Doa dari Bengkulu untuk Surabaya

pada hari Selasa, 15 Mei 2018
oleh adminstube
 
 
Minggu 13 Mei 2018, suasana hening menyelimuti hati orang-orang percaya, hari saat kami menyediakan diri berkumpul bersama sesama memuji Tuhan. Belum sampai tengah hari, kami sudah mendengar peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya yang diberitakan oleh media dan dikuatkan dengan cerita rekan angkatan Theologia UKDW yang melayani di Surabaya. Hening berubah menjadi duka ketika mendengar korban yang jatuh dan terluka baik itu remaja, pemuda, bapak-ibu jemaat, bahkan anak-anak sekolah minggu.

 
Pernyataan solidaritas dilakukan dengan banyak cara. Gereja kami menunjukkan solidaritasnya dengan membawa dalam doa syafaat ibadah minggu. Pemuda Marga Sakti juga ingin menyampaikan solidaritas atas duka di Surabaya, bertempat di rumah bapak Miskan Budoyo, doa hening dengan nyala lilin dilaksanakan pada hari Senin, 14 Mei 2018, pukul 18.30 WIB. Dengan menyalakan lilin dan menelaah renungan, pemuda yang didampingi oleh Program Multiplikasi Stube-HEMAT Bengkulu berusaha menyampaikan duka dan harapan untuk cinta kasih yang lebih baik untuk Indonesia.
 
Multiplikator Stube memimpin doa dan refleksi untuk menyatakan solidaritas, “Kita tahu ada tiga jemaat yang tertimpa musibah yakni GKI Diponegoro, GPPS Arjuno Surabaya, Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela. Apa yang bisa kita ungkapkan atas peristiwa ini?”


“…kami turut berbelasungkawa,” tulis seorang pemuda yang datang di malam itu. Ia menyatakan kesedihan. Namun, ia juga berterimakasih pada Tuhan atas kedamaian yang terpelihara di kampung Margasakti. “…syukur atas keamanan di desa ini,” imbuhnya.
 
“Kiranya Tuhan menguatkan keluarga,” tulis seorang pemuda yang lain. Ia berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.


Setiap orang memiliki cara sendiri dalam mengungkapkan rasa. Mereka yang diam belum tentu tidak peduli. Kita lihat di media sosial, beragam aksi solidaritas digelar. Terakhir kita mendengar bahwa ribuan orang dari berbagai organisasi datang ke GKI Diponegoro. Mereka datang dari berbagai denominasi dan pegiat lintas iman.
 
Pihak Multiplikator berupaya melatih teman-teman pemuda untuk berekspresi dan menyatakan solidaritas. Aksi doa hening ini menjadi salah satu cara untuk pemuda menjadi peka terhadap peristiwa sosial yang timbul di masyarakat.

Kami bersyukur atas kedamaian dan keharmonisan yang terjaga di Bumi Rafflesia ini dengan harapan akan lebih banyak lagi orang hidup dalam toleransi dan teman-teman pemuda tidak merasakan diskriminasi di tempat mereka belajar maupun bekerja. (YDA).
 
 

  Bagikan artikel ini

Arsip Blog

 2023 (11)
 2022 (20)
 2021 (21)
 2020 (19)
 2019 (8)
 2018 (9)
 2017 (17)

Total: 105