Merawat Toleransi dan Keterbukaan Jiwa   Eksposur ke Pura Jagadnatha        

pada hari Selasa, 10 Maret 2020
oleh Stube HEMAT
Toleransi adalah suatu hal yang sangat dirindukan oleh semua orang terutama di Indonesia. Toleransi merupakan suatu kalimat penghubung yang melahirkan cinta kasih sesama umat beragama, berbeda suku ras dan agama. Tetapi jika kita melihat ke belakang ada berbagai macam permasalahan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak menyukai terciptanya kerukunan antar umat bergama di Indonesia. Pemicu maraknya kasus intoleransi disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya bisa jadi karena tidak pernah mengalami perjumpaan langsung.

Menanggapi maraknya permasalahan intoleransi, Stube-HEMAT sebagai wadah bagi mahasiswa yang belajar ke Yogyakarta, hadir untuk memberi ruang bagi anak muda agar bisa memiliki pengalaman perjumpaan langsung dengan agama lain, suku dan juga anak muda dari berbagai daerah. Perjumpaan ini harapannya memberi cara pandang baru bagi anak muda agar mampu memahami kekayaan bangsa ini dan mau merawatnya. Pada tanggal 7 Maret pukul 14.00WIB peserta pelatihan Multikultur dan Dialog Antar Agama  diajak berkunjung ke Pura Jagadnata yang berlokasi di Jalan Pura No 370, Desa Plumbon, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Datang berkunjung dan diterima dengan hangat oleh pak Budi sebagai ketua Pengempon Pura dan berdiskusi beberapa hal salah satunya makna Tuhan versi Hindu. Tuhan menurut agama Hindu menurut pak Budi adalah Tuhan yang Universal atau tanpa batas lalu mengapa kita harus berdebat dan mengatakan kalau Tuhan kitalah yang paling hebat? Sedangkan Tuhan itu tanpa batas dan tiada batas. Tuhan juga bisa menjadi apa saja yang dia mau dan tidak terbatas pada satu bentuk yang kita ketahui.

Pemaknaan lain yang luar biasa adalah pada setiap selesai ritual atau sembahyang selalu diberi beras pada dahi, ini melambangkan bahwa setiap umat yang telah selesai mengikuti ritual harapannya setelah keluar dari Mandala Utama atau bagian pura untuk sembayang bisa melahirkan benih-benih kebaikan dan terus menabur kebaikan untuk kemaslahatan umat.
 
Selain belajar tentang hal-hal baik dari ajaran Hindu, struktur bangunan Pura juga menyita perhatian peserta. Dengan teknik memotret yang tepat serasa kita sedang berada di Bali ditambah lagi di sekitar pura ditanami pohon kamboja yang berbunga kuning dan putih sehingga memberi kesan asri dan segar ketika memasuki pura. Pura terbuka untuk umum jika sekedar berfoto di halaman depan yang tidak dibuka untuk umum adalah mandala utama tempat di mana dilakukan upacara dan sembahyang.
 
Agama kita berbeda tetapi kita satu di bawah Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita rawat rasa toleransi bersama sebagai anak muda tulang punggung masa depan bangsa ini. (SAP)

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook