Anak Muda Kritis dalam Menentukan Pilihan

pada hari Rabu, 6 Maret 2019
oleh adminstube
 
 

Lanjutan dari Pelatihan Muda, Milenial, Melek Politik yang diselenggarakan Stube-HEMAT Yogyakarta, menggelitik peserta membagikan apa yang sudah didapat dari pelatihan tersebut secara mandiri ataupun berkelompok. Beberapa peserta yang menamakan diri kelompok PAPEDA (Papua Penuh Damai) yang beranggotakan Hanis, Ram, Yansen, Yubelina, Roni, dan Frengki melaksanakan follow-up di Universitas Janabadra pada hari Sabtu, 2 Maret 2019.

Ram Hara  mahasiswi Janabadra asal Maybrat, Papua Barat yang juga aktif sebagai Menteri Sosial BEM Universitas Janabadra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Sosial BEM Universitas Janabadra dan kelompok follow-up PAPEDA. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah berbagi pemahaman positif dan pengetahuan kepada mahasiswa tentang politik yang diperoleh saat mengikuti pelatihan Stube-HEMAT. Muatan acara menjadi lebih lengkap dengan diskusi refleksi perpolitikan Indonesia yang dibawakan oleh Frans A. Djalong, MA dosen dari Departemen Sosiologi Fisipol UGM. 


Bertempat di ruang 1.21 Fakultas teknik Universitas Janabadra, acara dimulai pukul 10.00-13.15 WIB. Dua puluh dua mahasiswa dari berbagai kampus seperti UGM, Janabadra, dan APMD terlihat antusias mengikuti sesi. Mariano Lejap perwakilan Stube-HEMAT Yogyakarta mengawali acara dengan presentasi pengenalan lembagadilanjutkan dengan sharing pengalaman dan wawasan dari kelompok PAPEDA yang diwakili oleh Yube, Roni dan Yansen.


Dalam pemaparannya,Frans Djalong merefleksikan situasi perpolitikan tanah air, mulai dari awal Soekarno dan tokoh nasional lainnya dalam membaca situasi Geopolitik dan memanfaatkannya untuk kemerdekaan Indonesia. Buku‘Di Bawah Bendera Revolusi’ menjadi salah satu referensi untuk dibaca mahasiswa agar lebih memahami sejarah. Lebih lanjut, salah satu poin tentang teori politik menurut beliau adalah tidak ada teori dan praktek, teori ialah praktek itu sendiri. Contoh seorang petani yang berkebun, masa tidak ada teorinya? Teori itu ialah seperangkat pemikiran yang membuat seseorang bertindak secara teratur dan sistematis dari waktu ke waktu. Tugas mahasiswa adalah mengecek teori apa dibalik suatu praktek atau tindakan. Sehingga mahasiswa dituntut untuk lebih kritis dalam menentukan pilihan politik. Dalam situasi politik saat ini Frans Djalong berpesan,Kita sebagai mahasiswa perlu kritis, bukan mendewakan Jokowi atau Prabowo sebagai personal,tetapi apa yang ada di balik itu? Siapa dibalik Jokowi? Siapa di balik Prabowo? Apa konsep yang mereka tawarkan untuk membangun Indonesia dari Aceh sampai Papua.
 
Di akhir sesi,Robinson, salah satu tim kerja Stube HEMAT Yogyakarta mengajak semua peserta mahasiswa khususnya mahasiswa rantau untuk mengecek nama dilindungihakpilihmu.com dan mengingatkan peserta untuk tidak Golput saat pesta demokrasi, 17 April 2019 mendatang, dengan cara mengurus Formulir A5 atau keterangan pindah pemilih. Selamat menyongsong pesta demokrasi. (ML).
 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook