pada hari Sabtu, 30 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Buku “Raup Rupiah dari Sampah Plastik” karya Tim Kerja dan Mahasiswi yang aktif di Stube-HEMAT

 

 

Widiaji, salah seorang Tim Kerja Stube-HEMAT, bersama Gracy S. Marpaung, mahasiswi yang aktif dalam beberapa kegiatan Stube-HEMAT, menerbitkan buku “Raup Rupiah dari Sampah Plastik”. Buku yang diterbitkan oleh Kanaya Press, Jakarta ini mengupas tentang serba-serbi bisnis kreatif sampah plastik.

Ada banyak hal yang dipaparkan buku ini; mulai dari pentingnya pengelolaan sampah plastik yang baik sampai peluang ekonomi yang dimungkinkan dengan pengelolaan sampah plastik secara kreatif.

Selain dikemas dengan bahasa yang lugas, buku ini juga mencantumkan lebih dari 50 contoh produk kreatif yang bisa dibuat dari sampah plastik. Ilustrasi yang dibuat oleh Triasmana Wirasta, mahasiswa yang juga aktif dalam beberapa kegiatan Stube-HEMAT, semakin meramaikan dan memperkaya materi buku ini.

Buku ini terdiri dari 8 bab yang menarik: 1) Plastik sahabat kita, 2) Sampah plastik sebagai bahan baku baru, 3) Bisnis kreasi sampah plastik, 4) Serba-serbi kreasi sampah plastik, 5) Memulai bisnis kreasi sampah plastik, 6) Tips menekuni bisnis kreasi sampah plastik, 7) 10 hal baik ketika sampah plastik dikelola secara kreatif, dan 8) Bisnis kreasi sampah plastik yuuuk!

Nah, menarik kan isinya? Mau tahu lebih banyak lagi tentang bisnis kreasi sampah plastik? Ayo segera beli dan baca bukunya di toko buku terdekat! Sebelum kehabisan loh,,


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 27 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Tim Kerja Stube-HEMAT Hadir dalam Peluncuran Buku Karya Puthut EA di Bentara Budaya

 

Tim Kerja Stube-HEMAT hadir dalam peluncuran tetrakarya Puthut EA: Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali (kumpulan Cerpen), Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta (dua naskah drama), Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (novel), Makelar Politik (kumpulan bola liar)Makelar Politikdi Bentara Budaya Yogyakarta, 23 Maret 2009.
 
Acara peluncuran sekaligus empat buku karya sastra Puthut EA ini, dikemas menjadi sajian budaya yang memikat selama kurang lebih dua jam, melibatkan orator Tanto Tani, pembaca karya sastra Landung Simatupang, dan pemusik Untung Basuki.
Peluncuran empat buku ini juga ditandai dengan performance art perupa S Teddy D, dan pameran empat perupa muda dari Bandung (Kupi, Uci, Dillah, dan Feli).

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Kelas Komputer

 

 

Kelas komputer diadakan untuk mahasiswa asal Papua, khususnya yang berasal dari Puncak Jaya. Kelas ini diadakan setiap hari Senin. Peserta belajar tentang dasar menggunakan komputer dan program mengetik dan presentasi, Microsoft Word dan Microsoft Power Point.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Olahraga

 

 

Olahraga dilakukan pada hari Jumat di Wisma Immanuel. Program ini telah dilakukan 2 kali dan diikuti oleh teman-teman peserta pelatihan Stube-HEMAT. Olahraga yang dilakukan adalah voli.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Workshop Teater

 

Workshop teater dilaksanakan setiap hari Jumat di Wisma Immanuel. Kelas ini difasilitasi oleh Pdt. Firdaus, praktisi teater. Workshop ini berlangsung 2 kali. Workshop ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dan mengolah potensi teater peserta.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Kelas Jurnalistik

 

Kelas jurnalistik diadakan di Wisma Immanuel setiap hari Sabtu, sebelum kelas bahasa Inggris dilaksanakan. Kelas ini telah selesai dilakukan dengan 6 kali pertemuan. Tujuan kelas ini adalah:

1. Peserta memahami tentang dasar jurnalistik.
2. Peserta dapat menulis berita.
3. Peserta dapat membuat surat pembaca.
4. Peserta dapat membuat artikel opini.
5. Peserta dapat membuat feature.
6. Peserta mengirim karya tulisnya ke media massa.

Fasilitator kelas ini adalah Widiaji, tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, dan Benny, mahasiswa UAJY, penulis artikel opini.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Kelas Bahasa Jepang

 

 

Kelas bahasa Jepang diadakan setiap Sabtu di Sekretariat Stube-HEMAT. Kelas ini diampu oleh (hehehe,, aku lupa namanya) dan Ibu Ariani Narwastujati. Peminat kelas ini sekitar 10 orang. Dalam kelas ini, selain dilakukan dengan metode pengajaran biasa, teman-teman juga dikenalkan dengan budaya Jepang secara singkat.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Kelas Bahasa Inggris

 

Kelas bahasa Inggris diadakan setiap Sabtu di Wisma Immanuel. Kelas ini merupakan hasil kerjasama Stube-HEMAT Yogyakarta dengan Lembaga Intelektual Papua (LIP).

Ada 3 pengajar yang mengampu kelas ini, yakni: Wuri Yaniarti, mahasiswa aktivis Stube-HEMAT, Pak Wim dan Ibu Mey dari Gereja Elim. Ada 3 kelas yang ditawarkan, yakni kelas pemula, menengah, dan percakapan.

Evaluasi dari kelas ini adalah masih banyak teman-teman peserta yang datang terlambat. Hal ini menjadi perhatian untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Minggu, 24 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Pengenalan Stube-HEMAT di Asrama Kamasan

 

 

Pada 23 Maret 2009, Stube-HEMAT diundang oleh Lembaga Intelektual Papua (LIP) untuk mempresentasikan lembaga Stube-HEMAT untuk mahasiswa asal Papua yang belajar di Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, Stube-HEMAT menyampaikan sejarah dan visi misi lembaga, juga program-program yang dapat mahasiswa ikuti. Natal, Ketua LIP menyambut gembira kegiatan ini karena membuka jejaring bagi mahasiswa asal Papua untuk mengembangkan dirinya.

Di akhir kegiatan, disepakati bahwa follow up yang akan dilakukan bersama adalah kelas bahasa Inggris dan kelas jurnalistik untuk teman-teman asal Papua yang berminat.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 20 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI

 

Dalam rangka Program Orientasi, Stube-HEMAT mengadakan Pelatihan Pengembangan Diri untuk mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Pelatihan ini diadakan pada 22-24 Februari 2009 di Wisma Kinasih, Kaliurang dan mengambil tema “Ayo, Optimalkan Potensi Dirimu”.

 
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan: mengenal potensi diri mahasiswa dan cara pengembangannya, membangun kepemimpinan, menawarkan sarana untuk pembentukan dan pengembangan diri mahasiswa, dan memperkenalkan Stube-HEMAT Yogyakarta kepada mahasiswa. Pelatihan ini menghadirkan fasilitator 1) Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Th, untuk materi Mengenal Potensi Diri, 2) Pdt. Novembri Choeldahono, MBA untuk materi Kepemimpinan Kristiani dan pengembangan diri, dan 3) Tim Gloria Edukasindo untuk materi MBTI dan team building. Sesi Optimalisasi Potensi Diri oleh Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Th
 
Sesi ini merupakan pengantar untuk sesi-sesi selanjutnya. Fasilitator mengajak peserta menggali dan mengoptimalkan potensi diri mereka.

Menggali potensi dapat dilakukan dengan cara: 1) mengenali diri sendiri, 2) menentukan tujuan dari hidup, 3) mengenali motivasi hidup, dan 4) menghilangkan pikiran negatif. Mengapa kita perlu tahu siapa diri kita?

Kita merupakan manusia yang merupakan gambaran Allah/ Imago Dei. Kita menyadari tanggungjawab kita berada di bumi ini. Dan kita akan bisa mengasihi orang lain seperti diri sendiri kalau kita mengenal diri kita sehingga dapat mencintai diri kita sebagai ciptaan Allah. Dengan mengetahui diri kita maka kita mengetahui talenta yang kita punya. Hal yang paling esensial dari manusia adalah pengenalan diri pribadi. Kita dapat mempertanyakan diri yang hakiki. Kita dapat menggali potensi yang hakiki dalam diri kita. Cara kita mengenal diri kita menentukan cara kita bertindak dan berperilaku dan bersikap. Kesadaran diri sebagai mahluk yang luar bisa, dapat digunakan untuk mengatur kehidupan menjadi lebih baik dan berguna.
Jawaban atas pertanyaan “Siapakah aku” sangat menentukan bagaimana “aku” menjalani hidup ini. Kenapa penting melakukan pengenalan diri? Karena ada titik-titik kritis dalam pertumbuhan sehubungan dengan identitas diri. Dengan mengenal potensi kita, dapat melihat kekuatan kita.
Di akhir peserta, peserta diajak untuk membuat mind map berkaitan dengan diri dan tujuan hidupnya, talenta apa saja yang dapat dioptimalkan, dan apa yang ingin dicapai dalam hidupnya.

Sesi Memahami Kepemimpinan, tipe, dan aplikasinya oleh Pdt. Novembri Choeldahono, MBA

Sebagai pemimpin jangan anda ditekan oleh keadaan. Dalam lingkaran pengaruh jangan tertekan karena pencitraan diri anda akan rendah. Pengkotbah atau pembicara harus bisa mempengaruhi orang lain. Kembangkan energi positif dalam diri anda, runtuhkan energi negatif dalam diri anda.
 

Apakah Kepemimpinan itu ?
Leadership= leader + ship : seorang dirigen; para pemain musik dapat memainkan musik dengan indah karena dipandu, diatur oleh dirigen. Kepemimpinan yaitu kemampuan bersikap interpersonal yang menyebabkan seseorang atau kelompok melakukan apa yang pemimpin inginkan.


Tipe-tipe kepemimpinan antara lain:

Tipe P
1. Apakah anda tipe orang yang ramah/murah hati
2. Apakah anda tipe orang bersahabat
3. Tulus
4. Bersikap positip
5. Peka pada orang
6. Senang bicara atau suka mendramatisir
7. Antusias
8. Jarang cemas
9. Tidak produktif
10. Berbelas kasihan
11. Susah disiplin atau teratur
12. Mudah terpengaruh
13. Mudah resah atau merasa takut
14. Ribut/ramai atau promosi diri
15. Susah dipercaya

Tipe C
1. Berbakat
2. Analisis atau hati-hati
3. Perfeksionis
4. Teoritis
5. Loyal
6. Rapi dan apik
7. Idealis
8. Peka/sensitif atau perasa
9. Berkorban
10. Tidak percaya diri
11. Bersikap negatif
12. Disiplin tinggi
13. Kritis
14. Susah berubah
15. Pendendam

Tipe O
1. Berani dan mantap
2. Independen
3. Produktif
4. Tegas
5. Orientasi target
6. Optimistik
7. Praktis
8. Berani mengambil keputusan
9. Percaya diri
10. Senang memimpin
11. Kurang peka
12. Kurang pertimbangan
13. Tidak suka diatur
14. Kasar
15. Susah menghargai

Tipe N
1. Tenang, pendiam
2. Fleksibel
3. Baik hati
4. Diplomatis
5. Efisien,teratur
6. Stabil, dipercaya
7. Konservatif
8. Praktis
9. Enggan tampil
10. Humoris dingin
11. Motivasi rendah
12. Kurang bersemangat
13. Menghindari konflik
14. Penonton
15. Egois

Ada 4 kemungkinan perilaku pemimpin:
1. Directive leadership
2. Supportive leadership
3. Achievement-oriented leadership
4. Participative leadership

Mengembangkan kepemimpinan diri secara optimal
Jangan pernah menganggap seorang pemimpin sudah canggih dari sananya. Pemimpin yang baik harus menjadi person in balance(orang yang seimbang). Komponen dalam memimpin ada 3: otot, otak dan hati. Keseimbangan hidup penting yaitu bagaimana keluarga, karir, sosial, fisik, spiritual, mental dan keuangan dapat berjalan dengan seimbang. Yang terjadi pada kenyataannya adalah out of balance, jika keuangan hancur maka fisik dan mentalitas akan menjadi hancur.

Jangan pernah bermimpi menjadi pemimpin jika belum melewati piramida kepemimpinan. Setiap orang adalah seorang pemimpin, pemimpin bagi dirinya sendiri. Sebelum kita bisa memimpin diri kita sendiri, kita tidak akan bisa memipin orang lain. Kemampuan memimpin diri sendiri, mempercepat diri kita untuk bisa memimpin orang lain. Contohnya: kalau kita merokok, tidak akan efektif untuk melarang orang lain untuk tidak merokok. Kalau kita bisa memimpin diri sendiri kita akan punya kemampuan interpersonal leadership. Sayangnya kebanyakan di gereja, tidak diajarkan personal leadership, tetapi langsung pada team leadership. Memimpin dengan memakai tolak ukur dirinya sendiri.

Pak Novembri mengingatkan agar peserta membangun kebiasaan baru. Kalau peserta pulang dari pelatihan dan tidak ada kebiasaan baru, peserta tidak akan berubah. Berubah atau tidak tergantung dari teman-teman mau belajar atau tidak.

Dalam bagian selanjutnya, Pak Novembri mengajak peserta untuk memenangkan orang lain melalui motivasi.

Bagaimana memenangkan orang lain dengan motivasi?
Berikan apresiasi kepada orang lain dengan formula S.A.Y:
S : Saya mengagumi Anda karena anda seorang …..
A : Alasan saya berkata demikian ialah ……
Y : Yakinlah kalau hal ini Anda pertahankan, maka Anda pasti …….
 
Peserta lalu diminta mempraktekkannya secara berkelompok dengan teman-teman mereka. Masing-masing peserta memberikan apresiasi kepada temannya didalam kelompok. Cara memberi apresiasi antara lain: 1) pujilah segi positif, kekuatan atau kelebihan teman, 20 sampaikan dengan tulus dan jujur, dan 3) jangan menuntut imbalan.
Setelah simulasi berakhir, peserta diminta membagikan apa yang dirasakan ketika memberi dan menerima apresiasi dalam kelompok.

Di akhir sesi, peserta diminta membuat visi misi pribadi yang akan dicatat oleh fasilitator untuk memotivasi mereka di kemudian hari.

Sesi MBTI oleh Tim Gloria Edukasindo

Untuk membuka sesi ini, Gloria Edukasindo memperkenalkan profil lembaganya. Gloria Edukasindo merupakan salah satu departemen dari Yayasan Gloria. Gloria Edukasindo mewadahi beberapa divisi pendidikan dan pengembangan SDM. Visi Gloria Edukasindo: SDM indonesia yg berkembang. Misi Gloria Edukasindo: membina dan memperlengkapi aset bangsa agar tinggi ilmu dan iman. Fokus pengembangan SDM adalah pendidikan dan organisasi. Divisi Gloria Edukasindo antara lain Gloria People Development Canter, Pelayananan Kemajuan Siswa, TOPSI dan JoSeF. Pimpinan Gloria Edukasindo adalah Eko Cahyono Tjia, Psi, M.M.

Setelah sesi perkenalan selesai, fasilitator dari Gloria Edukasindo menerangkan bahwa MBTI merupakan alat untuk membantu mengukur kecenderungan kita. Dengan MBTI, peserta bisa mengetahui potensinya. MBTI tidak mengukur gangguan emosi maupun daya intelegensi. Akan tetapi mengukur kecenderungan tetapi bukan perilaku, karena kecenderungan dibawa dari lahir.
Ada 4 demensi kecenderungan dan kombinasi 4 dimensi (16 tipe).

Kecenderungan 1 memusatkan energi dan hubungan: extrovert, introvert.

Extrovert : lbh melihat disekitarnya, bertindak sebelum berpikir, mendapat energi dengan perjumpaan dengan orang lain, suka ikut kegiatan, meluapkan emosi ketika muncul, suka bergurau, persahabatan sebentar, minat dan wawasan luas, pemahaman dangkal.

Introvert : melihat diri, berpikir sebelum bertindak, mendapat energi dengan keheningan, tempat tenang, menyimpan perasaan, menahan diri, punya sedikit teman, wawasan lebih mendalam, tampak menarik.

Kecenderungan II dalam mengolah informasi : terperinci (sensing), pemimpi (intuition)

Sensing: berlaku pada info dr panca inra serta penerapan praktis. Menyukai kegiatan biasa dan terbukti, suka prosedur yg baku, belajar secara stabil dan sabar, mengamati secara detail, memulai pada bagian spesifik, suka merancang, harus segera melakukan sesuatu dan menikmati apa yang dilakukan.

Intuition: mengubah dgn melakukan hal baru, mempelajari hal baru, suka perubahan dan variasi, bermain secara tidak teratur, melihat secara umum/ keseluruhan, melihat secara umum, suka hal konseptual, dan berorientasi pd masa depan.

Kecenderungan III: pikiran (thinking), perasaan (feeling)

Pikiran (T): mendasarkan pada hal obyektif, memutuskan dengan otak, mendasarkan logika, menganalisis rencana scr alami, memperjuangkan keadilan, lebih kritis dan obyektif, menghargai kehidupan, menanggapi berdasar kondisi umum

Perasaan (F): berdasarkan nilai-nilai, mendasarkan pd perasaan, suka memahami, memperjuangkan keharmonisan, personal dan menghargai, melibatkan diri dengan kehidupan, tanggapan berdasar situasi dan kondisi.

Kecenderungan IV: teratur (J), spontan (P)

Teratur (J): gaya hidup teratur, suka hal dgn struktur jelas, senang mengandalkan dan mengatur hidup, sesuai rencana, terdukung jadwal dan batas yang jelas, nyaman dengan kepastian akhir, memenuhi batas waktu dengan perencanaan lebih awal,

Spontan (P): fleksibel, perubahan, dpt menikmati hidup, tidak terduga, terdukung keleluasaan, nyaman bila tidak ada batasan dan menikmati keadaan, memenuhi batas waktu secara tergesa-gesa,

Dalam melihat interpretasi dari tes MBTI, dapat diperhatikan bahwa ada hal yang dominan dari sifat seseorang. MBTI digunakan untuk memahami orang, menjelaskan perilaku, melihat kecendurungan yang dikembangkan, coaching conselling (satu persatu).
MBTI jangan digunakan untuk menjustifikasi seseorang, melebeli dan dan menghakimi orang lain. Kekuatan terletak dalam perbedaan, bukan dalam persamaan. (Stephen R. Covey).

Sesi Team Building oleh Tim Gloria Edukasindo
 
Sesi team building yang difasilitasi oleh Tim Gloria Edukasindo disampaikan lewat permainan dan refleksi. Dalam permainan team building, peserta merasa senang dan tertantang untuk mengeluarkan kemampuan secara pribadi maupun berkelompok. Dengan permainan-permainan yang dilakukan, diharapkan peserta dapat mengembangkan kerjasama dan mengetahui potensi dirinya ketika berada dalam kelompok.

Sesi diakhiri dengan refleksi bersama dan melihat penggalan film Facing the Giant yang telah dipersiapkan oleh Tim Gloria Edukasindo.
 
Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan pembuatan rencana tindak lanjut oleh panitia dan peserta. Diharapkan dengan kegiatan tindak lanjut yang dilakukan peserta, mereka bisa semakin mengembangkan diri di komunitas masing-masing.
 

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 18 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

MEET & GREET MAHASISWA AKTIVIS STUBE-HEMAT YOGYAKARTA

 

 

Stube-HEMAT mengadakan Meet & Greet mahasiswa aktivis Stube-HEMAT pada 16 Februari 2009 di Wisma Immanuel. Program ini dilakukan untuk mempertemukan mahasiswa aktivis Stube-HEMAT yang berpotensi dan membuat tindak lanjut kegiatan yang bisa dilakukan.

Acara ini dibuka oleh Pdt. Yeanne dengan menyampaikan renungan firman Tuhan dari Matius 4:1-10. Renungan ini tentang Tuhan Yesus yang memanggil Rasul untuk dijadikan rekan untuk mengabarkan injil dan menyelamatkan umat manusia. Tuhan Yesus mengajak kita untuk berbagi sukacita dengan yang lain dengan membagikan apa yang kita dapat dari pelatihan. Harta yang berharga yang disimpan tidak akan berguna. Akan berguna jika dibagikan. Dengan mengumpulkan teman-teman Stube-HEMAT, kita akan membagikan apa yang sudah kita dapat.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajakan untuk membuat kelompok minor dari pelatihan yang sudah dilakukan. Seperti membuat kelompok minor pertanian organik, karena pertanian organik prospek ke depannya sangat baik. Karena itu dibutuhkan teman-teman yang mau untuk mengembangkannya. Untuk teman-teman yang mempunyai komunitas, dapat mengundang Stube-HEMAT untuk diberi pelatihan. Karena Stube-HEMAT punya aset yang dapat di bagi bersama. Aset yang Stube-HEMAT punya antara lain tentang public speaking, spiritualitas, pengembangan diri,analisis sosial, pembuatan blog, pertanian organik dan yang lain-lain. Teman-teman bisa membagikan pengalamannya seperti Sagrim yang suka menulis dan akhirnya menulis sebuah buku, Ina dapat berbagi tentang saham, dan lain sebagainya. Teman-teman yang telah mengikuti pelatihan juga dapat membantu tim Stube-HEMAT dalam melakukan pelatihan.

Dalam aktivitasnya, Stube-HEMAT akan selalu menyampaikan informasi kegiatan-kegiatan yang sedang dan akan dilakukan kepada mahasiswa. Untuk teman-teman yang belum bergabung dalam mailing list Stube-HEMAT, diminta untuk segera bergabung.
Stube-HEMAT saat ini memfasilitasi kegiatan olah raga setiap hari Sabtu di Wisma Immanuel dan kegiatan Teater yang latihannya akan dilakukan hari Jumat. Japanese Club akan dilakukan di GKJ Mergangsan dan Les Bahasa Inggris akan dilakukan di Wisma Immanuel setiap hari Sabtu. Selain itu juga ada Kelas Jurnalistik setiap hari Sabtu di Wisma Immanuel.


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 16 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

MAHASISWA AKTIVIS STUBE-HEMAT MENJADI VOLUNTEER JOGJAKARTA GREEN FESTIVAL

 

Lembaga Jendela Ekologi mengadakan event Jogjakarta Green Festival pada 14 Februari 2009 di Mandala Bakti Wanitatama, Yogyakarta. Acara ini dilakukan dalam rangka Edukasi Publik “Untuk Adaptasi Perubahan Iklim pada Komunitas Indie dan Kampus di Perkotaan Yogyakarta”.

Perubahan iklim telah menjadi wacana banyak pihak. Meningkatnya gas rumah kaca yang terdiri dari karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitroksida (N2O) di atmosfer bumi telah memicu terjadinya pemanasan global yang kemudian berdampak pada perubahan iklim. Akibatnya, temperatur udara semakin panas. Berbagai macam bencana, seperti: kekeringan, banjir, longsor, badai, dan angin putting beliung terjadi silih berganti di berbagai belahan dunia.

Indonesia, sebagai negara kepulauan di wilayah tropis merupakan negara yang rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Perubahan pola curah hujan akan mengurangi ketersediaan air untuk irigasi dan air minum. Kekeringan panjang dan banjir akan menyebabkan kegagalan panen yang akan mengancam kehidupan para petani. Cuaca yang berubah-ubah secara ekstrim akan berdampak signifikan terhadap perekonomian sebagian besar masyarakat Indonesia yang bergerak pada sektor riil seperti bidang pertanian, perikanan, kehutanan, pesisir dan daerah perkotaan. Perubahan iklim akan menimbulkan ancaman besar bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan dan bencana alam yang akan menyebabkan kehancuran secara ekonomi, sosial, dan ekologis.

Di wilayah Yogyakarta, perubahan iklim telah menimbulkan permasalahan di kalangan petani. Beberapa tahun terakhir, petani di Yogyakarta mulai kesulitan menentukan musim tanam. Musim kemarau tidak lagi berkisar dari bulan April ke Oktober dan musim hujan tidak lagi tepat datang di bulan November hingga Maret. Meski belum terlalu berdampak pada jumlah hasil produksi pertanian, tetapi saat ini para petani mulai kesulitan memprediksi kapan waktu yang tepat untuk mulai bercocok tanam. Di samping itu, pada tahun 2006 di Yogyakarta, akibat cuaca yang berubah-ubah, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) mencapai angka 894 orang, penderita diare mencapai 5.366 orang dan penderita infeksi saluran pernafasan (ISPA) mencapai 47.378 orang penderita. Angka ini merupakan angka tertinggi jika dibandingkan dengan jumlah penderita jenis penyakit yang sama selama lima tahun terakhir.

Karena itu, perkumpulan Jendela Ekologi (JE), sebuah lembaga non profit di Yogyakarta memberikan perhatian besar terhadap masalah ini. Sebagai bagian dari komitmen mengembangkan pendekatan berkelanjutan dalam pembangunan ekologi sosial di Indonesia, maka program edukasi publik untuk adaptasi perubahan iklim dilakukan untuk komunitas indie dan kampus di wilayan perkotaan Yogyakarta.

Program ini akan fokus pada empat strategi: 1) Pengembangan konsep berupa eksplore data dan informasi terkait dampak perubahan iklim secara langsung dan tidak langsung terhadap kehidupan kelompok sasaran. Tujuannya agar dapat dikumpulkan informasi terkait pemahaman kelompok sasaran tentang perubahan iklim, apa saja perilaku dan pola konsumsi mereka yang berdampak pada perubahan iklim, sehingga dikembangkan pendekatan yang konseptual dalam pelaksanaan program ini, 2) Promo program melalui penyebaran poster dan release kepada kelompok sasaran, publikasi dalam website Jendela Ekologi dan event-event stake holder, serta talk show di radio dan televisi lokal Yogyakarta. Promo ini diharapkan dapat menyebarluaskan informasi tentang program dan teknis pelaksanaannya kepada kelompok sasaran dan masyarakat perkotaan Yogyakarta, 3) Edukasi publik, dilaksanakan melalui film festival, kontes fotografi, green teatrikal, dan green music event, penyebaran infosheet, talkshow radio, dan FGD campus to campus untuk diskusi tentang adaptasi perubahan iklim, 4) Tindak lanjut program melalui pembentukan dan pelatihan peer group untuk adaptasi perubahan iklim dan perilaku ramah lingkungan di perkotaan Yogyakarta. Peer group direkrut dari personil-personil potensial kelompok sasaran dan merupakan cikal bakal dari eco creative community, sebuah komunitas kreatif dan peduli lingkungan hidup yang akan dibina dan difasilitasi oleh Jendela Ekologi.

Jogjakarta Green Festival merupakan akhir dari rangkaian program edukasi publik untuk adaptasi perubahan iklim tersebut. Dalam Jogjakarta Green Festival, 18 mahasiswa aktivis Stube-HEMAT menjadi bagian dari panitia penyelenggara. Mereka mendukung berjalannya acara dari awal sampai akhir.

Partisipasi mahasiswa aktivis Stube-HEMAT dalam acara ini antara lain: 1) ikut mempersiapkan tempat festival, 2) menjadi panitia selama acara berlangsung, dan 3) berpartisipasi dalam kepanitiaan lomba menggambar,dan 4) mengikuti pameran lembaga-lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

 


Mahasiswa aktivis Stube-HEMAT sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka melihat bahwa dengan terlibat dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan banyak pengetahuan dan dapat berjejaring dengan teman-teman dari lembaga yang lain.

Bagi Stube-HEMAT, kegiatan seperti ini dapat menjadi media untuk berjejaring dan memperkenalkan lembaga pelayanan mahasiswa ini pada lembaga-lembaga lain. Tetap semangat!

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 11 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

Tim Kerja Stube-HEMAT Mengisi Seminar Public Speaking di STTNI

 

 

Senat Sekolah Tinggi Teologi Nazarene Indonesia (STTNI) mengadakan Seminar Public Speaking pada 2 Februari 2009. Pada kesempatan ini, salah satu tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, Widiaji, menjadi pemateri seminar.

Seminar Public Speaking diadakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa STTNI tentang apa itu public speaking. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa Teologi setiap aktivitas pelayanan mahasiswa STTNI memerlukan ketrampilan public speaking yang baik.

Materi public speaking yang diberikan antara lain: 1) arti dan tujuan public speaking, 2) modal dasar public speaking, 3) tipe-tipe pembicara, dan 4) tips-tips menjadi public speaker yang baik. Selain pemberian materi, dalam seminar ini diadakan 2 tes sederhana tentang topik-topik yang berkaitan dengan public speaking.

Peserta seminar antusias untuk mengikuti seminar ini. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang peserta lontarkan dalam seminar ini.

Peserta seminar lebih dari 40 orang. Sayangnya, hanya 20 orang yang mengisi absensi. Dan tidak ada dokumentasi. Kedua hal ini menjadi catatan untuk meningkatkan persiapan kegiatan yang akan datang.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 4 Mei 2009
oleh Stube HEMAT

PROGRAM ORIENTASI 2009

 

 

Ada banyak kegiatan dalam Program Orientasi 2009. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
1. Tim Kerja Stube-HEMAT Mengisi Seminar Public Speaking di STTNI
2. Mahasiswa Aktivis Stube-HEMAT Menjadi Volunteer Jogja Green Festival
3. Meet & Greet Mahasiswa Aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta
4. Pelatihan Pengembangan Diri
5. Pengenalan Stube-HEMAT di Asrama Kamasan
6. Kelas Bahasa Inggris
7. Kelas Bahasa Jepang
8. Kelas Jurnalistik
9. Workshop Teater
10. Olahraga
11. Kelas Komputer


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook