pada hari Selasa, 27 Januari 2009
oleh adminstube

Pendampingan Petani di Jodhog Bantul, Januari 2009

 
Kegiatan pendampingan petani di Jhodog sebagai tindak lanjut Program Pertanian Organik Stube-HEMAT Yogyakarta dilaksanakan kembali pada 20 – 23 Januari 2009 yang lalu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Tim Kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, Sinyo dan Bang Roni, bersama Bapak Edi, seorang aktivis petani organik. Lokasi kegiatan ini meliputi wilayah jemaat gereja GKJ Jodhog, para petani di Palbapang, Kadisoro, Pandak, Selobentar Trimurti, Kuatangan, dan Daleman.

Kegiatan pada 20 Januari 2009

Pertemuan dengan petani dimulai pada pukul 17.00-23.00 bertempat di GKJ Jodhog Bantul. Pertemuan dihadiri oleh 33 orang, 26 orang petani dan 7 orang mahasiswa Sanata Dharma yang sedang KKN di Jodhog. Pada pertemuan ini diadakan sharing dan tukar pengalaman bertani dan Bapak Edi memberikan pandangan tentang ideologi pertanian organik, paradigma pertanian organik dan sistim pertanian organik yang benar dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Yang sangat ditekankan oleh beliau yaitu pada pengolahan lahan secara benar yang paling utama.

Selain itu Bapak Edi juga memberikan informasi tentang cara pemberantasan hama secara alami sesuai yang ditanyakan oleh para petani. Misalnya untuk mengatasi hama walang sangit hanya dengan menggunakan bawang putih yang ditumbuk, dicampur air lalu disemprotkan. Kalau hama keong: lahan dibuat parit disekelilingnya dan di tengah-tengah lahan, direndam air (bawahnya diberi plastik sekeliling), lalu ditaburi sekam di genangan air dalam parit buatan tersebut. Keong akan mati kalau kemasukan sekam. Selain itu diberi daun pepaya di sela-sela bedengan.

Banyak hal yang diinformasikan Bapak Edi tentang pertanian organik dan para petani sangat antusias karena menambah wawasan dan pengalaman mereka. Diakhir pertemuan pada hari pertama, dibagi kelompok petani yang akan dikunjungi lahannya untuk melihat sejauh mana kendala yang dihadapi dan cara bertani. Petani dibagi dalam 6 kelompok :
1. Kelompok Bapak Sangidu (daerah Palbapang)
2. Kelompok Bapak Murhadi (daerah Kadisoro)
3. Kelompok Bapak Suripto (daerah Pandak)
4. Kelompok Bapak Suratmo (daerah Selobentar Trimurti)
5. Kelompok Bapak Mujilal (daerah Kuatangan)
6. Kelompok Bapak Agus (daerah Daleman)


Kegiatan pada 21 dan 22 Januari 2009


Pada hari kedua dan ketiga, bersama para petani kami berkeliling ke sawah-sawah sesuai kelompok tani yang telah direncanakan. Selama proses disawah, terjadi dialog dengan para petani yang ikut bergabung. Kesulitan para petani yaitu pengadaan bibit, pupuk urea dan pestisida yang sulit dan juga tambah mahal.

Menurut Bapak Edi, persoalan utama di lahan-lahan sawah terjadi karena cara pengolahan lahan yang belum tepat. Untuk memperbaiki lahan, dianjurkan kepada para petani untuk menaburkan kapur dulumit agar menetralkan keasaman tanah yang sudah terlanjur rusak. Selain itu diberikan pengarahan juga tentang bagaimana cara memelihara, memberantas hama dan memanen hasil.
Kegiatan pada 23 Januari 2009

Pada foto di atas, terlihat padi yang ditanam secara organik. Terlihat warna daunnya hijau kekuningan. Lalu tumbuhan yang seringkali tumbuh di sawah yang bagus sebagai pendukung kesehatan lahan. Tumbuhan ini jangan dibuang, namun diinjak saja ke dalam tanah. Sayangnya, tumbuhan ini sering diambil lalu dibuang karena dianggap sebagai pengganggu tanaman.

Pada hari terakhir, Bapak Edi memperlihatkan foto-foto daerah-daerah pertanian yang didampinginya: sawah yang dikelola secara organik maupun non organik dan banyak hal tentang dunia pertanian.

Kemudian petani didorong untuk membentuk semacam ikatan tetapi jangan ikatan resmi karena mudah untuk diintervensi/diintimidasi dan secara individu yang bertanggungjawab untuk mengelolah lahannya sendiri. Pada kesempatan ini, petani membentuk sekretariat yang berfungsi untuk tempat komunikasi tentang bibit, cara pemeliharaan, dan bagaimana pemasaran hasil pertanian organik. Bapak Edi sangat tertarik untuk mendampingi para petani kapan saja sampai mereka berhasil seperti apa yang beliau cita-citakan.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 26 Januari 2009
oleh adminstube

Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan

 

Stube-HEMAT bekerjasama dengan Majelis GKJ Mergangsan mengadakan Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan pada 7-8 Desember 2008 di Wisma Omah Jawi, Kaliurang. Kegiatan ini menghadirkan Pdt. Novembri Choeldahono dari GKJ Dagen-Palur, Solo dan Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. dari GKI Pondok Indah, Jakarta sebagai pemateri sekaligus fasilitator.

1. Tim kerja Stube-HEMAT dalam kegiatan Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan.
2. Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. berbincang dengan Majelis Jemaat GKJ Mergangsan.
3. Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, board Stube-HEMAT, berbincang dengan Pdt. Novembri Choeldahono.
4. Pdt. Novembri Choeldahono menyampaikan materi pemetaan potensi gereja.

5,6. Diskusi peserta kegiatan.
7. Diskusi antara Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol., Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, Ibu Ariani Narwastujati, dan Pdt. Novembri Choeldahono.
8. Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. menyampaikan materi tentang motivasi melayani di gereja.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 24 Januari 2009
oleh adminstube

Pendampingan Studi Sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur, Jakarta dan SLTPK Permata Bunda, Jakarta

 
Stube-HEMAT melakukan pendampingan Studi Sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur, Jakarta dan SLTPK Permata Bunda, Jakarta pada 20-24 Oktober 2008. kegiatan ini mengambil tema ”Menjadi berkat bagi yang lain.” Kegiatan dilakukan di Salatiga.

Sekolah mengadakan kegiatan bekerjasama dengan Stube-HEMAT dengan tujuan: 1) siswa mengenal dan memahami siapakah sesamanya, 2) siswa mempunyai panggilan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga bermanfaat bagi dirinya maupun bagi sesamanya, 3) siswa memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap sesamanya, dalam rangka mengaplikasikan nilai-nilai cinta kasih Tuhan, sehingga mempunyai relasi yang baik dengan sesamanya, dan 4) siswa mempunyai komitmen untuk peduli terhadap sesamanya, sebagai wujud kasih dan tanggungjawabnya kepada Tuhan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain: pendalaman materi (ceramah/ diskusi), outbond, kunjungan sosial, dan live-in.

1. Anak-anak memilih lokasi kunjungan sosial.
2. Anak-anak berinteraksi dengan bapak dan ibu yang tinggal di Panti Wredha Salib Putih.
3. Anak-anak berfoto bersama adik-adik yang tinggal di Panti Asuhan Salib Putih.
4. Anak-anak berkumpul di GKJ Ngablak sebelum melakukan live-in di rumah warga GKJ Ngablak.

5. Peserta live-in berfoto bersama di ladang.
6. Peserta live-in berfoto dengan kelinci milik tuan rumah yang ditinggali.
7. Peserta live-in mengikuti aktivitas memanen wortel di ladang.
8. Peserta live-in berfoto bersama keluarga yang ditinggali.

9. Peserta live-in naik mobil pengangkut sayur ketika mengikuti live-in.
10. Guru sekolah memberikan kenang-kenangan kepada tuan rumah yang ditinggali.
11. Anak-anak mempresentasikan pengalaman live-in di Ngablak dan menampilkan kebolehannya.
12. Guru sekolah memberikan kenang-kenangan kepada pendamping dari Stube-HEMAT.

  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 23 Januari 2009
oleh adminstube

Program Eksposur Lokal

 
Stube-HEMAT memberikan kesempatan kepada 3 mahasiswa lolos seleksi untuk pulang ke daerahnya dan melakukan observasi tentang potensi daerah atau melakukan penyuluhan yang berguna bagi masyarakat di daerahnya. Di semester 2 2008 yang lalu, 3 mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk melakukan eksposur lokal adalah Leczhy Degei dan Sagrim dari Papua, dan Denta dari NTT.

 

1. Sagrim, peserta terpilih Program Eksposur Lokal pertama, akan meneliti arsitektur masyarakat suku Maybrat Imian Sawiat di Papua.
2. Denta, peserta terpilih Program Eksposur Lokal kedua, akan melakukan penyuluhan tentang pemeliharaan tambak di NTT.
3. Leczhy, peserta terpilih Program Eksposur Lokal ketiga, akan melakukan observasi tentang mama-mama Papua di pasar tradisional di Puncak Jaya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 22 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 2 Program Pertanian Organik: Melihat proses pembuatan pupuk kascing di Kaliurang dan menggali pengalaman petani organik di Dusun Bejen, Slem

 

 

Petani di Jhodog dan mahasiswa yang ingin belajar lebih lanjut tentang pertanian organik difasilitasi oleh Stube-HEMAT untuk melihat proses pembuatan pupuk kascing di Kaliurang dan menggali pengalaman petani organik di Dusun Bejen, Sleman. Kegiatan ini dilakukan pada 10 Desember 2008.
1,2. Petani mendapat penjelasan secara langsung tentang proses pembuatan pupuk kascing.
3. Bangunan yang digunakan untuk membuat pupuk kascing.
4. Peserta kunjungan berfoto bersama.


5. Pdt. Yeanne berfoto di depan padi Jawa Melik yang dirawat oleh Mas Edi.
6. Oktrianto membuka diskusi dengan petani organik yang dikunjungi.
7. Mas Edi berbagi tentang isu-isu di bidang pertanian bersama para petani dari Jhodog.
8. Suasana diskusi tentang pertanian organik di rumah Mas Edi .



Setelah semua rangkaian kegiatan ini, pendampingan Stube-HEMAT pada kelompok mahasiswa yang berminat pada pertanian organik masih terus berlanjut. Bapak Edi sebagai salah satu fasilitator Program Pertanian Organik telah berkomitmen untuk bersama-sama dengan kelompok mahasiswa akan mendampingi petani Jodhog Bantul pada bulan Januari 2009 untuk mengembangkan pertanian organik di sana.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 21 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 1 Program Pertanian Organik di Jhodog, Bantul

 

Setelah pelatihan di Kaliurang, Stube-HEMAT memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik bersama jemaat gereja GKJ Jhodog pada 28-29 November 2008. Kegiatan ini diikuti pemantauan dan evaluasi hasil praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik pada tanggal 6 Desember 2008.


Kegiatan ini difasilitasi oleh Mas Indra (pemilik usaha pupuk kascing) dan Bruder Baptist (aktivis pertanian organik).


1. Bruder Baptist mendampingi petani untuk membuat pupuk dan pestisida organik.
2. Petani dan mahasiswa praktek membuat pupuk dan pestisida organik.
3. Bruder Baptist memberikan materi tentang pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik.
4. Peserta mempresentasikan catatan hasil kegiatan bersama petani dan Bruder Baptist.

5. Lembar kerja peserta.
6. Mas Indra berdiskusi dengan petani tentang pupuk kascing.
7. Mas Indra memberikan materi tentang pupuk kascing.
8. Petani yang mengikuti program.

Bang Roni menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Sangidu, aktivis petani organik di Jhodog.

Peserta program berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 20 Januari 2009
oleh adminstube

Belajar tentang Kascing

 

1. Bangungan yang digunakan dalam pembuatan kascing.
2. Mas Indra menunjukkan bahan kascing yang sedang dalam proses untuk menjadi pupuk kascing.
3. Cacing yang digunakan untuk membuat pupuk kascing.
4. Mas Indra menerangkan tentang komposisi pupuk kascing.


 

5. Komposisi pupuk kascing.
6. Pupuk kascing yang sudah di pak untuk didistribusikan.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 19 Januari 2009
oleh adminstube

Belajar tentang Biogas

 
Lokasi 1
1. Instalasi biogas yang sedang dibangun.
2. Sapi-sapi yang dipelihara di instalasi biogas. Kotorannya dimanfaatkan sebagai bahan biogas.
3. Riris, peserta pelatihan, masuk ke instalasi biogas yang sedang dibangun.
4. Pak Sarjiyo menanggapi respon dan pertanyaan peserta pelatihan setelah melihat instalasi biogas yang sedang dibangun.

Lokasi 2
5. Peserta berfoto di atas instalasi biogas yang sudah digunakan.
6. Sapi yang dipelihara di instalasi biogas.
7. Kompor gas yang telah dimodifikasi untuk digunakan dengan biogas.
8. Pak Sarjiyo menerangkan tentang pemanfaatan biogas untuk bahan bakar sehari-hari.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 17 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Pertanian Organik

 

 

Pelatihan pertanian organik Stube-HEMAT diadakan di Hotel Kayu Manis, Kaliurang pada 21-23 November 2008.

Dalam pelatihan ini, peserta belajar tentang: 1) sharing hasil observasi di area pertanian Merbabu, 2) paradigma dan ideologi pertanian organik kontekstual, 3) kedaulatan pangan dan keberpihakan pada petani, 4) sesi motivasi mahasiswa untuk berperan serta dalam dunia pertanian Indonesia, 5) prospek pertanian organik dan distribusi hasil pertanian organik, 6) pupuk kascing, dan 7) biogas. Sesi-sesi dalam pelatihan ini difasilitasi oleh: Tim Kerja Stube-HEMAT, Mas Edi (petani organik), Indra (pemilik usaha pupuk kascing), dan Pak Sarjiyo (praktisi pembuatan instalasi biogas).

Selain materi di dalam kelas, peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung 2 lokasi implementasi teknologi biogas dan tempat produksi pupuk kascing (bekas cacing). Lokasi kunjungan ada di daerah Kaliurang, Sleman.

1. Oktrianto, koordinator pelatihan, memberikan pengantar tentang materi pelatihan kepada peserta pelatihan.
2. Pdt. Yeanne memimpin ibadah pembukaan.
3. Nuning, panitia pelatihan, menandatangani kontrak belajar yang dibuat bersama peserta pelatihan.
4. Ibu Ariani memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta baru.


5. Rony, peserta pelatihan, mempresentasikan hasil eksposur di PPM.
6. Mas Edi, memfasilitasi peserta untuk memahami paradigma dan ideologi pertanian organik kontekstual, kedaulatan pangan dan keberpihakan pada petani.
7. Sesi Mas Edi.
8. Selain belajar, peserta juga bernyanyi dan bermain bersama.

9. Mas Indra mendemonstrasikan bagaimana pembuatan pupuk kascing.
10. Pak Sarjiyo, pemateri biogas.
11. Oktrianto memberikan pengantar kepada peserta sebelum mengunjungi lokasi pemanfaatan biogas dan pembuatan kascing.
12. Peserta menuliskan pengalamannya mengunjungi lokasi pemanfaatan biogas dan pembuatan kascing.

Sebagian peserta pelatihan berfoto bersama.


  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 16 Januari 2009
oleh adminstube

Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang

 

Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang dilaksanakan pada15 November 2008. Di sana, mahasiswa mengamati secara langsung bagaimana praktek pertanian organik di pedesaan.

1. Koperasi serba usaha untuk petani milik PPM.
2. Peserta eksposur di rumah salah satu pengurus kelompok petani dampingan PPM.
3. Peserta eksposur bersiap untuk melakukan observasi di lahan-lahan pertanian.
4. Petani mendampingi peserta eksposur untuk belajar tentang pertanian di daerah Merbabu.


5. Greenhouse untuk menanam tomat.
6. Peserta belajar tentang penanaman tomat di dalam greenhouse.
7. Peserta eksposur mendapat kesempatan untuk mengalami memetik tomat di dalam greenhouse.
8. Peserta eksposur memetik buah strawberry.

9. Pak Surame dari PPM menjelaskan tentang kelembagaan dan aktivitas PPM.
10. Peserta menuliskan pengalaman observasinya di lokasi pertanian dampingan PPM.
11. Ibu Ariani, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT, memberikan kenang-kenangan kepada PPM.
12. Peserta eksposur berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 15 Januari 2009
oleh adminstube

Program Pertanian Organik

 

 

Program Pertanian Organik Stube-HEMAT Yogyakarta dilaksanakan dalam beberapa tahapan:

1. Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang.
2. Pelatihan pertanian organik.
3. Praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik bersama jemaat gereja GKJ Jhodog. Diikuti pemantauan dan evaluasi hasil praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik.
4. Kunjungan mahasiswa dan petani organik Jodhog di lokasi pembuatan pupuk kascing, Kaliurang dan kunjungan ke rumah petani organik di Desa Bejen, Sleman.

Peserta memberikan apresiasi dan tanggapan yang sangat baik akan pentingnya program yang diselenggarakan oleh Stube-HEMAT karena memberikan pencerahan tentang: 1) hal-hal baru dalam dunia pertanian yang belum diketahui sebelumnya, 2) memberikan pengetahuan tentang analisa sosial dunia pertanian dan mengapa petani semakin terpuruk dan lahan pertanian semakin rusak, 3) menambah pengalaman dengan belajar membuat pupuk organik kascing, pupuk organik padat (bokasi dari kotoran sapi dan dedaunan), organik cair (perangsang buah, Em4 buatan), pestisida organik dari tembakau dan bumbu-bumbuan.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 14 Januari 2009
oleh adminstube

Seminar Kewirausahaan

 
Seminar Kewirausahaan Stube-HEMAT “Ayo jadi entrepreneur!” diadakan pada 3 Desember 2008 di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta dan diikuti oleh lebih dari 60 orang peserta. Seminar ini dapat terselenggara atas kerjasama Stube-HEMAT Yogyakarta bersama Persekutuan Sahabat Gloria (PSG).

Seminar dibuka oleh tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta. Ibu Ariani, selaku Direktur Eksekutif Stube-HEMAT Yogyakarta, memberikan pengantar dan sambutan kepada peserta. Setelah itu, pembicara langsung menyampaikan materi seminar.

Andrias Harefa menceritakan perjalanan hidupnya dari ketika memulai sampai menjadi seorang penulis buku dan motivator terkenal seperti sekarang ini. Sejak kuliah, dia sudah banyak magang dan aktif dalam dunia jurnalistik. Selain itu, ia juga mengikuti program Dale Carnegie’s Training. Ia juga mencari banyak penghargaan dari berbagai tempat.
Andrias Harefa memaparkan bahwa lapangan kerja formal makin sempit dan pengangguran meningkat terus. Itu trend. Oleh karena itu, masa depan kita perlu kita perjelas sendiri. Dan lapangan kerja yang paling luas: entrepreneur.

Manfaat berwirausaha selagi muda:
Mencuri start kerja untuk mandiri secara finansial di usia muda.
Kesempatan melakukan kesalahan, sempat diperbaiki.
Resiko rendah, belum punya tanggungan keluarga.
Mengurangi masalah ketenagakerjaan pemerintah.
Membangun mentalitas mandiri; komunitas tangan di atas.
Mengembangkan potensi pemimpin; pengaruh.

Kiat jadi wirausahawan:
Digerakkan oleh ide dan impian.
Lebih mengandalkan kreativitas.
Menunjukkan keberanian.
Percaya hoki, tetapi lebih percaya usaha nyata.
Melihat masalah sebagai peluang.

Modal awal berwirausaha bisa dengan hati, relasi, fisik, uang, dan otak. Dan keyakinan adalah hal yang penting. Keyakinan memandu semua cara berpikir kita. Keyakinan memandu pikiran kita.
 
Seorang peserta bertanya tentang jenis entrepreneur, seorang pemula atau pemelihara. Bagaimana bisa seperti itu? Dia juga menanyakan tentang manajemen resiko dalam berwirausaha.

Andrias Harefa menjawab, untuk jenis entrepreneur, kita perlu melihat kita kuatnya di mana. Tentang resiko: kalau ada pertanyaan, usaha yang bagus apa, itu pertanyaannya yang salah. Buat saya yang baik membangun sistem. Kalau pengin entrepreneurship, bukan usaha apa. Tapi kita membangun usaha bersama siapa. Itu yang lebih penting.

Peserta lain menanyakan bagaimana mengolah kegagalan menjadi motivasi dan bagaimana menanamkan sikap entrepreneur. Andrias Harefa menanggapi kalau usaha gagal, itu tidak mengapa. Coba lagi. Dari pengalaman gagal itu kita bisa menarik suatu pelajaran.

Sebagai penutup seminar, Andrias Harefa menekankan bahwa kita perlu terus membuka diri dan terus berinteraksi dalam kehidupan kita karena peluang-peluang baru ada dalam interaksi.

1. Registrasi ulang peserta seminar.
2. Bapak Wiji Suprayogi dari PSG dan Board Stube-HEMAT, Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, menghadiri seminar.
3. Andrias Harefa memotivasi peserta dalam seminar.
4. Peserta seminar kewirausahaan Stube-HEMAT.
 
5,6. Peserta bertanya kepada pemateri seminar.
7. Ibu Ariani membagikan doorprize kepada peserta seminar.
8. Stand penjualan buku dari Penerbit Gloria ketika seminar berlangsung.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 13 Januari 2009
oleh adminstube

Kompetisi Kreatif dan Presentasi

 
Kompetisi kreatif diikuti oleh kelompok-kelompok mahasiswa yang dibentuk ketika Pelatihan Kewirausahaan. Kompetisi ini dilakukan untuk mempraktekkan konsep dan ketrampilan yang mahasiswa dapatkan ketika mengikuti Pelatihan Kewirausahaan. Pada 29 September 2008, mereka mempresentasikan pengalamannya menjalankan rencana usaha di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta.
 
Kelompok mahasiswa melakukan usaha antara lain:
- berjualan kembang api,
- berjualan pulsa,
- berjualan lilin hias,
- membangun relasi untuk berjualan siomay.

Dalam presentasi, peserta menyampaikan perencanaan usaha mereka dan bagaimana rencana itu dilakukan. Ada banyak hal yang mereka alami, mulai dari bagaimana mendapatkan modal awal dan sulitnya menentukan waktu untuk pertemuan kelompok. Untuk masalah modal, ada yang meminjam dan ada yang mengumpulkan antara mereka sendiri. Untuk masalah waktu pertemuan kelompok yang sulit dilakukan, ada 2/3 peserta yang berinisiatif melakukan usaha karena teman-teman yang lain punya kesibukan yang lain.

Dengan sesi presentasi usaha, secara tidak langsung peserta pelatihan belajar tentang bagaimana praktek bermacam-macam usaha yang dilakukan peserta yang lain. Bahkan ada 1 peserta yang kemudian ingin membuat usaha potong rambut di tempat tinggalnya karena melihat dia mempunyai kemampuan untuk memotong rambut dan peluang usahanya cukup bagus.

1. Peserta presentasi.
2, 3, 4. Koordinator kelompok mempresentasikan usaha yang dibuat kelompoknya.

5. Peserta mempertajam presentasi temannya.
6. Koordinator kelompok mempresentasikan usaha yang dibuat kelompoknya.
7. Ibu Ariani memberikan penghargaan proses usaha yang telah dijalankan oleh teman-teman peserta pelatihan.
8. Diskusi peserta pelatihan untuk membuat rencana usaha lanjutan sambil makan malam bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 12 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Kewirausahaan

 
Pelatihan Kewirausahaan Stube-HEMAT dilaksanakan pada 19-21 September 2008 di Padepokan Shanti Dharma, Godean, Sleman dengan tema “Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha”.
 
Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang mahasiswa ini menghadirkan narasumber dan fasilitator:
Oktrianto F. Wurangian, S. Th., mengampu sesi “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
Friends Community: Abraham Delta Oktaviari, Pandji Putranto Hutomo, Bernadetha Rismisari Handayani, Sari Natalia, mengampu sesi “Achievement Motivation Training”.
Andi Purnawan Putra, S.Sn, pemilik usaha Pensil Terbang, mengampu sesi “Dasar-dasar kewirausahaan dan pembuatan rencana usaha”.
Firmansyah Budi Prasetyo, SH, pemilik usaha Tela Krezz, mengampu sesi “Pengelolaan usaha”.
Kusbudiyanto, SE dan Dwi Astuti, M.Si, pemilik Abitha Design, mengampu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
Olly Dwi Purnamasari, pemilik usaha Donatello, mengampu sesi “Bisnis donat dari ketela”.
Gracy Sondang Marpaung, pemilik usaha RECYCL Indonesia, mengampu sesi “Bisnis produk daur ulang”.
Fathoni Budi Satriyo, pemilik usaha Brain Manufacture, mengampu sesi “Bisnis clothing”.
Nanang Syaifurrozi, pemilik usaha Rumah Warna, mengampu sesi “Bisnis kerajinan tangan”.
Gandung Sunarto, Divisi Kreatif Pensil Terbang, mengampu sesi “Bisnis lilin hias”.
Imelda, M.Psi, HRD CD Bethesda, mengampu sesi “Konsultasi psikologi”.
 
Sesi 1: Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha
Peserta pelatihan dalam iman Kristiani merupakan gambaran Allah (imago dei), sehingga mereka harus menjadi berkat untuk dunia sekitarnya. Wirausaha merupakan salah satu “tools” yang tepat untuk itu. Dengan berwirausaha, hasilnya tidak hanya dinikmati diri sendiri, tapi juga orang lain. Dalam sesi ini, fasilitator juga menceritakan pengalamannya sebagai seorang wirausahawan. Sharing ini semakin memperkaya pemahaman peserta bagaimana seorang wirausahawan dalam melakukan usahanya.

Sesi 2: Achievement Motivation Training
Sesi Achievement Motivation Training membantu peserta untuk mengenali potensi dirinya. Dengan mengetahui potensi diri, peserta pelatihan diharapkan termotivasi untuk mengembangkannya. Dalam sesi ini, peserta difasilitasi untuk mengenal diri mereka melalui permainan dan refleksi yang menyenangkan, penyampaian materi motivasional, dan melakukan simulasi lewat game winning ball”.
 
Sesi 3: Dasar-dasar kewirausahaan
Materi dalam sesi ini antara lain 1) semangat dan motivasi berwirausaha, 2) kreatif memulai usaha, dan 3) strategi kreatif dalam menjual produk. Proses dialog yang terjadi dalam sesi ini membantu peserta untuk lebih mudah menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada fasilitator. Sesi ini merupakan sesi dasar sebelum membahas lebih jauh tentang topik-topik kewirausahaan di sesi-sesi selanjutnya.
 
Sesi 4: Pengelolaan usaha
Sesi pengelolaan usaha dibawakan oleh seorang praktisi usaha di bidang waralaba. Dalam sesi ini dibahas tentang bagaimana memulai usaha, mencari peluang, pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha dan serba-serbi waralaba/franchising. Paparan yang disampaikan sangat praktis karena berasal dari pengalaman fasilitator. Sesi ini merupakan sesi yang bagus bagi peserta karena mereka dapat belajar tentang wirausaha yang telah dipraktekkan di masyarakat.

Sesi 5: Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat
Sesi ini diawali dengan paparan fasilitator tentang hubungan antara kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat hendaknya tidak dipertentangkan, karena aktivitas wirausaha sendiri merupakan hal yang memberdayakan masyarakat. Dalam sesi ini, peserta dibagi kelompok untuk melakukan FGD tentang usaha yang mereka minati dan bagaimana usaha itu memberikan kontribusi pada masyarakat luas.
 
Sesi 6: Workshop kewirausahaan
Sesi workshop ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar tentang usaha kreatif yang menarik. Selain belajar tentang konsep usaha kreatif yang dilakukan oleh fasilitator, mereka juga dapat belajar bagaimana membuat produk yang dibuat oleh fasilitator. Pemateri workshop ini adalah: Donatello, RECYCL Indonesia, Brain Manufacture, Rumah Warna, dan Pensil Terbang.
 
Sesi 7: Konsultasi Psikologi
Sesi konsultasi psikologi melengkapi sesi AMT di awal pelatihan. Dalam sesi ini, fasilitator mendampingi peserta untuk semakin mengenali diri dan potensinya dan memaparkan apa saja karakter yang ada dalam seorang wirausahawan. Metode game dan pembahasan game sangat membantu penyampaian materi dalam sesi ini. Banyaknya dialog antara peserta dengan fasilitator membantu mudahnya penyampaian materi kepada peserta.
 
Sesi 8: Pembuatan Rencana Usaha
Pembuatan rencana merupakan hal penting yang perlu dilakukan sebelum melakukan usaha. Dalam sesi ini, peserta mendapat materi tentang perencanaan usaha sederhana yang dapat diaplikasikan. Kemampuan untuk melakukan kerjasama adalah salah satu hal yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan. Untuk melatih hal ini, fasilitator mengajak peserta untuk berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik. Permainan ini membantu penyampaian peserta tentang kerjasama. Peserta menikmati permainan ini dan dapat melakukan refleksi atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
1. Perkenalan peserta.
2. Panitia memandu pembuatan kontrak belajar.
3. Kontrak belajar yang dibuat peserta bersama panitia.
4. Oktrianto membawakan sesi pertama, “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
 
5. Ibu Ariani, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta yang baru pertama kali mengikuti pelatihan.
6. Friends Community menjadi fasilitator dalam sesi AMT.
7. Mas Andi menyampaikan materi kewirausahaan dasar.
8. Wuzz! Ice breaking dari Mas Andi untuk peserta.
 
9. Panitia mendampingi peserta dalam proses pelatihan.
10. Leczhy, peserta dari Puncak Jaya, Papua, membacakan tugasnya.
11. Mas Firman menyampaikan materi pengelolaan usaha.
12. Peserta berfoto bersama Mas Firman.
 
13. Mbak Dwi dan Mas Kus memandu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
14. Sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.”
15, 16. Peserta melakukan diskusi untuk membuat rencana usaha.
 
17. Mas Nanang mendampingi peserta dalam belajar membuat pigura kertas.
18. Peserta membuat pigura dari kertas.
19. Rio memberikan materi tentang usaha clothing.
20. Tim Brain Manufacture mendemonstrasikan cara menyablon kaos.
 
21. Mbak Olly memberikan materi tentang usaha donat dari ketela.
22. Diskusi interaktif dalam sesi usaha donat dari ketela.
23. Mas Gandung melatih peserta untuk dapat membuat lilin hias.
24. Peserta berfoto dengan lilin hiasnya.
 
25. Peserta berfoto dengan tas dan dompet daur ulang.
26. Peserta belajar membuat produk daur ulang.
27. Dalam pelatihan, peserta mendapat kesempatan untuk ikut memandu jalannya sesi.
28. Peserta berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik.
29. Imelda, M.Psi memandu peserta untuk mengenal potensi dirinya dalam bidang kewirausahaan.
30. Sesi “Konsultasi psikologi”.
31. Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, salah satu Board Stube-HEMAT, menyemangati peserta untuk berwirausaha.
32. Peserta pelatihan berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 10 Januari 2009
oleh adminstube

Program Kewirausahaan

 

 

Di semester 2 tahun 2008, Stube-HEMAT mengadakan Program Kewirausahaan. Program ini dilakukan dengan tujuan:

1) membangun semangat kemandirian,
2) membangun kepedulian sosial mahasiswa,
3) memperkenalkan konsep dan praktek koperasi untuk pengembangan ekonomi lokal, dan
4) merangsang mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha baru dan memberikan ketrampilan untuk merancang penciptaan usaha kreatif berikut cara pengelolaannya.

Bentuk kegiatan dalam program ini adalah: 1) pelatihan, 2) kompetisi kreatif dan presentasi, dan 3) seminar kewirausahaan.


  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 9 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 5 Program Pendidikan: Presentasi peserta yang mengikuti live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga

 

 

Peserta live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah mempresentasikan hasil live-in nya di Wisma Immanuel, Samironobaru pada 28 Oktober 2008. presentasi ini difasilitasi oleh Tim Kerja Stube-HEMAT. Hasil presentasi akan digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan live-in yang lain.
1. Bang Roni memandu acara presentasi.
2. Mahasiswa yang datang untuk mempresentasikan pengalaman live-in kelompoknya di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.

3, 4, 5. Mahasiswa memaparkan pengalaman live-in kelompoknya di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
6. Peserta live-in menanggapi presentasi teman-temannya.


  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 8 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 4 Program Pendidikan: Live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga

 

Pada 17-19 Oktober 2008, Stube-HEMAT memfasilitasi 24 orang mahasiswa yang berminat untuk lebih mengenal Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga dengan melakukan live-in di sana. Di sana, peserta difasilitasi oleh Bahruddin, Kepala Sekolah Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, dan guru-guru pendamping di sana, Pak Ahmad dan Pak Sudjono. Peserta berinteraksi dengan anak-anak Qaryah Thayyibah dan melakukan banyak kegiatan bersama.

1. Bahruddin dan guru-guru pendamping di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
2. Kegiatan diskusi bersama antara murid dan guru Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah dengan mahasiswa dari Stube-HEMAT.
3. Mahasiswa dari Stube-HEMAT melakukan diskusi dengan anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
4. Bang Roni mengamati bagaimana penguasaan teknologi komputer anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.

5. Mahasiswa dari Stube-HEMAT melakukan diskusi dengan anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
6. Bang Roni menanyakan lebih jauh tentang keseharian anak-anak di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
7. Mahasiswa dari Stube-HEMAT mewawancarai anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
8. Di malam pentas seni, mahasiswa dari Stube-HEMAT menampilkan kesenian daerahnya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 7 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 3 Program Pendidikan: Pendampingan mahasiswa Papua di Asrama Puncak Jaya

 

Stube-HEMAT akan mendampingi mahasiswa Papua di Asrama Puncak Jaya dengan pelatihan-pelatihan. Pada bulan September 2008 yang lalu, Stube-HEMAT mengadakan pertemuan perdana dengan teman-teman di Asrama Puncak Jaya untuk mempersiapkan pelatihan-pelatihan tersebut.

Dalam pertemuan ini, dipetakan apa saja kebutuhan pelatihan untuk teman-teman di Asrama Puncak Jaya. Dari proses yang dilakukan, pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan diri, penguasaan teknologi komputer, dan ketrampilan tulis menulis dan kewirausahaan diagendakan untuk dilaksanakan.

1. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT, memberikan pengantar sebelum kegiatan dimulai.
2. Mahasiswa yang tinggal di Asrama Puncak Jaya.
3. Peserta mengisi lembar perkenalan.
4. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya dari Papua, namun juga dari NTT dan Kalimantan.


5,6. Peserta menceritakan lembar kerja yang ditulisnya.
7. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT, menutup acara diskusi.
8. Pdt. Yeanne memimpin renungan penutup.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 6 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 2 Program Pendidikan: Seminar Motivasi bagi Mahasiswa Baru

 

 

Stube-HEMAT mengadakan Seminar Motivasi bagi Mahasiswa Baru pada 26-27 September 2008 di LPPS GKI-GKJ dan Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta. Seminar diikuti oleh 30 orang.

Seminar menghadirkan narasumber dan fasilitator:
1. Betty Tjipta Sari, Psi,MK (GKI Gejayan)
2. Rhony Simatupang (Stube-HEMAT)
3. RM Wahju Djatikoesoemo (LPMI)
4. Abu Prawoto (The Navigator)
5. Sarah Roulina Astrid (JOY Fellowship)
6. Naomi Fortuna (Perkantas DIY)
7. Thomas Robiana Sembiring (PMKRI St. Thomas Aquinas Yogya)
8. Musa (GMKI Yogyakarta)
9. Oktrianto F. Wurangian, S.Th (Stube-HEMAT)
10. Widiaji (Stube-HEMAT)
11. Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Si (Teol.) (Stube-HEMAT)

Materi seminar ini adalah:
Pengenalan diri dan membangun motivasi belajar
Memahami kerja otak & membaca dengan cepat dan efektif
Mengenal lembaga-lembaga pelayanan mahasiswa Kristen : JOY,GMKI, Perkantas, Navigator, PMKRI, LPMI
Manajemen waktu dan manajemen keuangan
Mengenal Yogjakarta
Teknik belajar dan merancang rencana belajar

1. Perkenalan peserta.
2. Peserta seminar motivasi.
3. Mbak Betty Tjipta Sari, Psi,MK dari GKI Gejayan memberikan materi pengenalan diri dan membangun motivasi belajar untuk mahasiswa.
4. Bang Roni, tim kerja Stube-HEMAT memberikan materi memahami kerja otak & membaca dengan cepat dan efektif.


5. Peserta seminar motivasi hari ke dua.
6. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT menyampaikan materi manajemen waktu dan manajemen keuangan.
7. Oktrianto berdialog dengan peserta tentang pengelolaan keuangan.
8. Pdt. Yeanne memperkenalkan wakil-wakil dari berbagai lembaga Kristen yang melayani mahasiswa di Yogyakarta yang akan mempresentasikan lembaga dan aktivitasnya.


9. Mbak Sarah dari JOY Fellowship mempresentasikan lembaganya.
10. Peserta menanggapi presentasi.
11. Mas Thomas dari PMKRI St. Thomas Aquinas Yogya mempresentasikan lembaganya.
12. Pak Abu dari The Navigator mempresentasikan lembaganya.


13. Mbak Naomi dari Perkantas DIY mempresentasikan lembaganya.
14. Pak Wahju dari LPMI mempresentasikan lembaganya.
15. Panitia menyampaikan kenang-kenangan dari Stube-HEMAT kepada para pemateri.
16. Mas Musa dari GMKI Yogyakarta mempresentasikan lembaganya.


17. Pdt. Yeanne memberikan materi teknik belajar dan merancang rencana belajar.
18. Manius, salah seorang peserta seminar, menceritakan pengalaman belajarnya.
19,20. Peserta belajar membuat mindmap.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 5 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 1 Program Pendidikan: Eksposur Ke SDK Mangunan

 

 

Mahasiswa peserta Pelatihan Pendidikan melakukan eksposur ke SDK Mangunan pada 13 September 2008. Di sana, peserta berkenalan dengan Pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED), kepala sekolah dan guru-guru. Dari interaksi yang ada, peserta memperoleh deskripsi bagaimana SDK Mangunan dijalankan. Peserta juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan adik-adik yang bersekolah di SDK Mangunan. Eksposur diakhiri dengan acara diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini difasilitasi oleh Mbak Ana Prasena dari Yayasan DED.
1. Peserta eksposur disambut oleh Pak Wandi, Kepala Sekolah SDK Mangunan dan Mbak Ana, pengurus Yayasan DED.
2. Peserta pelatihan melakukan interaksi dengan murid SDK Mangunan.
3. Boy mengajak anak berbagi tentang kesehariannya di SDK Mangunan.
4. Peserta eksposur mendiskusikan hasil observasinya bersama Mbak Ana.


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 3 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Pendidikan “Education for All”

 

Setelah mengadakan Diskusi Publik “Menggagas Pendidikan Murah” pada 25 Agustus 2008 yang lalu, Stube-HEMAT mengadakan Pelatihan Pendidikan “Education for All" pada 5-7 September 2008 di PGK Santi Darma Sleman.


Pelatihan ini diikuti oleh 33 orang mahasiswa dan menghadirkan fasilitator:
1. Pdt Karmito, MTh (STAK Marturia)
2. Pdt. Wahyu S. Wibowo, M.Hum (Fak. Theologia UKDW)
3. Pdt. Dr. Budiyanto (Rektor UKDW)
4. Dr. J. Bismoko (IRB Univesitas Sanata Dharma)
5. Bahruddin (Kepala Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah)
6. Bambang Ertanto/Kirik (Save The Children, Surabaya)

Materi Pelatihan
Teologia pendidikan
Diskusi Film “Freedom Writers”
Filsafat Pendidikan
Peran Pendidikan Tinggi Kristen bagi Dunia Pendidikan di Indonesia: Christian Character
Peran Pendidikan Tinggi Kristen bagi Dunia Pendidikan di Indonesia: Social Awareness
Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah
Metode Partisipatory Learning & Action

 
1. Panitia membagi kamar peserta.
2. Boy, wakil peserta menandatangani kesepakatan tata tertib yang dibuat panitia bersama peserta.
3. Pdt. Karmito, M.Th menyampaikan materi Teologi Pendidikan.
4. Ibu Ariani memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta pelatihan yang belum pernah ikut kegiatan yang diadakan oleh Stube-HEMAT.
 

5. Pdt. Yeanne memimpin ibadah pembukaan.
6. Ety, peserta pelatihan, memimpin ice breaking.
7. Pdt. Wahyu S. Wibowo, M.Hum memaparkan materi Filsafat Pendidikan.
8. Dr. Budiyanto, rektor UKDW, memaparkan materi peran pendidikan tinggi Kristen bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya tentang karakter Kristen.


9. Dr. J. Bismoko dari IRB Univesitas Sanata Dharma memaparkan materi peran pendidikan tinggi Kristen bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya tentang kesadaran sosial.
10. Olly, peserta pelatihan, memimpin ibadah pagi.
11. Mas Kirik Ertanto dari Save The Children, Surabaya, memfasilitasi peserta untuk belajar tentang metode Partisipatory Learning & Action.
12. Peserta pelatihan melakukan diskusi kelompok.

13. Peserta pelatihan berfoto bersama Bahruddin, Kepala Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.


  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 1 Januari 2009
oleh adminstube

Horee, program-program semester 2 sudah selesai dikerjakan!

 

 

Di semester 2 tahun 2008 yang lalu, Stube-HEMAT telah mengerjakan program-program unggulannya, yakni: Program Pendidikan, Program Kewirausahaan, Program Pertanian Organik, dan Program Eksposur Lokal. Selain keempat program ini, ada kegiatan tambahan yang dikerjakan, yakni: 1) pendampingan studi sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur dan Permata Bunda, Jakarta, dan 2) mendampingi pelaksanaan Penyegaran Iman dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan.

Posting berikut merupakan dokumentasi kegiatan-kegiatan tersebut. Buat kamu yang pengin mengikuti program-program yang akan datang, silakan hubungi kami. Seru-seru loh programnya!


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook