pada hari Senin, 18 Agustus 2014
oleh adminstube
 Aksi Teater Stube-HEMAT

 

“Matinya Kemerdekaan”

 

 

 

 

 


Tembang ‘Sepasang Mata Bola’ mengalun merdu membuka acara malam tirakatan HUT Indonesia ke-69 di Kampung Nyutran, RW 19, Yogyakarta (16/8/2014), membawa hadirin bernostalgia mengenang perjuangan para pahlawan di masa-masa kemerdekaan. Disusul dengan beberapa lagi warga yang tampil dengan lagu-lagu perjuangan lama. Anak-anak pun tidak mau ketinggalan unjuk kebolehan. Mereka menari dan menyanyi dengan riang gembira. Malam tirakatan kali ini terlihat spesial, karena tidak hanya warga yang menghadiri acara tersebut, tetapi juga beberapa warga pendatang dan mahasiswa dari luar Yogyakarta yang berdomisili di kampung Nyutran. Mereka merasa tertarik karena acara tirakatan kali ini terlihat beda dari biasanya dengan adanya pementasan teater, sebab saat ini tak banyak pementasan teater mandiri dengan kritik sosial yang dapat dinikmati karena sudah banyak didominasi pertunjukkan yang bersifat hiburan semata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertunjukan teater ini didukung oleh para aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta dan warga  RW 19 Nyutran yang saling mengisi menjadi aktor dan pendukung. Bertempat di rumah salah satu keluarga warga RW 19, Keluarga Bapak Eko Supriyono, acara tirakatan ini diselenggarakan dengan sederhana tapi meriah. Penampilan teater besutan Bandel Elyas ini mengusung judul “Matinya Kemerdekaan”, sebuah pertunjukan simbolik yang disuguhkan untuk menyentil penonton, mengingatkan kembali akan makna kemerdekaan dan nasionalisme. Secara garis besar alur cerita bertutur tentang semakin tergadainya nasionalisme anak bangsa, yang diwakili terjadinya sebuah pertentangan dalam sebuah keluarga akibat hadirnya  investor properti yang akan membeli tanah dan anak-anak pemilik rumah tergoda menjualnya, padahal pihak orang tua mati-matian mempertahankannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita ini mengajak penonton merenung kembali akan kekayaan nasional Indonesia yang banyak dikuasai oleh investor asing. Apakah kemerdekaan yang sudah berjalan selama 69 tahun ini benar-benar memerdekaan anak bangsa? Ataukah kemerdekaan ini lambat laun menemui ajalnya karena adanya penjajahan dalam bentuk lain? Selain itu teater ini juga bermaksud menyampaikan pesan akan pentingnya ruang publik untuk masyarakat sebagai tempat bertemu dan berinteraksi, tidak hanya mengejar pembangunan fisik seperti mall, supermarket, hotel, dan gedung-gedung lainya sebagai simbol kemajuan.

 

 

 

“Senang rasanya bisa berpartisipasi malam ini, memperingati HUT RI ke 69, karena saya mahasiswa rantau maka nasionalisme menjadi perekat sesama rakyat Indonesia, semoga bukan hanya di drama tapi di kehidupan sehari-hari saya dapat mengisi kemerdekaan sesuai amanat Founding Father demi kemajuan bangsa”, komentar Loce salah seorang tim Stube HEMAT Yogyakarta asal Halmahera yang malam itu berperan sebagai Tutik anak pemilik tanah yang menentang invasi sang investor. “Weh, apik yo penampilane drama mau mbengi”, spontan tanggapan seorang warga dalam bahasa Jawa mengomentari pentas teater Stube HEMAT yang sudah dia tonton. Dia berharap akan ada pementasan lain dengan cerita yang lain dan lebih menarik.

 

 

Selamat HUT RI ke 69, majulah Indonesia, Garuda selalu di dadaku.*** SRB


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook