Menyampaikan Pesan dengan Video  

pada hari Senin, 8 Juni 2020
oleh adminstube
 
 

 

Komunikasi menjadi kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan manusia lainnya dan seiring zaman yang berkembang komunikasi semakin dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan sehingga berkembang menjadi beragam cara dan bentuk, bahkan melampaui batasan ruang dan waktu. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu seseorang mengungkapkan gagasan, kegelisahan dan pemikiran. Dari pemikiran ini Stube-HEMAT Yogyakarta memfasilitasi mahasiswa dengan pelatihan Communication Skills online yang melatih mahasiswa memiliki keterampilan berkomunikasi untuk mengungkapkan ide-ide mereka dan menyampaikannya melalui video. Ada duapuluh tiga mahasiswa dari berbagai daerah dan program studi mengikuti pelatihan ini dan menghasilkan duapuluh satu video dalam tiga kategori:
 
Kategori Masalah Sosial
1. 4S - Sumba Syantik Susah Sinyal, oleh Apronia, https://youtu.be/r-d2VrnDGIQ
2. Nebeng di teman, oleh Elin, https://youtu.be/jfHHYsPPcJg
3. Pilih Nikah atau Kuliah, oleh Linda, https://youtu.be/NkA5CutSQNw
4. Permasalahan di Gunung Kidul, oleh Adnan, https://youtu.be/3OdG5Xl_pQw
5. Di antara Rindu & Corona, oleh Jemri, https://youtu.be/0cGwh8IUJZg


Kategori Covid-19
1. Efek Karantina, oleh Natra https://youtu.be/6i-IFlCbmwg
2. Ose Pahlawan Karena Seng Pulang Kampung, oleh Marcho & Lambert, https://youtu.be/OoUudEZKLUM
3. Puao Terkini Covid 19, oleh Sindy, https://youtu.be/WvrRGPTb8Ic
4. Jaga Jarak Bukan Berarti Menjauh, oleh Satry, https://youtu.be/tcfrLKAMmeQ
5. Dicium Aspal Baru Tau Rasa, oleh Aldo, https://youtu.be/7Gg8uSVM-nI
6. Mahasiswa Sumba Waspada Covid, oleh Trisno, https://youtu.be/ngjE93tHHbc
7. Dampak Covid-19 Dalam Industri Pariwisata, oleh Ine, https://youtu.be/bCmSVN_UFRo
8. Salah Kaprah Pemahaman Istilah-Istilah Dalam Covid-19, oleh Nia Oy, https://youtu.be/oqq6rlPR2eM
9. Covid-19 Bukanlah Penghalang, oleh Alen, https://youtu.be/hSPzUYJOu_Y
10. Corona Sumba, oleh Deriatus Awa, https://youtu.be/ul8sngloxQo
11. Haruskah Mudik Saat Pandemi Covid 19?, oleh Irene, https://youtu.be/fL6nrXjmt_A


Kategori Bebas
1. Top 3 lagu di rumah saja, oleh Wanti https://youtu.be/rwPDVJ1kb6E
2. Perubahan karena COVID, oleh Wulan, https://youtu.be/M8B8-82_3Ng
3. Tips Mengatasi Stress di Rumah Aja, oleh Gilang & Lusi, https://youtu.be/ltJH9EnJTYc
4. Desa Pluneng Melewati Cobaan Covid-19, oleh Aistia, https://youtu.be/adoZLDEcvuI
5. Ketaatan Di Tengah-tengah Covid 19, oleh Rivaldo, https://youtu.be/Wj3nOp2R05c


 
Proses pelatihan dan pendampingan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi sampai pada pembuatan video meninggalkan kesan kuat bagi peserta, seperti yang diungkap oleh Ellyn atau Aprilian Sari Tamu Ina, “saya sangat senang ikut pelatihan ini karena bermanfaat dan belajar banyak hal tentang communication skills, belajar bersama dan berkenalan dengan teman baru. Yang paling berkesan ketika membuat video prosesnya menantang dan berkali-kali ‘take’ video karena kesalahan kecil dan itu lucu sekali. Pelatihan ini memberi manfaat saya lebih percaya diri berbicara di depan umum dan tidak rasa takut lagi”

Penasaran dengan video lainnya? Silahkan klik tautan-tautan yang ada dalam daftar judul video di atas. (TRU).
 

  Bagikan artikel ini

Mengambil Kesempatan Belajar dan Mengedukasi Refleksi Peserta Communication Skills Tahun 2020 gelombang 4  

pada hari Rabu, 3 Juni 2020
oleh adminstube


 

Perjumpaan saya dengan Stube-HEMAT di Bengkulu berlangsung spontan, ketika itu seorang rekan kuliah menawarkan saya untuk mengikuti diskusi bertema "51 Tahun Bengkulu: Perkembangan dan Kemajuannya dalam Bidang Ekonomi" yang diadakan oleh Program Multiplikasi Stube-HEMAT di Bengkulu. Ini menarik perhatian saya sebagai mahasiswa yang kuliah ekonomi. Dari diskusi tersebut ditemukan berbagai realita masalah ekonomi yang terjadi di Bengkulu dan salah satu yang saya ungkapkan di sana adalah perekonomian penduduk asli yang tidak semakmur pendatang karena mereka cenderung ingin mendapat uang cepat dengan menjual tanah kepada pendatang, sehingga lama kelamaan mereka kehilangan lahan kerja. Ini menjadi awal keterlibatan saya dengan Program Multiplikasi Stube-HEMAT di Bengkulu.
 

 

 

Saya Linda Titiwijayanti, dari kecamatan Argamakmur, kabupaten Bengkulu Utara dan saat ini kuliah di fakultas Ekonomi program studi Akuntansi di Universitas Negeri Bengkulu. Selain kuliah dan bertani, saya berteman akrab dengan buku dan pena, lebih suka mendengar, berdiskusi dan mengungkapkan gagasan melalui tulisan daripada berorasi menyampaikan ide di jalan. Bukankah dengan tulisan, kita tetap bisa berdemokrasi dan mengungkapkan aspirasi?

 

 

 

Saat ini saya aktif menjadi kontributor tulisan di Redaksi Simple-B.online yang diasuh oleh Yohanes Dian Alpasa, S.Si dan Yedija Manullang, yang lebih dahulu bergabung dengan Stube-HEMAT. Kegiatan terbaru yang saya ikuti yaitu program Comunication Skills Stube-HEMAT Yogyakarta yang berlangsung selama delapan hari pembimbingan dalam kelompok kecil bersama dua teman dari Gunungkidul dan Klaten yang dilatih oleh Trustha Rembaka dan Putri Laoli. Saya menemukan teknik berkomunikasi yang baik mulai dari cara bicara, ‘eye contact’, dramatisasi dan juga strategi membangun percaya diri dan promosi. Di bagian akhir pelatihan, masing-masing  peserta membuat sebuah video sebagai buah pelatihan Comunication Skills. Dalam pelatihan saya baru menyadari bahwa ternyata lebih sulit berbicara di depan kamera daripada berbicara langsung di depan audiens, karena saya sendiri lebih percaya diri jika tanpa kamera. Namun dari materi dan praktek pelatihan saya bisa mengatasi ketakutan saya akan kamera.

 


 

Video saya mengangkat masalah tingginya angka pernikahan dini di Bengkulu yang menempati urutan ke sepuluh di Indonesia berdasar data BPS Nasional tahun 2018. Dengan menikah dini, mereka mengesampingkan pendidikan yang sangat penting guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Kesulitan yang saya hadapi dalam proses pembuatan video ini yaitu mencari waktu yang tepat, karena saya juga harus melakukan pekerjaan rumah, membantu orang tua bekerja di kebun sayur, sementara saya juga harus memperbaiki naskah beberapa kali. Bahkan saya harus mensiasati waktu luang dan tenaga untuk merekam video, yakni menjelang senja. Namun pada akhirnya saya puas dengan hasilnya. Silahkan tonton di link https://youtu.be/NkA5CutSQNw

 


 

Dari postingan video tersebut, saya menerima respon baik dari teman-teman yang menyaksikannya. Mereka terhibur dan buat saya yang paling penting mereka teredukasi. Adalah hal yang berkesan bagi saya bisa menyampaikan pesan positif baik melalui video maupun tulisan. Tunggu video saya saya selanjutnya. Terima kasih Stube-HEMAT. Semangat berkarya bagi kita semua! (Linda Titiwijayanti).


  Bagikan artikel ini

Online Training: Berkomunikasi Menyatukan Ide   Pendampingan Pelatihan Communication Skills (2)  

pada hari Selasa, 2 Juni 2020
oleh adminstube
Online training memberi tantangan tersendiri. Saat berkomunikasi dengan peserta jarak jauh yang berbeda zona waktu dan latar belakang budaya, berulang kali harus mengatakan hal yang sama, karena jaringan tersendat, hidup-mati, dan mengulang untuk memastikan apakah maksud yang disampaikan sudah pas. Ditambah lagi menyatukan ide untuk dilahirkan dalam satu produk video, benar-benar menguras ide-ide kreatif yang dimiliki. Rata-rata peserta masih pemula dan belum memiliki pengalaman memproduksi video.

 

 

 

Wilton Paskalis. Hal utama dalam Communication Skills adalah berbicara di depan umum dan ini menjadi tolok ukur yang harus dicapai seseorang dalam pelatihan ini. Saya menemukan karakter bicara peserta yang berbeda-beda dan unik. Ini menujukkan kekhasan yang menggambarkan asal-usul peserta dari beragam daerah di Indonesia, jadi penyesuaian diri mutlak harus dilakukan oleh pendamping maupun peserta, kemudian saling mengisi dan membangun keterhubungan sehingga pelatihan dapat berjalan dengan baik. Saya merasa senang ketika menemukan tips berkomunikasi yang baik dan bahkan nilai-nilai tanggung jawab, kerjasama, disiplin, profesional dan kesabaran. Saya percaya ini semua bukan suatu kebetulan tetapi bagian dari roda kehidupan.

 



 

Thomas Yulianto. Saya bersyukur bisa menjadi berkat bagi peserta pelatihan Communication Skills Stube-HEMAT Yogyakarta, sehingga mereka yang awalnya masih takut dalam berkomunikasi bisa mengalahkan rasa takutnya, bahkan percaya diri untuk berkomunikasi. Masing-masing peserta memiliki pengalaman pribadi dan saya belajar hal yang baik dari pengalaman mereka dengan beragam latar belakang dari Aceh sampai Kupang. Harus diakui bahwa ada peserta yang kurang antusias mengikuti tahapan pelatihan karena berbagai alasan dan peserta sulit dihubungi karena jaringan komunikasi yang tidak stabil, kegiatan kampus dan lainnya. Saya belajar banyak hal, antara lain sabar mendampingi peserta dengan beragam karakter orang, tetap produktif di tengah Pandemi Covid-19. Intinya, dengan belajar di mana pun, kapan pun dan kepada siapa pun, maka kita akan berhasil dan menjadi orang yang berdampak positif.

 



 

Erik Poae. Hal pertama yang saya pikirkan saat mendampingi peserta pelatihan Communication Skills adalah tantangan untuk lebih percaya diri dibandingkan peserta. Memang saya pernah mengikuti pelatihan dengan topik yang sama beberapa tahun lalu tetapi sebagai peserta secara langsung, bukan online. Dengan bekal pengalaman ini saya lebih mantap menjadi pendamping. Setiap tahapan berlangsung 6-8 hari, berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indoensia dengan beragam karakternya. Proses ini juga membentuk saya menjadi trainer yang baik dengan belajar menyesuaikan diri dalam segala kondisi yang ada. Terkadang rasa tidak percaya diri muncul karena saya berpikir mereka memiliki kepandaian lebih. Selama proses berjalan, saya senang karena terbukti apa yang saya pelajari menjadi hal baru bagi mereka. Ini membuat saya makin mengerti bahwa kita tidak boleh takut mencoba hal-hal baru terutama untuk mengasah soft-skills dan hard-skills kita.

 


Pengalaman-pengalaman ini menjadi pembelajaran bersama, apakah sebagai pendamping maupun peserta. Dengan tekad untuk melakukan yang terbaik di setiap kesempatan yang ada tentu menghasilkan pengaruh positif demi peningkatan kualitas sumber daya manusia. (TRU).


  Bagikan artikel ini

Online Training:
Merespon Pandemi Covid-19 Pendampingan Pelatihan Communication Skills (1)

pada hari Selasa, 2 Juni 2020
oleh adminstube
 

 

 

 

 

Pelatihan Communication Skills Stube-HEMAT Yogyakarta berlangsung di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan pelatihan online untuk mengurangi interaksi fisik sesuai dengan protokol kesehatan WHO. Metode online membuka kesempatan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi peserta. Pelatihan Communication Skills dilakukan secara bertahap hingga 4 gelombang sesuai antusias peserta. Akhirnya, dua puluh tiga mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam pelatihan ini dan menghasilkan dua puluh satu video pendek edukasi dengan beragam topik. Berikut adalah pengalaman para pendamping pelatihan.

 

 

 

Trustha Rembaka. Pelatihan Communication Skills Stube-HEMAT Yogyakarta secara online menjadi strategi taktis merespon pandemi Covid-19. Adapun tantangan yang pertama berkaitan dengan keterampilan komunikasi itu sendiri tidak cukup dipahami saja, tetapi juga perlu dipraktekkan. Kedua, teknik online berkaitan erat dengan ketersediaan jaringan komunikasi baik di lokasi pelatih maupun peserta. Kenyataan dalam pendampingan tidak berbeda dengan perkiraan awal, yakni perlu interaksi tatap muka untuk transfer pengetahuan berupa praktek berbicara dan memperbaiki teknik berbicara. Selain itu juga meyakinkan kepercayaan diri peserta melakukan terobosan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi mereka. Hal yang sangat berkesan adalah perjuangan peserta mengatasi hambatan ketiadaan jaringan listrik dan akses internet. Yang bersangkutan harus berjalan kaki pagi sejauh 4 km pulang pergi untuk mengisi energi ‘charge’ handphone di tempat jaringan listrik terdekat, dan menjelang sore naik bukit untuk mendapatkan sinyal untuk berkomunikasi dengan videocall. Betapa hebatnya mereka berjuang untuk meningkatkan kualitas diri. Selain itu, pelatihan ini mendorong peserta ‘melompati’ hambatan diri. Awalnya mereka menganggap diri mereka tidak bisa berbicara di depan publik tetapi melalui pelatihan ini mereka dilatih berbicara dan bahkan menghasilkan video.

 


 

 

Sarloce Apang. Pemanfaatkan media sosial WhatsApp dan Facebook berupa kelas online kepada mahasiswa menjadi hal pertama yang dilakukan dalam pelatihan Communication Skill Stube-HEMAT Yogyakarta. Materi pengambilan video di lapangan menjadi tantangan tersendiri, karena tidak setiap peserta paham teknik pengambilan video. Namun demikian, saya juga belajar membuat materi yang mudah dipahami oleh pemula dan mengarahkan peserta membuat narasi yang detail sehingga mudah dipahami saat membaca. Selanjutnya akses internet yang belum merata di daerah menjadi kendala tersendiri, namun peserta tetap semangat melakukan videocall atau aktif di media sosial. Saya selalu menanti hasil rekaman video yang mereka kirimkan dan puas dengan hasilnya. Bagi mahasiswa yang memiliki akses internet bagus, pelatihan ini memantik mereka berkreasi dan produktif walau kuliah dari rumah. Saya pun secara tidak langsung terus meng’upgrade’ kemampuan diri saya.

 



 

 

Putri Laoli.  Ketika pandemi Covid 19 melanda, saya berpikir tidak bisa bekerja seperti biasa, tapi nyatanya melalui WhatsApp group program Communication Skills secara online bersama team Stube-HEMAT Yogyakarta dapat terlaksana. Bahkan pelatihan ini mendapat respon tidak hanya mahasiswa di Yogyakarta, tetapi juga dari Malang, Klaten dan bahkan dari luar Jawa seperti Kepulauan Aru, Sorong, Kupang, Halmahera, Sumba dan Bengkulu. Selain membahas keterampilan berkomunikasi, pelatihan ini juga menghasilkan video pendek edukatif tentang Covid19 dan realita sosial di sekitar peserta tinggal. Ada nilai-nilai kehidupan yang saya temukan dan refleksikan yakni ketika situasi sulit menghimpit, maka seseorang harus cerdas menyesuaikan diri dengan keadaan dan mendorong daya kreatif memanfaatkan potensi lain yang tidak terpikirkan sebelumnya. Ini butuh rasa percaya diri untuk mencoba sesuatu yang baru dengan bertanggungjawab sekaligus mentransfer pengetahuan dan sikap positif kepada orang lain. Jadi, dalam keadaan sulit apapun, jika pantang menyerah maka kita akan menjadi pemenang! (TRU).

 

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook