Mampir Sejenak di Griya Gusdur

pada hari Senin, 17 Juni 2019
oleh adminstube
 
 
Gus Dur atau lengkapnya Dr. K.H. Abdurrahman Wahid, presiden keempat Indonesia yang sangat terkenal dengan kecerdasan dan kerendahan hati dalam menyatukan bangsa Indonesia melalui nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, merupakan tokoh nasional yang inspiratif.


Pada tanggal 15 Mei 2019, penulis berkesempatan ke Jakarta dan mampir ke Griya Gus Dur di jalan Taman Amir Hamzah. Rumah lama tersebut masih sangat kental dengan model arsitektur Belanda. Rumah tersebut, menurut Pak Hasyim, salah satu pekerja di Griya Gus Dur, merupakan rumah peninggalan ayah Gus Dur yakni K.H. Abdul Wahid Hasyim. Bisa dibilang rumah ini adalah rumah masa kecil Gus Dur yang menyimpan banyak kenangan dan juga ragam kisah perjuangan bagi Gus Dur.
 
“Gus Dur kecil sudah tumbuh dan besar di rumah ini dan menjadi rumah belajar, diskusi sampai tempat perumusan-perumusan kebijakan kenegaraan pun dilakukan di sini semasa Wahid Hasyim masih menjabat sebagai menteri agama. Rumah ini sudah menjadi rumah belajar sejak Gus Dur masih muda.” tutup Pak Hasyim. Rumah yang sangat asri dipenuhi pepohonan yang rindang dan teduh membuat nyaman bagi siapa saja yang berkunjung. Saat ini rumah ini telah menjadi kantor beberapa yayasan yang dikelola langsung oleh keluarga Gus Dur terkhusus keempat putrinya dengan jam buka pukul 09.00 WIB.

 
Rumah ini diresmikan oleh istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid, didampingi keempat putrinya yaitu: Alissa Wahid, Yenny Wahid, Anita Wahid, dan Inayah Wahid pada tanggal 24 Januari 2016 sebagai “Griya Gus Dur” yang menandai sejumlah tonggak penting rumah pergerakan: peluncuran gusdur.net dan peluncuran Lumbung Amal Gusdurian. Dan saat ini di Griya Gusdur terdapat sejumlah lembaga pelanjut perjuangan Gus Dur seperti: The Wahid Institute (Sekarang Wahid Foundation), Yayasan Bani KH Abdurrahman Wahid (yang menaungi Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Abdurrahman Wahid Center for  Interfaith Dialogue & Peace at University of Indonesia, Jaringan Kios Rakyat, dan Pojok Gus Dur), Yayasan Teman Bangkit, dan Positive Movement. (http://wahidinstitute.org/wi-id/agenda/326.html)

 

Setiap sudut rumah ini menarik untuk dipelajari, terlebih mushola di belakang rumah yang berbentuk pendopo, bisa dipakai untuk sholat dan juga untuk diskusi. Terlihat jelas saat masuk ke dalam rumah tersebut banyak kata-kata bijak yang ditulis rapih dan dipajang di sana. Selain itu ada foto-foto keluarga Gus Dur dan beberapa foto lainnya. Di dalam rumah ini tedapat empat ruangan khusus yang dijadikan kantor bagi Alissa Wahid, Yenny Wahid, Anita Wahid, dan Inayah. Jika ada tamu atau kepentingan terkait institusi, maka mereka akan mengadakan pertemuan di ruang tersebut.



Saat masuk ke dalam ruangan-ruangan di dalam rumah ini pun auranya sangat terasa, begitu hidup dan penuh gairah. Semangat serta inspirasi kehidupan dari kedua tokoh besar Indonesia Wahid Hasyim dan anaknya Gus Dur yang ingin kembali digaungkan membuat rumah ini menjadi tempat berkumpulnya anak muda dari berbagai latar belakang, suku dan agama. Inilah Indonesia. (SAP)




  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook