pada hari Senin, 3 Februari 2014
oleh Stube HEMAT
Seminar Christianity
Kaum Muda, Beriman & Bertindaklah
Aula LPP Sinode GKJ – GKI Jateng,
Samirono Baru, 1 Februari 2014.
 

 

 
 
Christianity Training merupakan rangkaian pelatihan yang mengungkap respon gereja terhadap permasalahan masyarakat, mendalami paradigma dan bentuk pelayanan gereja berupa diakonia transformatif dan mengetahui potensi dan sejauh mana kaum muda kristiani sebagai bagian dari pelaku pembangunan bangsa mampu berkarya dan berperan terhadap masyarakat.
 
Sabtu, 1 Februari 2014 bertempat di Aula LPP Sinode GKJ – GKI Jateng, Samirono Baru, diadakan seminar dengan tema Kaum Muda, Beriman dan Bertindaklah. Stube-HEMAT menghadirkan 3 fasilitator, Esaol Agustriawan, M.A., Pdt. Paulus Hartono, M.Min dan Andreas Subiyono.
 
Esaol Agustriawan, M.A., dengan tema Menilai Respon Gereja Terhadap Isu dan Permasalahan Masyarakat, menggali partisipasi peserta dalam kegiatan sosial gereja dan mengungkap bagaimana respon gereja terhadap permasalahan sosial masyarakat. Melalui Lukas 10:25-37 tentang perumpamaan orang Samaria yang murah hati, peserta diajak menyebutkan tokoh-tokoh dalam perumpamaan itu dan peran yang dilakukan masing-masing tokoh. Si Korban dan Sang Penolong dalam perumpamaan tersebut menjadi kajian utama. Peserta merenungkan dua situasi berbeda, yaitu “apa yang terjadi dengan Si Penolong jika ia menolong korban” dan “apa yang terjadi dengan Si Korban jika ia tidak ditolong?” Dua situasi ini mendorong peserta melakukan perubahan cara berpikir, awalnya berorientasi pada diri sendiri (situasi pertama) berubah menjadi berorientasi pada orang lain (situasi kedua). Ini menjadi dasar diakonia lebih nyata, yaitu ketika diakonia memiliki orientasi (keberpihakan) pada orang lain.

  

Tema Mengerti Paradigma dan Bentuk Pelayanan Gereja: Diakonia Transformatif disampaikan Pdt. Paulus Hartono, M.Min., bahwa gereja adalah diri orang percaya dan di dalamnya ada tiga aspek saling berkaitan, yaitu iman (sebagai dasar), pertumbuhan, dan tindakan nyata. Dalam transformasi gereja dibutuhkan attitude (sikap), skill (keterampilan), dan education (pengetahuan). Hal yang menarik adalah saat Pdt. Paulus menceritakan pengalaman berinteraksi dengan umat lintas agama, bahkan dengan kelompok garis keras. Ia harus berinisiatif membuka pintu komunikasi, membangun dialog dan mengelola jaringan yang sudah terbangun bahkan bekerjasama dalam karya sosial, membangun rumah layak huni.
 

 

Andreas Subiyono (SHEEP Indonesia) dengan tema Mengetahui Potensi Dan Posisi Kaum Muda Sebagai Bagian Dari Pembangun Bangsa mengharapkan pemuda sebagai penerus bangsa dapat menyikapi dan merespon dan tentunya mampu memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini seperti; pengelolaan sumber daya manusia, pendidikan, pangan, kesehatan, industri, dan sumber daya alam. Di akhir sesi, peserta ditantang  memakai kemampuan intelektualnya berani berkomitmen untuk berkarya nyata mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia mulai dari hal yang sederhana. (TRU)
 

 

 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook