Teologia Dalit: Wujud Cinta Pada Sesama (South to South Exchange Program to SCM India)  

pada hari Jumat, 22 Desember 2017
oleh adminstube
 
Mengunjungi India dengan segala macam kompleksitasnya mengantar kembali ingatan akan sebuah pemikiran teologis yang berpihak pada kaum terpinggir, tidak diakui dan bahkan tidak dianggap ada. India, dengan latar belakang sejarah yang amat panjang, wilayah yang sangat luas, dan jumlah penduduk yang amat besar mencapai hampir 1,5 milyar, menjadi karakteristik dari negara ini. Mengurus wilayah yang luas dan berpenduduk banyak, sungguh hal yang tak mudah, lebih-lebih jumlah penduduk miskin tercatatmencapai 70%. Kesulitan juga harus dihadapi dengan struktur masyarakat yang kompleks karena adanya pembagian kasta sejak ratusan tahun yang lalu sampai saat ini, yang membagi kelompok masyarakat kedalam kasta Brahma (kaum elit), Ksatria (pegawai), Waisya (pekerja), dan Sudra (kaum jelata dan miskin).

Teologia Dalit merupakan pergumulan gereja di India yang amat panjang setelah melihat kemiskinan yang terstruktur yang amat sulit ditembus karena struktur kemiskinan dimasukkan dalam ajaran keagamaanBanyak yang merasa tidak nyaman dengan lahirnya pemikiranTeologia Dalit karena kuatir pemikian ini akan merobohkan ajaran agama yang sudah menjadi doktrin kaku bahkan doktrin harga mati. Sebagaimana diketahui bersama bahwa budaya dan agama menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sebagaimana “Hindu adalah India dan India adalah Hindu”Danbagi saya Teologia Dalit adalah Theologia in Locoatau Local Dalit Christian yang revolusioner, yang dilakukan melalui proses penyadaran. Teologia Dalit berbeda dengan Teologia Pembebasan di Amerika Latin yang menggunakan metode frontal, melawan dengan segala macam cara untuk merobohkan penguasa atau sistem yang menciptakan ketidakadilan.
 
Teologia Dalit terilhami dari kedatangan misi Kristen yang datang ke India seperti Portugis, Belanda, khususnya Inggris. Walaupun mereka menjajah, tetapi peranan gereja yang ikut ke India sangat dirasakan, khususnya pelayanan diakonia, seperti sekolah, rumah sakit dan panti asuhan, ditambah hadirnya ibu Theresa di Kalkuta. DasarTeologia Dalit diambil dari Lukas 4:18-19, yang berbunyi “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
 
Hasil dan buahTeologia Dalit sangat terasa di India, seperti; demokrasi, peningkatan persamaan  hak, keberhasilan masyarakat kelas bawah dalam dunia pendidikan dan selanjutnya menjadi agen perubahan masyarakat menuju hal yang lebih maju. Salah satu bukti nyata Teologia Dalit adalah SCMI.
 
Di Indonesia, sekitar 40 tahun yang lalu juga muncul theologia yang hampir sama dengan Teologia Dalit yaitu Teologia Keseimbangan yang didasarkan dari 2Korintus 8:11-15 yang berbunyi, ”11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. 12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. 14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. 15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."
 
Salam cinta dan damai untuk India. (Bambang Sumbodo).

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook