pada hari Senin, 12 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Kewirausahaan

 
Pelatihan Kewirausahaan Stube-HEMAT dilaksanakan pada 19-21 September 2008 di Padepokan Shanti Dharma, Godean, Sleman dengan tema “Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha”.
 
Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang mahasiswa ini menghadirkan narasumber dan fasilitator:
Oktrianto F. Wurangian, S. Th., mengampu sesi “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
Friends Community: Abraham Delta Oktaviari, Pandji Putranto Hutomo, Bernadetha Rismisari Handayani, Sari Natalia, mengampu sesi “Achievement Motivation Training”.
Andi Purnawan Putra, S.Sn, pemilik usaha Pensil Terbang, mengampu sesi “Dasar-dasar kewirausahaan dan pembuatan rencana usaha”.
Firmansyah Budi Prasetyo, SH, pemilik usaha Tela Krezz, mengampu sesi “Pengelolaan usaha”.
Kusbudiyanto, SE dan Dwi Astuti, M.Si, pemilik Abitha Design, mengampu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
Olly Dwi Purnamasari, pemilik usaha Donatello, mengampu sesi “Bisnis donat dari ketela”.
Gracy Sondang Marpaung, pemilik usaha RECYCL Indonesia, mengampu sesi “Bisnis produk daur ulang”.
Fathoni Budi Satriyo, pemilik usaha Brain Manufacture, mengampu sesi “Bisnis clothing”.
Nanang Syaifurrozi, pemilik usaha Rumah Warna, mengampu sesi “Bisnis kerajinan tangan”.
Gandung Sunarto, Divisi Kreatif Pensil Terbang, mengampu sesi “Bisnis lilin hias”.
Imelda, M.Psi, HRD CD Bethesda, mengampu sesi “Konsultasi psikologi”.
 
Sesi 1: Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha
Peserta pelatihan dalam iman Kristiani merupakan gambaran Allah (imago dei), sehingga mereka harus menjadi berkat untuk dunia sekitarnya. Wirausaha merupakan salah satu “tools” yang tepat untuk itu. Dengan berwirausaha, hasilnya tidak hanya dinikmati diri sendiri, tapi juga orang lain. Dalam sesi ini, fasilitator juga menceritakan pengalamannya sebagai seorang wirausahawan. Sharing ini semakin memperkaya pemahaman peserta bagaimana seorang wirausahawan dalam melakukan usahanya.

Sesi 2: Achievement Motivation Training
Sesi Achievement Motivation Training membantu peserta untuk mengenali potensi dirinya. Dengan mengetahui potensi diri, peserta pelatihan diharapkan termotivasi untuk mengembangkannya. Dalam sesi ini, peserta difasilitasi untuk mengenal diri mereka melalui permainan dan refleksi yang menyenangkan, penyampaian materi motivasional, dan melakukan simulasi lewat game winning ball”.
 
Sesi 3: Dasar-dasar kewirausahaan
Materi dalam sesi ini antara lain 1) semangat dan motivasi berwirausaha, 2) kreatif memulai usaha, dan 3) strategi kreatif dalam menjual produk. Proses dialog yang terjadi dalam sesi ini membantu peserta untuk lebih mudah menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada fasilitator. Sesi ini merupakan sesi dasar sebelum membahas lebih jauh tentang topik-topik kewirausahaan di sesi-sesi selanjutnya.
 
Sesi 4: Pengelolaan usaha
Sesi pengelolaan usaha dibawakan oleh seorang praktisi usaha di bidang waralaba. Dalam sesi ini dibahas tentang bagaimana memulai usaha, mencari peluang, pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha dan serba-serbi waralaba/franchising. Paparan yang disampaikan sangat praktis karena berasal dari pengalaman fasilitator. Sesi ini merupakan sesi yang bagus bagi peserta karena mereka dapat belajar tentang wirausaha yang telah dipraktekkan di masyarakat.

Sesi 5: Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat
Sesi ini diawali dengan paparan fasilitator tentang hubungan antara kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat hendaknya tidak dipertentangkan, karena aktivitas wirausaha sendiri merupakan hal yang memberdayakan masyarakat. Dalam sesi ini, peserta dibagi kelompok untuk melakukan FGD tentang usaha yang mereka minati dan bagaimana usaha itu memberikan kontribusi pada masyarakat luas.
 
Sesi 6: Workshop kewirausahaan
Sesi workshop ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar tentang usaha kreatif yang menarik. Selain belajar tentang konsep usaha kreatif yang dilakukan oleh fasilitator, mereka juga dapat belajar bagaimana membuat produk yang dibuat oleh fasilitator. Pemateri workshop ini adalah: Donatello, RECYCL Indonesia, Brain Manufacture, Rumah Warna, dan Pensil Terbang.
 
Sesi 7: Konsultasi Psikologi
Sesi konsultasi psikologi melengkapi sesi AMT di awal pelatihan. Dalam sesi ini, fasilitator mendampingi peserta untuk semakin mengenali diri dan potensinya dan memaparkan apa saja karakter yang ada dalam seorang wirausahawan. Metode game dan pembahasan game sangat membantu penyampaian materi dalam sesi ini. Banyaknya dialog antara peserta dengan fasilitator membantu mudahnya penyampaian materi kepada peserta.
 
Sesi 8: Pembuatan Rencana Usaha
Pembuatan rencana merupakan hal penting yang perlu dilakukan sebelum melakukan usaha. Dalam sesi ini, peserta mendapat materi tentang perencanaan usaha sederhana yang dapat diaplikasikan. Kemampuan untuk melakukan kerjasama adalah salah satu hal yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan. Untuk melatih hal ini, fasilitator mengajak peserta untuk berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik. Permainan ini membantu penyampaian peserta tentang kerjasama. Peserta menikmati permainan ini dan dapat melakukan refleksi atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
1. Perkenalan peserta.
2. Panitia memandu pembuatan kontrak belajar.
3. Kontrak belajar yang dibuat peserta bersama panitia.
4. Oktrianto membawakan sesi pertama, “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
 
5. Ibu Ariani, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta yang baru pertama kali mengikuti pelatihan.
6. Friends Community menjadi fasilitator dalam sesi AMT.
7. Mas Andi menyampaikan materi kewirausahaan dasar.
8. Wuzz! Ice breaking dari Mas Andi untuk peserta.
 
9. Panitia mendampingi peserta dalam proses pelatihan.
10. Leczhy, peserta dari Puncak Jaya, Papua, membacakan tugasnya.
11. Mas Firman menyampaikan materi pengelolaan usaha.
12. Peserta berfoto bersama Mas Firman.
 
13. Mbak Dwi dan Mas Kus memandu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
14. Sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.”
15, 16. Peserta melakukan diskusi untuk membuat rencana usaha.
 
17. Mas Nanang mendampingi peserta dalam belajar membuat pigura kertas.
18. Peserta membuat pigura dari kertas.
19. Rio memberikan materi tentang usaha clothing.
20. Tim Brain Manufacture mendemonstrasikan cara menyablon kaos.
 
21. Mbak Olly memberikan materi tentang usaha donat dari ketela.
22. Diskusi interaktif dalam sesi usaha donat dari ketela.
23. Mas Gandung melatih peserta untuk dapat membuat lilin hias.
24. Peserta berfoto dengan lilin hiasnya.
 
25. Peserta berfoto dengan tas dan dompet daur ulang.
26. Peserta belajar membuat produk daur ulang.
27. Dalam pelatihan, peserta mendapat kesempatan untuk ikut memandu jalannya sesi.
28. Peserta berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik.
29. Imelda, M.Psi memandu peserta untuk mengenal potensi dirinya dalam bidang kewirausahaan.
30. Sesi “Konsultasi psikologi”.
31. Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, salah satu Board Stube-HEMAT, menyemangati peserta untuk berwirausaha.
32. Peserta pelatihan berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook