pada hari Senin, 15 Desember 2014
oleh adminstube
Kebun Sayur ala Petani Gimbal

 

Yoel - Weweh

 

 

 

Yoel menyiram tanaman sawi

 

Bagaimana tanggapan orang ketika melihat anak muda, mahasiswa dan tidak memiliki latar belakang petani berani turun ke sawah dan mengolah kebun sayur? Kenyataannya Yoel Yoga Dwianto, dipanggil Yoel Beler dan Alva Kurniawan yang akrab dipanggil Weweh mampu melakukan itu! Keduanya berasal dari Lampung dan saat ini kuliah di Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta. Mereka punya prinsip sederhana namun kuat: “Kalau kami mampu, dalam hal ini menanam sayur, mengapa harus menunggu orang lain melakukannya?” Prinsip inilah yang mendorong mereka membuka sepetak lahan sayur.

 

 

 

Terinspirasi selepas mengikuti pelatihan Stube-HEMAT Yogyakarta tentang Pertanian Organik dan Keragaman Pangan, Yoel dan Weweh bertekad mewujudkan angan memiliki kebun sayur. Kebun sayur ini adalah cara mereka untuk mandiri pangan, khususnya sayuran, mengurangi pengeluaran konsumsi dan mewujudkan prinsip hidup sehat, karena diolah tanpa pupuk kimia.

 

Add caption

 

 

 

Awalnya mereka menanam cabe di depan kamar kos. Ketika mereka mencangkul tiba-tiba datang seorang ibu yang akrab dipanggil Mak Yah. Dengan penasaran Mak Yah menanyakan alasan mereka mencangkul di halaman kos. Kemudian Yoel dan Weweh pun menceritakan ‘mimpi’ mereka.

 

 

 

 

Bak gayung bersambut, Mak Yah menawarkan sebagian lahan sawahnya untuk mereka olah sebagai lahan sayur. Yoel dan Weweh antusias menyanggupi tawaran itu dan keesokan harinya mulai menyiapkan lahan untuk menanam sayur. Aktivitas yang dilakukan oleh Yoel dan Weweh mengundang berbagai respon. Ada yang senyum-senyum, sebagian terheran-heran dan ada juga yang meragukan. Situasi ini terjadi karena mereka berdua adalah anak muda, mahasiswa Teologia, bukan petani dan bahkan memiliki penampilan rambut gimbal. Namun jangan salah sangka, semangat dan komitmen mereka sangat kuat untuk memulai sebuah kebun sayur. Bahkan seorang petani yang bersebelahan sawahnya mengungkapkan keheranannya, ‘koq bisa ya panen mereka lebih baik, padahal aku petani sedangkan mereka masih mahasiswa dan bukan kuliah di pertanian?’

 

 

 

 

 

 

 

 

Kacang Panjang

 

Gambas / Oyong

 

Di kebun sayur ini ditanam cabe, kacang panjang, jipang, bayam, kangkung, gambas pare dan tomat dengan sistem tumpangsari. Mereka mengupayakan bibit dari pemberian dan barter dengan teman-teman yang memiliki kesamaan visi tentang kemandirian pangan. Setelah satu dan dua bulan berlalu, mereka telah panen kangkung, bayam, kacang panjang dan pare. Hasil panen sebagian dikonsumsi sendiri dan sebagian lagi diberikan kepada Mak Yah yang membuka warung makan.

 

 

 

Kebun kacang panjang dilihat dari atas

 

  

 

Menyiapkan kolam ikan

 

 

 

Saat ini Yoel dan Weweh sedang menyiapkan kolam ikan sebagai satu langkah maju mewujudkan pertanian terpadu. Yoel pun membuka kesempatan jika ada yang berminat untuk membantu pengadaan bibit ikan. Mereka berdua menyadari bahwa kebun sayur ini adalah langkah kecil yang dilakukan anak muda untuk sebuah kemandirian. Ia berpesan untuk anak muda lainnya, ‘jangan malu untuk berbuat sesuatu yang membawa kebaikan!’ Selamat berkebun Yoel dan Weweh, tetap semangat!! (TRU)

 

 

 

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook