Membidik Peluang Peternakan Kambing Perah

pada hari Senin, 12 September 2022
oleh Daniel
Oleh: Daniel.          

 

Sebagai agen penggerak perubahan, pemuda memiliki peran penting dan posisi strategis dalam mempelopori pembangunan desa, salah satunya di sektor peternakan kambing perah. Di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menunjukkan tren positif adanya inisiatif melihat potensi lokal melalui pengembangan kambing perah dari hulu ke hilir. Peningkatan usaha kambing perah tidak lepas dari sambutan positif pasar susu kambing walaupun populasinya masih fluktuatif dari waktu ke waktu.

 

 

 

 

Pemikiran di atas terungkap dalam sesi kunjungan belajar di peternakan kambing perah di desa wisata Nglanggeran Wetan, kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Ini bagian dari  pelatihan Stube HEMAT Yogyakarta (Minggu 28/8/2022) di sebagian sesi pelatihan dari ‘Keanekaragaman Hayati: inisiatif pangan lokal’. Di peternakan ini terdapat beberapa jenis kambing perah, antara lain peranakan Etawa (PE), kambing Saanen,dan kambing Sapera, hasil persilangan kambing Saanen jantan dan kambing PE betina, yang merupakan kambing penghasil susu, dengan harga jual susu berkisar Rp. 20.000-Rp.30.000 per liter. 

Jumlah populasi kambing di peternakan tersebut sekitar 15 -20 ekor, dan sedang masa perah dengan hasil susu segar rata-rata 1-2 liter/hari. Selain susu segar, produk susu kambing diolah menjadi beragam olahan susu dengan beberapa varian rasa, permen susu, sabun susu dan lain lain. Pengolahan susu segar menjadi produk turunan akan meningkatkan varian produk dan memperpanjang masa penyimpanannya juga mengangkat harga jual tetap tinggi dengan membuat tampilan lebih menarik.

 

 

Berdasar penelitian United State Departement of Agriculture (USDA), gizi susu kambing Etawa mendekati komposisi sempurna Air Susu Ibu (ASI). Di setiap 100 gram susu kambing mengandung komposisi 4-7% lemak, 3-4% protein, 134, gram kalsium, 4,5% karbohidrat, dan 111 g fosfor. Komposisi kimiawi susu kambing Etawa mengandung protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, besi, lemak, natrium, magnesium, kalium, vitamin A,B1 (IU), B2 (mg), B6, B12, C, D, E, Niacin, V, Asam Pantotenant, Kolin dan Inositol. Kandungan lemak susunya  lebih rendah daripada susu sapi.

 

 

Peternakan kambing perah menjadi peluang usaha yang menggiurkan, karena kandungan susu kambing lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi, terlebih gaya hidup masyarakat saat ini yang semakin ‘melek’ kesehatan, sehingga pengembangan peternakan kambing perah dapat menjadi bisnis yang potensial, bahkan, ke depan, pasar susu kambing bisa menyaingi pasar susu sapi.

Anak anak muda di berbagai daerah bisa mengembangkan peternakan kambing perah sebagai alternatif yang menghasilkan yang tidak kalah dengan penghasilan dari pekerjaan kantoran bila ditekuni. Bahkan manfaat akan berlipat jika pengelolaan usaha meliputi hulu ke hilir dan dengan sentuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas susu kambing dan pengolahannya. Capaian lebih jauh adalah terwujudnya swasembada susu kambing.

Kegiatan Stube HEMAT Yogyakarta berhasil membuat keterhubungan antara anak muda dengan potensi lokal di daerah asalnya dan anak muda menemukan pencerahan untuk mulai memberikan perhatian terhadap potensi pangan lokal dan mengembangkannya. Sukses selalu Stube HEMAT Yogyakarta. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook