pada hari Kamis, 30 Oktober 2014
oleh adminstube
Mereka Perlu Kita

 

Panti Asuhan Sayap Ibu (bagian Anak)

 

 

   



Saat kita mendengar kata Panti Asuhan, maka dalam pikiran kita terlintas sebuah tempat penampungan anak-anak  yang dibuang, ditinggalkan, dan tidak diinginkan oleh orang tua mereka. Ada banyak anak bisa ditemukan di panti asuhan dengan kisah mereka yang mengharukan. Tak ada kata yang bisa diucapkan untuk menggambarkan penderitaan anak-anak tersebut.

 

 

 

 

 

 

Satu moment yang sangat bermakna saat kami melihat langsung dan bersentuhan dengan kulit halus para bayi dan balita di panti asuhan ini, yang kisahnya dulu hanya kami dengar dari telinga ke telinga. Dua puluh sembilan Oktober 2014, didampingi tim dari Stube HEMAT Yogyakarta, adik-adik dari SMPK Tirta Marta Pondok Indah Jakarta berkunjung ke panti asuhan Sayap Ibu Yogyakarta dalam acara Studi Sosial, dengan harapan mereka bisa lebih mengerti arti kehidupan dan mau berbagi dengan orang yang membutuhkan sebagaimana tercermin dalam tema “ Menjadi Sahabat Bagi Sesama”.

 

 

 

Kunjungan ini diawali dengan pembicaraan singkat antara pendamping, adik-adik SMPK dan pengurus panti asuhan. Tidak banyak pertanyaan yang diajukan kepada pengurus, hanya sekedar bertanya sejarah berdirinya panti asuhan. Bapak Jumadi juga menceritakan kisah bayi-bayi tersebut, ada yang ditemukan di tengah jalan, di depan panti asuhan bahkan ada yang diserahkan langsung oleh orang tua mereka.

 

 

 

Setelah pertemuan pengantar, kami masuk ke ruang anak. Di ruangan ini kami melihat beberapa tubuh mungil tertidur lelap di tempat tidur mereka. Mendengar suara dan gerakan kami, mata kecil itu terbuka memandangi kami, mengisyaratkan kepada kami untuk mengangkatnya dari tempat tidur itu dan memeluknya dengan penuh kehangatan

 

 

 

Adik-adik masih merasa takut untuk menggendong bayi-bayi itu dengan bantuan pendamping akhirnya beberpa anak bisa menggendong bayi-bayi itu. Sebagian adik-adik asyik bermain dengan balita dan bayi-bayi yang lain. Pendamping dan beberapa anak bertanya kepada pengasuh tentang bayi-bayi tersebut.

 

 

 

Berapa jumlah bayi dan balitanya? Siapa nama bayi-bayi itu? Bagaimana dengan nasib bayi yang tidak diadopsi dan banyak pertanyaan lain yang diajukan adik-adik. Perbincangan yang kami lakukan dengan balita-balita dan bayi-bayi itu diakhiri sekitar pukul 09.50 WIB. Sedih rasanya harus berpisah dengan mereka, karena meski sesingkat itu rasa sayang telah ada buat mereka. Untuk mengenang moment ini kami berfoto bersama bayi-bayi mungil ini serta pengasuh, adik-adik SMPK dan pengurus.

 

 

Ada hal baru yang kami pelajari yakni berbagi bukan hanya dengan materi saja, tapi dengan waktu yang kita punya, kita dapat berbagi dengan orang yang lain. Dalam kehidupan ini tidak ada seseuatu yang sempurna seperti yang kita inginkan, seperti mempunyai orang tua yang lengkap. Tapi  apa pun keadaan keluarga yang kita miliki, baik itu dalam keadaan perpecahaan ataupun ketidaklengkapan anggota keluarga tetaplah jalani dengan rasa syukur. Karena di setiap duka yang kita alami akan ada kebahagian yang menunggu. Tetap semangat. (ITMS)


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook