Mengambil Peluang Bisnis dengan Keterampilan

pada hari Senin, 19 Juni 2017
oleh adminstube
 
 
Keberanian, semangat dan kreativitas menjadi ciri anak mudayang cenderung menyukai tantangan, mencari hal baru dan mengejar berbagai pengetahuan dan pengalaman. Terlebihbisnis kreatif terus didorong oleh pemerintah agar menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan bangsa.Bisnis kreatif dibangun dengan memanfaatkan pengetahuan, informasi dan kreativitas yang meliputi iklan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, pertunjukkan seni, penerbitan, riset dan pengembangan, software, mainan, televisi dan radio, dan video games. Selain kualitas sumber daya manusia, kreativitas menjadi kunci berkembangnya suatu bisnis.
 
Anak muda dan kreativitas menjadibagian menarik yang diperhatikan olehStube-HEMAT Sumba, sebuah lembaga pendampingan mahasiswa dan pemuda gereja di Sumba. Anak muda didorongbisa melihat Sumba secara utuh, baik potensi maupun tantangannya. Alasan itulah, Stube menanggapi tawaran untuk berpartisipasi dalam bazar yang diadakan oleh prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Kristen Wirawacana Sumba. Bazar dengan nama 'Bazar Kewirausahaan' ini merupakan bagian dari mata kuliah Kewirausahaan yang diampu oleh Anastasia Diana Tumimomor, SE, M.Si, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan, yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Bazar diadakan selama lima hari mulai tanggal  12 - 16 Juni 2017 di kampus Unkriswina Sumba di Waingapu.


Stube-HEMAT Sumba sebagai salah satu peserta bazar segera melangkah cepat dengan menghubungi aktivis Stube yang memiliki keterampilan dan karya kreatif. Mereka didorong untuk memanfaatkan peluang ini dengan memajang dan menjual hasil karya mereka. Mereka adalah Onira Tenggu Nalu, Betriks Lay dan Yustiwati Angu Bima. Beberapa karya yang mereka tawarkan antara lain tas dari daun lontar, tas dari kain Sumba, gelang tangan dari kain Sumba, kalung dari tanduk, cincin dari kea, muti leher, muti tangan, sepatu dari kain Sumba, tas Alkitab dan beberapa produk lainnya.

 

Dalam pelaksanaan bazar, team Stube membagi jadwal bagi para aktivis untuk menjaga stand ini selama lima hari agar pelaksanaan bazar bisa berjalan dengan baik dan pembeli pun bisa datang setiap hari. Selain pembeli datang membeli produk-produk dalam bazar, pengunjung, yang didominasi mahasiswa bisa menemukan ide-ide kreatif yang menghasilkan keuntungan.


Anastasia Diana Tumimomor, SE, M.Si, mengatakan, “Kegiatan ini akan menginspirasi anak muda untuk membaca setiap peluang usaha dan menghasilkan keuntungan. Selain itu, partisipasi Stube-HEMAT Sumba akan membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk membuka usaha tidak harus dengan usaha yang megah tetapi dengan keahlian atau skill yang ada untuk dikembangkan. Saya ucapkan terimakasih atas keterlibatan Stube-HEMAT Sumba dalam kegiatan ini dan harapannya ke depan ada kerjasama kegiatan sehingga hubungan Stube-HEMAT Sumba dan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba terus terjalin.”
 
Betriks Lay, salah satu peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berkata,“Kegiatan ini sangat berharga karenamenjadi langkah awal untuk mempromosikan hasil-hasil karya mahasiswa aktivis Stube. Saya juga berterima kasih kepada Stube-HEMAT Sumba yang sudah melatih saya memiliki sebuah ketrampilansehingga menjadi berkat bagi diri saya dan menjadi berkat juga bagi masyarakat Sumba.
 
Kegiatan ini akan menginspirasi anak muda khususnya mahasiswa untukjeli membaca peluang. Mereka juga diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri sipil atau pencari kerja,tetapi bisa menciptakan pekerjaan dan menyediakan lapangan kerja bagi orang lain, terlebih saat ini Sumba sudah dilirik menjadi salah satu tujuan wisata alternatif selain Bali. Sudah siapkah anak muda, ambil peluang bisnis dengan keterampilanmu? (JUF).

 


  Bagikan artikel ini

Arsip Blog

 2024 (1)
 2023 (10)
 2022 (27)
 2021 (31)
 2020 (23)
 2019 (22)
 2018 (27)
 2017 (26)
 2016 (7)
 2015 (11)
 2014 (16)
 2013 (4)
 2012 (5)

Total: 210

Kategori

Semua