015
oleh adminstube
Ayo Belajar Ke Baros!!!

 

 

 

 

 

 

Baros adalah sebuah dusun yang terletak di pesisir Selatan Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Pesona dusun Baros tampaknya belum begitu akrab terdengar oleh masyarakat luas di Yogyakarta apalagi bagi kaum muda. Mungkin jikalau ada yang pernah akrab mendengar nama dusun Baros, mungkin karena dusun Baros adalah daerah pertanian dan penghasil tanaman bawang merah. Jika demikian, lantas mengapa tulisan tersebut berjudul: Ayo Belajar Ke Baros? Pesona apakah yang sebenarnya ditawarkan di dusun tersebut? Bukanlah pesona yang spektakuler yang ditawarkan disana, bukan pula keindahan alam yang kelasnya mendunia. Tetapi daerah tersebut bisa menjadi pusat perhatian dunia, karena Dusun Baros memiliki kawasan konservasi mangrove. Itulah yang menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan aktivis lingkungan hidup, baik tingkat mahasiswa maupun umum, dari lingkup regional hingga cakupan internasional.

 

 

 

   

 

Apa yang bisa dipelajari di sana? Yang bisa dipelajari ialah terbangunnya sebuah ekosistem dari hasil konservasi hutan mangrove serta manfaat mangrove bagi warga dusun Baros. Mangrove bagi warga dusun Baros adalah sebagai pelindung lahan pertanian. Mengapa demikian? Karena lahan pertanian warga dusun Baros berada di daerah pesisir pantai Selatan Yogyakarta, mangrove yang tumbuh disana adalah sebagai alat penyaring kadar garam laut yang dibawa oleh angin.  Selain sebagai penyaring kadar garam laut, mangrove diharapkan mampu menangkal abrasi pantai bahkan berguna sebagai pengikat endapan lumpur sehingga menjadi daratan baru di sekitar tanaman mangrove. Tumbuhnya mangrove juga akan diikuti dengan berkembangnya habitat lain disekitar mangrove, seperti terbentuknya habitat perkembangbiakan ikan air payau, kepiting, burung, dan ular. Tumbuhnya habitat baru tersebut berarti juga sebagai bentuk keseimbangan ekosistem dari ancaman kepunahan. Warga sekitar bisa menikmati hasil dari berkembangbiaknya ikan dan kepiting sebagai sumber tambahan gizi dan ekonomi.

 

 

 

 

 

Dimulai tahun 2003, tanaman mangrove ditanam di sekitar pesisir dusun Baros, kemudian pemuda KP2B (Keluarga Pemuda Pemudi Baros) menerima mandat untuk menjaga tanaman mangrove yang telah dirintis tersebut hingga saat ini. Saat ini genap sudah 15 tahun usia hutan mangrove di kawasan dusun Baros, dan kini hasil dari rimbunnya hutan mangrove sudah dapat dinikmati oleh warga sekitar dan bagi para pengunjung yang memiliki visi serupa tentang lingkungan hidup. Hal itu dibuktikan dengan kepedulian Stube HEMAT Yogyakarta mengangkat pelatihan ekonomi kelautan dengan tema: Ada Apa Dengan Laut Indonesia? Pada pelatihan tersebut Stube HEMAT Yogyakarta mengirim peserta pelatihan untuk terjun langsung ke lapangan dari tanggal 28 – 30 Agustus 2015 untuk menganalisis dan melihat realita di dusun Baros. Adapun peserta yang dikirim adalah Selsius Imanuel Malailo (APMD), Yoel Yoga Dwianto (STAK Marturia), dan Yakoba Ratundima (STT Terpadu, Sumba).

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyak hal yang diperoleh selama peserta mengamati langsung di lapangan dari tanggal 28 – 30 Agustus 2015, baik terkait permasalahannya, perintisan, ekosistem yang terbentuk dari hasil konservasi hutan mangrove hingga dampak sosial ekonomi bagi warga dusun Baros yang terletak di pesisir laut Selatan. Bagi mahasiswa ataupun para penggiat lingkungan hidup yang tertarik dengan cara pelestarian alam kawasan pesisir laut, ayo kita belajar ke Baros. (PIAF)


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook