Bertambah Smart Dengan Smartphone

pada hari Senin, 24 Oktober 2022
oleh Reginiana Dosvia
Oleh: Reginiana Dosvia.          

 

Mendengar kata teknologi, tentu yang terbersit dalam pikiran kita adalah perangkat teknologi yang kita gunakan seperti handphone, televisi, komputer, tab, dan alat lainnya. Sesungguhnya teknologi memiliki defenisi luas, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teknologi mengandung arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dari definisi tersebut secara sederhana teknologi adalah alat yang digunakan manusia untuk memudahkan kegiatannya.

 

 

Karena kehidupan manusia tidak terlepas dari teknologi maka kegiatan stube HEMAT di Bengkulu mengusung tema “Pendidikan di Era Teknologi Maju: Jangan biarkan seorang pun Tertinggal” untuk periode Oktober-Desember 2022. Kegiatan Stube HEMAT yang berlangsung di desa Arga Indah II, Bengkulu Tengah (23/10/2022), fasilitator yang dihadirkan adalah Huanius, seorang trainer yang bekerja di perusahaan smartphone yang cukup besar di Indonesia. Sebagai trainer di perusahaannya, narasumber memiliki pengalaman cukup banyak mengenai peran teknologi, dampak positif dan negatif dari teknologi serta mengajarkan bagaimana memanfaatkan smartphone sebagai media pendidikan.

 

Sebagai pembukaan Huanius memberitahukan angka penjualan smartphone di provinsi Bengkulu yang cukup fantastik yang menunjukkan bahwa peminat smartphone sangat besar. Smartphone dipandang sebagai alat teknologi dan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat di era ini karena kegitan yang dilakukan tidak bisa lepas dari smartphone. Smartphone memberi dampak positif dengan memudahkan pengguna melakukan  komunikasi melalui media sosial, menunjukkan bakat, berbagi ilmu, mengutarakan pendapat, menambah pengetahuan, mengerjakan tugas dan dampak positif lainnya. Akan tetapi bisa menjadi dampak negatif ketika disalahgunakan, seperti mengutarakan pendapat yang membully, demokrasi yang tidak sehat, tidak bisa membuat prioritas (lupa waktu), menyaksikan vidio kekerasan yang merusak mental, transaksi obat-obatan terlarang, dan lain sebagainya. Narasumber menegaskan kepada yang hadir menjadi pemuda yang bijaksana dengan mengambil komitmen tidak menyalahgunakan smartphone yang dimiliki, sebab dampak buruk dari hal tersebut dapat merusak karakter dan masa depan.

 

 

Pada sesi selanjutnya, narasumber menjelaskan manfaat aplikasi di smartphone sebagai media pendidikan dan itu menjadi pengalaman baru karena peserta diajak bermain game dalam smartphone dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan umum, kesenian daerah Bengkulu, pengetahuan geografis, biologi, matematika, bahasa Inggris, tokoh-tokoh penemu, teka teki dan pelajaran sekolah lainnya. Narasumber berperan sebagai host dalam game ini dan peserta harus menjawab 20 pertanyaan yang tersedia. Kegiatan ini sangat menyenangkan, peserta berlomba memecahkan pertanyaan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Suasana dipenuhi dengan tawa dan keceriaan, tetapi menjadi gaduh ketika beberapa dari peserta tidak bisa menjawab pertanyaan karena faktor signal yang tidak baik, sebab kami tinggal di pedesaan yang minim signal. Namun hal tersebut tidak mengurangi rasa senang mengikuti kegiatan ini.

 

Kiranya kegiatan diskusi berikutnya dapat semakin menarik dan berkaitan langsung dengan kondisi kabupaten Bengkulu Tengah. Anak muda, semakin maju dan bijaksana dengan teknologi. ***

 

 


  Bagikan artikel ini

Arsip Blog

 2023 (11)
 2022 (20)
 2021 (21)
 2020 (19)
 2019 (8)
 2018 (9)
 2017 (17)

Total: 105