Tips untuk Mahasiswa: Powerpoint yang Menarik & Efektif

pada hari Sabtu, 29 April 2017
oleh
  

   

Dalam ruang lingkup pendidikan, presentasi adalah hal yang wajib dikuasai dan dikembangkan baik oleh para mahasiswa maupun pengajar, supaya setiap materi yang disampaikan dapat dipahami oleh pendengar. Pada hari Sabtu 29 April 2017, sharing mengenai presentasi dan memaksimalkan powerpoint diadakan di sekretariat stube-HEMAT Yogyakarta dan dihadiri 15 peserta dari berbagai kampus di sekitaran Yogyakarta. Para peserta antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh staff pengajar IT dari Universitas Kristen Duta Wacana, Aditya Wikan Mahastama,S.Kom,M.Cs.

 

Dalam paparannya, fasilitator menegaskan bahwa setiap orang dapat mendesain powerpoint sesuai dengan kreativitas masing-masing. Powerpoint merupakan poin-poin materi yang memiliki kekuatan, sehingga yang ditampilkan bukan sebuah teks yang panjang. Desain powerpoint yang menarik tentu akan membuat pendengar lebih tertarik sehingga mudah dalam menerima materi. Desain-desain yang akan dipakai dalam presentasi tentu saja harus sesuai dengan konteks materi dan pendengar, seperti apakah presentasi tersebut ditujukan untuk anak-anak kecil, forum ilmiah, para pebisnis atau kalangan rohani. Desain yang tidak cocok akan merusak materi yang disampaikan.

 

  

  

Di sisi lain, dibutuhkan pula keterampilan berbicara saat menyampaikan powerpoint supaya lebih interaktif dan suasana tidak membosankan. Contoh-contoh powerpoint yang menarik yang belum diketahui oleh para peserta berikut bagaimana cara membuatnya juga disajikan dalam kegiatan ini. Gambar ataupun animasi bisa disispkan dalam powerpoint untuk memberi semangat pendengar memperhatikan dan terus mendengarkan materi yang disampaikan. Di akhir sesi, fasilitator menyampaikan info tentang website desain powerpoint yang unik dan lebih berwarna yang dapat diunduh bebas sesuai selera masing-masing.

 
Wilton, salah seorang peserta mengatakan bahwa kegiatan ini mendorongnya lebih kreatif membuat powerpoint. Jika kita mampu menyampaikan materi powerpoint dengan baik tentu kehadiran kita akan dinantikan oleh pendengar yang pernah mengikuti presentasi kita. (RA).


  Bagikan artikel ini

Buat Dunia Lebih Baik tanpa CAH dan Genosida

pada hari Sabtu, 29 April 2017
oleh adminstube

 

 

 

 

Dalam seminar ilmiah yang diadakan di kampus STPMD “APMD” 29 April 2017 sebuah tema diangkat untuk diketahui oleh khalayak umum. Tema tersebut mudah diucapkan, “Crime Against Humanity (Kejahatan terhadap kemanusiaan) dan Genosida”, tetapi sangat sulit dalam kenyataan.

 

 

 

Sepintas, kejahatan terhadap kemanusiaan dan Genosida bermakna sama, yaitu pemusnahan terhadap kemanusiaan dan bertautan erat dengan pelanggaran HAM, tapi jika ditelisik lebih dalam, kedua istilah tersebut memiliki arti masing-masing. Kejahatan terhadap kemanusiaan memiliki korban yang berasal dari penganut ideologi dan paham politik tertentu, contoh pembantaian terhadap Kulak (petani kaya dalam bahasa Rusia) oleh rezim Stalin yang memaksakan konsep sosialisnya.

 

 

 

Sedangkan Genosida menurut konvensi Genosida yang ditetapkan dalam sidang umum PBB 1948 di Paris yang diprakarsai oleh Raphael Lemkin (advokat Polandia, penemu konsep Genosida), berarti setiap perbuatan yang dilakukan dengan tujuan merusak, keseluruhan ataupun sebagian dari suatu kelompok bangsa, etnis, rasial dan agama. Contoh pembantaian etnis di Rwanda dan Bosnia.

 

 

 

Mencegah Pengulangan

 

Mempelajari sejarah masa lalu bukan saja menambah ilmu, tapi juga sebagai pengingat bagi generasi masa depan agar tidak mengulangi kesalahan fatal di masa lampau. Seiring berjalan waktu bukan tidak mungkin kasus pembantaian besar-besaran bisa terulang, sebab hanya satu negara di dunia yang memasukkan korban politik ke dalam korban genosida, sehingga negara ini dapat meminimalisir korban ketika terjadi pergolakan politik.

 

 

 

 

Mengapa demikian? Sebab kerangka penindakan pada kasus kekerasan terhadap kemanusian (yang dipakai pada korban politik) memiliki fokus hanya pada pengakuan korban, sehingga efek jera untuk pelaku di akar rumput tidak berdampak signifikan. Tapi genosida memiliki fokus dari perspektif pelaku maka dapat diketahui apa niat dan motifnya. Dari situlah tindakan pencegahan terhadap pewarisan niat pada anak cucunya dapat dilakukan.

 

 

 

Prof. Akihisa Matsuno (peneliti sejarah dan hukum internasional, Universitas Osaka) yang hadir sebagai pembicara, mengatakan “adalah sangat penting untuk terus menerus menuntut agar penghancuran kelompok politik diperlakukan serius sejajar dengan genosida. Karena dalam sejarah umat manusia kejahatan berskala besar hampir semua ada hubungannya dengan motivasi politik”. Beliau juga memberi referensi pendukung dalam konstitusi kerajaan Belanda, ayat 1 yang berbunyi “Diskriminasi dengan alasan agama, kepercayaan, tanggapan politik, ras atau seks atau dengan alasan apapun tidak diperbolehkan”. Sebagai closing statement ia mengatakan “Sebenarnya tidak ada alasan yang kuat lagi untuk tidak memasukkan kelompok korban politik ke dalam genosida”.

 

 

Seminar siang itu memberi pengetahuan baru yang praktis bagi pemuda saat ini, bahwa apapun motif dan niatnya, pelanggaran HAM berat mesti ditindak agar terjadi rekonsiliasi antara pelaku dan korban, terutama sebagai garansi tidak berulangnya kejadian serupa di masa depan. (SRB).


  Bagikan artikel ini

Program Keterampilan Berkomunikasi Workshop #2: Sabtu, 29 April 2017

pada hari Sabtu, 29 April 2017
oleh adminstube


  Bagikan artikel ini

Mengkomunikasikan Data

pada hari Sabtu, 22 April 2017
oleh adminstube
 
 

 

 

 

 

Mengkomunikasikan data berupa angka-angka merupakan tantangan tersendiri bagi setiap penyaji. Data berupa angka, grafik atau prosentase akan lebih mudah dimengerti jika disajikan dalam bentuk visual dengan desain yang menarik. Grafik merupakan pilihan yang tepat untuk menyajikan data dengan ringkas dan jelas. Grafik dapat diartikan sebagai suatu kombinasi data-data baik berupa angka, huruf, simbol, lambang, perkataan, gambaran yang disajikan dalam sebuah media dengan tujuan memberikan penjelasan tentang suatu data.

 

 

 

Melihat pentingnya grafik sebagai salah satu alat untuk mempermudah dalam penyampian informasi, Stube HEMAT mengadakan latihan membuat grafik pada tanggal 22 April 2017 di sekeretariat Stube HEMAT Yogyakarta yang diikuti oleh 15 peserta dari berbagai jurusan dan  kampus di Yogyakarta. Pemateri latihan ini adalah Sarloce Apang, S.T dan Indah Theresia, S.E. Keduanya merupakan tim kerja Stube HEMAT Yogyakarta.

 

 

 

Pelatihan ini diawali dengan pengenalan beberapa jenis grafik dan kegunaannya. Miscrosoft PowerPoint telah menyediakan 11 macam grafik yang meliputi grafik batang, grafik lingkaran, grafik kolom, grafik garis, grafik bidang, grafik penyebaran, grafik stock, grafik permukaan, grafik donat, grafik gelembung, dan grafik radar. Namun pada kenyataan sehari-hari hanya 4 grafik yang paling sering digunakan sehingga pada latihan kali ini fokus membuat grafik lingkaran, grafik garis, grafik kolom dan grafik batang.

 

 

 

 

Selanjutnya peserta diberi waktu membuat grafik secara bertahap yang dilakukan di laptop masing-masing berdasarkan contoh soal yang diberikan dengan mengikuti arahan pemateri. Grafik pertama yang dibuat adalah grafik lingkaran, diteruskan dengan grafik kolom, batang dan grafik garis. Pemateri menjelaskan dari proses awal yakni dengan memasukkan data ke MS Excel terlebih dahulu yang selanjutnya akan diproses menjadi sebuah grafik.

 

 

 

Grafik yang sudah siap kemudian diedit menjadi lebih menarik dengan memakai aplikasi yang tersedia di MS PowerPoint, mulai dari warna grafik atau pun background yang bisa diganti-ganti.

 

 

 

 

 

Kegiatan diakhiri dengan memberikan soal yang harus dikerjakan sendiri oleh peserta. Peserta juga harus menganalisa grafik yang cocok untuk data yang dikelola. Dengan latihan singkat ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengkomunikasikan data. (ITM).


  Bagikan artikel ini

Tahapan Seleksi Peserta Program Exploring Sumba 2017

pada hari Sabtu, 22 April 2017
oleh adminstube
 
 
 
Sosialisasi Program Exploring Sumba
(Kamis, 20 April 2017)
 
Konsultasi Calon Peserta
(21 April – 1 Mei 2017)
 
Workshop Proposal
(Selasa, 2 Mei 2017)
 
Presentasi Proposal

 

(Selasa, 16 Mei 2017)
 

  Bagikan artikel ini

Program Keterampilan Berkomunikasi Workshop #1: Sabtu, 22 April 2017  

pada hari Jumat, 21 April 2017
oleh adminstube
 
Menyajikan data menggunakan grafik
 
Menyampaikan data berbasis grafik

 


  Bagikan artikel ini

Sosialisasi Program   Eksposur Lokal dan Exploring Sumba    

pada hari Rabu, 19 April 2017
oleh adminstube
 

 


  Bagikan artikel ini

EKSPOSUR LOKAL

pada hari Rabu, 19 April 2017
oleh adminstube

 

 

 

 

 

Deskripsi:

 

Setelah studi beberapa tahun di Yogyakarta, mahasiswa yang berasal dari luar Jawa pasti memiliki pemikiran yang berbeda atas diri mereka dan daerah mereka. Mereka seharusnya mempersiapkan diri untuk pulang, melakukan sesuatu untuk daerah mereka dan penduduk asli, dan membuat orientasi kerja.

 

 

 

Kegiatan dalam program ini membuka pemahaman mengenai daerah asal mereka, sehingga mereka benar-benar siap setelah selesai studi di Yogyakarta.

 


 

Tujuan:

 

1. Peserta mengetahui dinamika daerah asal setelah meninggalkannya untuk beberapa tahun studi di Yogyakarta.

 

2. Peserta mampu memetakan potensi, ancaman dan kesempatan daerah asal yang bisa dipakai untuk kesejahteraan masyarakat.

 

3. Peserta mampu membangun jejaring dengan dan untuk daerah asal.

 


 

Indikator:

 

1. Peserta menulis analisis dinamika daerah asal mereka.

 

2. Peserta memetakan potensi, ancaman dan kesempatan dari daerah asal mereka.

 

3. Peserta memformulasikan apa yang akan mereka lakukan setelah selesai studi di Yogyakarta dengan jejaring yang sudah mereka ketahui.

 

 

 

Peserta: 3 orang



 




  Bagikan artikel ini

EXPLORING STUBE-HEMAT SUMBA  

pada hari Senin, 10 April 2017
oleh adminstube
 


Deskripsi:
Pulau Sumba memiliki keterbatasan kemudahan akses seperti pendidikan, transportasi, informasi dan teknologi, padahal pulau ini sebenarnya memiliki modal dasar potensial yang mencakup alam, budaya dan manusia. Mahasiswa di seluruh Indonesia yang bergabung di Stube HEMAT Yogyakarta bisa berbagi kemampuan dengan mahasiswa yang bergabung di Stube-HEMAT Sumba bersama dengan masyarakat Sumba.
 
Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman atas perbedaan yang dimiliki kedua belah pihak, membuka kesempatan untuk mempromosikan Sumba, dan menemukan berbagai jalan keluar sebagai hasil dari interaksi dan berjejaring.

Tujuan:
1. Peserta menemukan pengalaman hidup baru dalam perbedaan latar belakang budaya yang mereka miliki dan memahami alam, budaya dan modal dasar manusia di Sumba.
 
2. Peserta mempelajari bagaimana beradaptasi, memahami, menghargai orang lain dengan perbedaan dalam sebuah kegiatan yang dilakukan bersama dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang mereka miliki yang diperlukan oleh masyarakat setempat.
 
 
3. Peserta berjejaring dengan aktivis Stube HEMAT di Sumba untuk mempromosikan pendidikan, pertanian organik, kesehatan dan sanitasi, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan untuk peningkatan pendapatan melalui pengolahan produk-produk lokal, dll.

Indikator:
1. Peserta tinggal bersama masyarakat Sumba selama satu bulan.

2. Peserta membuat kegiatan bersama dengan jejaring yang baru di Sumba berdasarkan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki dalam bidang pendidikan, pertanian, peningkatan keterampilan, aplikasi teknologi, dll.


3. Peserta mengunjungi dan membuat jejaring dengan aktivis Stube-HEMAT.
 

Peserta: 3 orang

 

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook