Limbah-Limbah Yang Bermanfaat

pada hari Rabu, 31 Mei 2023
oleh Program Multiplikasi Stube HEMAT di Bengkulu
 

Dalam catatan ‘The Story Of Coffee’, Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia, terdiri dari ribuan pulau. Beberapa pulau besar seperti Sumatra, Jawa, dan Sulawesi, dikenal di seluruh dunia untuk kopi berkualitas tinggi.

 

 

 

 

Dari pulau Sumatra, ada provinsi Bengkulu yang telah menghasilkan 80 ton kopi per-tahun. Dengan produksi yang banyak ini maka Bengkulu merupakan provinsi ke-tiga terbesar penghasil kopi di Indonesia. Dengan produksi yang banyak ini maka hampir keseluruhan dataran Bengkulu dihiasi tanaman kopi. Perkebunan kopi cukup terlihat luas di wilayah Bengkulu Tengah. Setiap warga masyarakat hampir memiliki sendiri perkebunan kopi Robusta. Itu sebabnya pecinta kopi sangat banyak di Bengkulu Tengah. Kopi telah dijadikan sebagai minuman sehari-hari oleh masyarakat.

Dengan produksi kopi yang banyak, menyebabkan penumpukan limbah kulit kopi di pabrik penggilingan kopi. Pada kesempatan kali ini Stube mengadakan pertemuan untuk menjadikan limbah kulit kopi ini menjadi sesuatu yang berarti dan diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan produk lain. Kami pergi ke area penggilingan kopi untuk mengambil limbah kulit kopi untuk dijadikan pupuk (Sabtu, 30/05/2023).

 

 

 

Bahan yang dibutuhkan yaitu kulit kopi, sampah organik dan pupuk kandang. Pertama, masukkan kulit kopi ke di suatu tempat, kemudian masukkan pula pupuk kandang dan sampah organik ke dalamnya. Ulangi sampai ketinggian tumpukan mencapai 1 meter. Kemudian ditutup dengan plastik agar terhindar dari hujan dan terik matahari. Untuk pupuk ini harus menunggu waktu 1-2 bulan hingga semua bahan yang telah disatukan siap untuk dijadikan pupuk dan diberikan pada tanaman.

 

 

Sesungguhnya menjadikan kulit kopi sebagai pupuk bukan hal baru bagi penduduk Bengkulu Tengah. Namun biasanya mereka hanya menggunakan kulit kopi yang telah didiamkan selama 1 bulan kemudian dicampurkan pada tanah merah setelah ini diberikan kepada tanaman bunga. Pada kesempatan ini kami menambahkan pupuk kandang dan sampah organik untuk tambahannya.

 

 

Selain kegiatan pembuatan pupuk, kami berdiskusi bagaimana cara mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain limbah kulit kopi yang telah kami manfaatkan menjadi pupuk, ide-ide lain yang ada yakni bagaimana memanfaatkan limbah singkong, kulit buah ketupak, daun kering, bunga kering, plastik sachet dan limbah-limbah lain yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bagaimana bisa menjadi bahan produksi yang menghasilkan.

 

 

Adapun pupuk yang dibuat saat ini, bulan depan bisa menjadi pupuk yang baik untuk tanaman. Terimakasih banyak untuk Stube HEMAT yang telah menfasilitasi kami untuk bisa melakukan kegiatan ini, banyak manfaat baik yang diperoleh dalam setiap pertemuan dan menambah wawasan, serta ide lapangan pekerjaan.***


  Bagikan artikel ini

Arsip Blog

 2023 (11)
 2022 (20)
 2021 (21)
 2020 (19)
 2019 (8)
 2018 (9)
 2017 (17)

Total: 105