Mengambil Kesempatan Belajar dan Mengedukasi Refleksi Peserta Communication Skills Tahun 2020 gelombang 4  

pada hari Rabu, 3 Juni 2020
oleh adminstube


 

Perjumpaan saya dengan Stube-HEMAT di Bengkulu berlangsung spontan, ketika itu seorang rekan kuliah menawarkan saya untuk mengikuti diskusi bertema "51 Tahun Bengkulu: Perkembangan dan Kemajuannya dalam Bidang Ekonomi" yang diadakan oleh Program Multiplikasi Stube-HEMAT di Bengkulu. Ini menarik perhatian saya sebagai mahasiswa yang kuliah ekonomi. Dari diskusi tersebut ditemukan berbagai realita masalah ekonomi yang terjadi di Bengkulu dan salah satu yang saya ungkapkan di sana adalah perekonomian penduduk asli yang tidak semakmur pendatang karena mereka cenderung ingin mendapat uang cepat dengan menjual tanah kepada pendatang, sehingga lama kelamaan mereka kehilangan lahan kerja. Ini menjadi awal keterlibatan saya dengan Program Multiplikasi Stube-HEMAT di Bengkulu.
 

 

 

Saya Linda Titiwijayanti, dari kecamatan Argamakmur, kabupaten Bengkulu Utara dan saat ini kuliah di fakultas Ekonomi program studi Akuntansi di Universitas Negeri Bengkulu. Selain kuliah dan bertani, saya berteman akrab dengan buku dan pena, lebih suka mendengar, berdiskusi dan mengungkapkan gagasan melalui tulisan daripada berorasi menyampaikan ide di jalan. Bukankah dengan tulisan, kita tetap bisa berdemokrasi dan mengungkapkan aspirasi?

 

 

 

Saat ini saya aktif menjadi kontributor tulisan di Redaksi Simple-B.online yang diasuh oleh Yohanes Dian Alpasa, S.Si dan Yedija Manullang, yang lebih dahulu bergabung dengan Stube-HEMAT. Kegiatan terbaru yang saya ikuti yaitu program Comunication Skills Stube-HEMAT Yogyakarta yang berlangsung selama delapan hari pembimbingan dalam kelompok kecil bersama dua teman dari Gunungkidul dan Klaten yang dilatih oleh Trustha Rembaka dan Putri Laoli. Saya menemukan teknik berkomunikasi yang baik mulai dari cara bicara, ‘eye contact’, dramatisasi dan juga strategi membangun percaya diri dan promosi. Di bagian akhir pelatihan, masing-masing  peserta membuat sebuah video sebagai buah pelatihan Comunication Skills. Dalam pelatihan saya baru menyadari bahwa ternyata lebih sulit berbicara di depan kamera daripada berbicara langsung di depan audiens, karena saya sendiri lebih percaya diri jika tanpa kamera. Namun dari materi dan praktek pelatihan saya bisa mengatasi ketakutan saya akan kamera.

 


 

Video saya mengangkat masalah tingginya angka pernikahan dini di Bengkulu yang menempati urutan ke sepuluh di Indonesia berdasar data BPS Nasional tahun 2018. Dengan menikah dini, mereka mengesampingkan pendidikan yang sangat penting guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Kesulitan yang saya hadapi dalam proses pembuatan video ini yaitu mencari waktu yang tepat, karena saya juga harus melakukan pekerjaan rumah, membantu orang tua bekerja di kebun sayur, sementara saya juga harus memperbaiki naskah beberapa kali. Bahkan saya harus mensiasati waktu luang dan tenaga untuk merekam video, yakni menjelang senja. Namun pada akhirnya saya puas dengan hasilnya. Silahkan tonton di link https://youtu.be/NkA5CutSQNw

 


 

Dari postingan video tersebut, saya menerima respon baik dari teman-teman yang menyaksikannya. Mereka terhibur dan buat saya yang paling penting mereka teredukasi. Adalah hal yang berkesan bagi saya bisa menyampaikan pesan positif baik melalui video maupun tulisan. Tunggu video saya saya selanjutnya. Terima kasih Stube-HEMAT. Semangat berkarya bagi kita semua! (Linda Titiwijayanti).


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook