pada hari Sabtu, 28 Agustus 2010
oleh Stube HEMAT

Seminar Teologi Pembebasan di UKDW

 

Tim kerja Stube-HEMAT, Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Si dan Rhony Simatupang bersama teman-teman mahasiswa aktivis Stube-HEMAT mengikuti Seminar Teologi Pembebasan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Theologia Universitas Duta Wacana pada hari Jumat, 27 Agustus 2010.

 
Seminar ini menghadirkan pembicara AA GN Ari Dwipayana dari Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM; Budiono Sri Handoko, Ph.D, FE UGM; dan JB Banawiratma, Fakultas Theologia UKDW.
 
AA GN Ari Dwipayana mengemukakan bahwa realitas perkembangan Indonesia mutakhir di era transisi seringkali diibaratkan sebagai kotak pandora yang terbuka. Terbukanya kotak pandora membuat berbagai kebhinekaan yang tertekan dan terpendam di masa kekuasaan otoritarian Orde Baru mendapatkan saluran untuk keluar. Sehingga, dalam kondisi semacam itu, pluralitas kepentingan dalam masyarakat, baik dengan berbagai ekspresinya yang berkarakter ideologis, kultural, dan ekonomi-politik, teraktualisasi secara bersamaan dalam ranah publik.
 
Budiono Sri Handoko, Ph. D lebih fokus pada masalah ekonomi pembangunan di Indonesia di mana banyak masalah muncul, yakni pengangguran, kemiskinan, ekspoitasi sumber daya alam dan lain sebagainya.
 
JB Banawiratma memberikan materi tentang Teologi Pembebasan yang merupakan suatu perspektif dalam semua bidang teologi, yakni perspektif pembebasan kaum miskin dan tertindas. Dalam konteks tersebut, pembebasan memperjuangkan perberdayaan kaum miskin dan para korban dengan perspektif adil gender, HAM, dan lingkungan hidup.
 
Peserta sangat antusias dengan materi seminar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 20 Agustus 2010
oleh Stube HEMAT
  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 9 Agustus 2010
oleh Stube HEMAT

Undangan: Diskusi "Tantangan Masyarakat Kota dan Peradabannya

 

Dalam rangka Program Masyarakat Urban, Stube-HEMAT Yogyakarta bekerjasama SOS dan Wadah Titian mengadakan diskusi "Tantangan Masyarakat Kota dan Peradabannya".

Diskusi ini akan diadakan pada hari Jumat, 13 Agustus 2010, pada pukul 15.30 - 17.45 di Sekretariat Wadah Titian, Gedung Agape Lt. Dasar Universitas Kristen Duta Wacana (UKWDW) Yogyakarta dengan narasumber:

Dr. Paulus Bawole (Dosen Arsitektur UKDW) dan Prof. Dr. Susetiawan (Dosen FISIPOL UGM)

Kontribusi: GRATIS

Untuk konfirmasi keikutsertaan, silakan hubungi: Yeanne ( 0852 281 60008) atau Rhoni (0818 0267 8591) paling lambat hari Kamis, 12 Agustus 2010.

 

 


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 7 Agustus 2010
oleh Stube HEMAT

Program Masyarakat Urban

 

 

Stube-HEMAT membuka Program Masyarakat Urban untuk mahasiswa pada bulan Juli - September 2010. Program ini bertujuan: 1) memberikan perspektif yang tepat untuk memahami permasalahan masyarakat kota, 2) mengkaji dan menganalisis permasalahan masyarakat kota/masyarakat urban di Indonesia, dan 3) melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan masyarakat kota di Indonesia.

Sasaran program ini adalah mahasiswa Kristiani dan pemuda gereja dengan bentuk kegiatan: diskusi, pelatihan dan eksposur, dan follow up.

Diskusi akan dilakukan pada bulan Juli dan Agustus. Pelatihan akan diadakan di gedung CD Bethesda pada tanggal 3-5 September 2010. Pelatihan mengambil tema "Tantangan Masyarakat Kota dan Peradabannya". Materi pelatihan antara lain: perkembangan kota, analisis sosial masalah perkotaan, dan eksposur (kunjungan lapangan).

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lengkap, hubungi:
Yeanne (085228160008) atau kirim email ke stubehemat@yahoo.com.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 4 Agustus 2010
oleh Stube HEMAT

Eksposur Lokal tentang Trafficking di NTT

 
oleh:
Saralince Bunga Tadu
Mahasiswa STPMD-APMD Yogyakarta

Sejarah terjadinya trafficking di Indonesia
Pada awalnya, kebijakan penempatan buruh migran adalah reproduksi kebijakan kolonial Belanda yang pada saat itu membutuhkan buruh perkebunan untuk menggarap lahan-lahan perekebunan di kawasan Sumatera. Hingga kemudian juga berlangsung pengiriman orang Jawa dan orang India ke Suriname untuk tujuan yang sama. Pola-pola tersebut adalah mobilisasi tenaga kerja untuk kepentingan kolonial. Sementara pola migrasi orang Bugis, Madura, Bawean, Sasak dan Flores ke Malaysia Semenanjung dan Sabah. Sementara jalur migrasi tenaga kerja ke Timur Tengah terjadi karena “efek samping” perjalanan ibadah haji dan umrah. Disamping itu, kerjasama serikat buruh berbasis Islam juga turut serta memperkuat perikatan tersebut.

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook