Bumi Langit: Alamku Butuh Diriku!

pada hari Senin, 22 Oktober 2018
oleh adminstube
 
 
Berapa harga yang pantas untuk membayar kebaikan alam? Berbicara tentang berapa harga yang pantas untuk membayar kebaikan alam, tidak akan ada nilai yang cukup untuk membayar kebaikan alam. Alam menyediakan segala yang dibutuhkan manusia, tetapi karena keserakahan dan kerakusan manusia, alam mengalami kerusakan. Begitu banyak kerusakan yang terjadi, lihatlah betapa panas suhu bumi beberapa tahun belakangan ini akibat mencairnya glester di kutub utara, banyaknya sampah plastik di lautan yang mengakibatkan rusaknya ekosistem laut. Alam butuh pembaruhan, alam butuh perbaikan.
 
Institut Bumi Langit, merupakan salah satu lembaga yang mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk mengolah alam dengan cara yang baik dan tepat. Sebuah tempat di mana nilai-nilai etika menjadi fondasi dasar dalam hubungan manusia dengan alam, dan antara manusia. Institut ini didirikan pada Mei 2014 dengan konsep pendekatan yang menyeluruh pada kehidupan (permakultur). Kebun Bumi Langit menjadi sarana terbuka bagi masyarakat agar dapat melihat dan belajar bersama mengenai hubungan saling memberi manfaat antara manusia dan lingkungannya.


Institut Bumi Langit menyediakan pelatihan, tempat kursus, tempat magang dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan. Fasilitas diberikan dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi. Pada tanggal 10 Oktober 2018, siswa-siswi SMPK Tirtamarta-BPK Penabur, Pondok Indah, Jakarta didampingi oleh Stube-HEMAT mengunjungi Institut Bumi Langit untuk belajar mengenai hubungan manusia dengan alam.
 
Disambut oleh Ibu Nung, salah satu pengurus Institut Bumi Langit, obrolan dimulai dengan menceritakan sejarah berdirinya Institut Bumi Langit. Siswa-siswi juga diajak untuk melihat kebun Bumi Langit. Terdapat berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan organik. Terdapat pula peternakan, pertanian, pengolahan biogas, pengolahan air bersih hingga membuat aliran listrik dengan tenaga surya.


Segala yang terdapat di Bumi Langit sangat ramah lingkungan, air limbah dari aktivitas sama sekali tidak tercemar karena barang-barang yang digunakan tanpa bahan kimia. Mulai dari sabun mandi, sabun cuci hingga makanan pun organik. Semua hasil panen diolah sendiri sehingga menghasilkan makanan yang ramah lingkungan.

Siswa-siswi juga menikmati hasil olahan tani dari kebun Bumi Langit. Kue sorgum, pisang goreng dan air sumur murni. Ibu Nung menjelaskan proses pembuatan kue dan pisaag goreng tersebut. Mulai dari bahan yang semuanya organik hingga proses pembuatannya. Di sesi ini juga Ibu Nung menyampaikan betapa pentingnya menjaga alam dan betapa pentingnya mengkonsumsi makanan organik. Siswa-siswi juga diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil analisis selama mengunjungi kebun. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan pemberian plakat oleh salah satu murid kepada perwakilan institut Bumi Langit. (ITM).


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

TAG 1  TAG 2  TAG 3  TAG 4  TAG 5  TAG 6  TAG 7  TAG 8  TAG 9  TAG 10  TAG 11  TAG 12  TAG 13  

Youtube Channel

Official Facebook