Memelihara Ruang Publik 

pada hari Rabu, 15 Maret 2017
oleh adminstube
 
 
Berita yang tidak begitu heboh tetapi cukup menggetarkan hati adalah perubahan bangunan Stadion di Kota Argamakmur. Perlu diketahui, Argamakmur adalah ibukota Kabupaten Bengkulu Utara. Posisinya berada 14 Km arah selatan dari Desa Margasakti. Kecamatan Kota Argamakmur sendiri sebenarnya berbatasan langsung dengan desa Margasakti yang masuk dalam kecamatan Padang Jaya. Stadion yang dulu bernama Lapangan 45 harus diubah menjadi taman kota Argamakmur dan lapangan sepakbola dipindahkan ke tempat lain. Pemindahan itu jelas membuat hati terenyuh karena stadion 45 sendiri masih membekas pada ingatan anak-anak muda Bengkulu Utara yang menggemari turnamen sepakbola. Laga final sepakbola Kabupaten senantiasa digelar di stadion tersebut.
 
Apapun program yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten memiliki dasar yang jelas. Ada Peraturan Daerah yang tidak membentur Peraturan Perundangan. Itulah dasar pembuatan kebijakan daerah. Sekalipun demikian, ada saja pemuda yang merasakan hati belum lega melihat perubahan ruang publik ini.
 
Selasa, 14 Maret 2017, pembicaraan ringan tentang ruang publik digelar. Diskusi itu dihadiri oleh beberapa orang pemuda desa Margasakti. Yohanes Dian Alpasa memantik suasana diskusi dengan cerita soal perubahan suasana ruang publik di kabupaten ini. Cerita itu ditegaskan oleh teman-teman pemuda seolah mereka setuju dengan hasil pantauan bahwa memang beberapa ruang publik telah mengalami alih fungsi.
 
Situasi pembicaraan ringan itu semakin mantap dengan beberapa gagasan. Di antaranya adalah kondisi sebagian kecil pemuda yang masih hobi untuk minum minuman keras dan kebut-kebutan di jalanan. Yang memprihatinkan lagi adalah gaya hidup ini dilakukan oleh pemuda yang telah tersekolahkan.
 
Malam itu sekitar pukul 20.00 WIB di rumah Yohanes Suherman, sekelompok kecil pemuda ini mulai mengorganisir dirinya menjadi suatu struktur yang lebih utuh. Dengan sepakat, pemuda berusaha mengintensifkan diskusi dan pertemuan dari satu kali dalam satu bulan menjadi dua minggu sekali. Pertemuan dilangsungkan pada tanggal 1 dan 15 setiap bulannya. Kesepakatan ini akan coba direalisasikan pada April 2017.
 
Berita lain soal ruang publik yang coba dibicarakan adalah rencana renovasi lapangan desa Margasakti. Proyek renovasi akan dilaksanakan setelah sertifikat tanah diterbitkan karena Pemerintah mewajibkan setiap fasilitas milik negara atau tanah desa yang akan dibangun harus disertifikasi terlebih dahulu. Bila lapangan desa Margasakti ini dibangun maka ruang publik di lingkungan Padang Jaya akan semakin beragam.

Dari masukan yang diberikan, kelompok kecil pemuda ini diharapkan tidak hanya berkutat pada diskusi ruangan saja tetapi juga aktif dalam kegiatan di ruang publik. Revitalisasi ruang publik telah dilakukan oleh pemerintah, tetapi tidak ada salahnya bilamana pemuda ingin membangun ruang publiknya sendiri. Hal-hal sederhana coba dirumuskan oleh teman-teman pemuda. Diantaranya adalah usaha pembangunan arena tenis meja di halaman rumah Yohanes Suherman. Apa kaitan ruang publik dengan rencana pembangunan arena tenis meja ini? Teman-teman pemuda memahami bahwa energi kaum muda harus diarahkan pada kegiatan positif. Untuk itu selain kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga dilakukan untuk membuat kebugaran jasmani tetap terjaga. (YDA).

 


  Bagikan artikel ini

Arsip Blog

 2023 (11)
 2022 (20)
 2021 (21)
 2020 (19)
 2019 (8)
 2018 (9)
 2017 (17)

Total: 105