Memperkuat Penghayatan Mahasiswa atas PanggilanNya

pada hari Sabtu, 29 Januari 2022
oleh Daniel
Sosialisasi Stube HEMAT Yogyakarta di Ikatan Kebersamaan Teologi PAK (IKTP) STAK Marturia

 

Oleh Daniel          

 

Mahasiswa punya mimpi untuk berhasil, dan keberhasilan membutuhkan pendukung, seperti pengetahuan, yang dapat menambah kapasitas dirijejaring yang dimiliki mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan atau softskills-nya. Bekal untuk menjawab tantangan-tantangan di masa depan bisa didapatkan baik di dalam kampus melalui kegiatan perkuliahan, praktek, organisasi kampus atau perkumpulan kelompok mahasiswa, maupun di luar kampus seperti terlibat di organsisasi kemasyarakatan, dan lembaga peningkatan SDM.

 

 

Sebagai lembaga pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia, Stube HEMAT Yogyakarta konsen terhadap mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi pionir-pionir pengembangan sumber daya di daerahnya. Stube HEMAT terus memperluas jejaring kepada mahasiswa dengan mengadakan sosialisasi program Stube HEMAT Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Kebersamaan Teologi dan PAK (IKTP) STAK Marturia Yogyakarta (28/01/2022) dan diwakili oleh Yuel Yoga Dwianto dan Daniel.

 

 

Beberapa mahasiswa dari STAK Marturia Yogyakarta yang tergabung dalam wadah Ikatan Kebersamaan Teologi dan PAK mengadakan ibadah rutin dan diskusi tentang kegelisahan organisasi di GKSBS. Eri Kristian menyampaikan topik Menghidupkan dan Menghidupi kegelisahan Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS). Dalam diskusi ini, Eri mengawali dengan sebuah pertanyaan, apa yang harus dihidupkan? Dan apakah selama ini belum hidup? Selanjuntya Eri memaparkan Nilai-nilai GKSBS, yang terdiri dari 11 poin: Asketisme untuk BerbagiKeadilan yang BerpihakKeadilan GenderDialog untuk PartisipasiMenguatkan OrganisasiMenguatkan Lembaga Keuangan LokalPendidikan untuk Kecakapan HidupSensitif EthnisAkuntabilitasPerbaikan Ekologi, dan Spiritualitas. Nilai-nilai ini berasal dari GKSBS yang menghayati dirinya sebagai bagian dari konteks Sumbagsel. Kehadiran GKSBS berusaha untuk melayani konteks dengan memproklamasikan diri sebagai gereja daerah. Dari kesadaran akan konteks, GKSBS mengupayakan untuk menghadirkan nilai-nilai yang menjadi pedoman dan arah strategis dari tindakan dan pelayanannya.

Masing-masing peserta mendalami nilai-nilai GKSBS dan memberikan tanggapan, Daniel Prasdika, salah satu peserta yang berasal dari GKSBS Seputih Rahman mendapat nilai Akuntabilitas (pengelolaan atau pemberdayaan yang stabil). Ia menyampaikan beberapa poin penjelasan dalam Akuntabilas, yaitu, pertama, selalu melibatkan sebanyak mungkin para pihak untuk memutuskan arah dan tujuan organisasi atau gereja, dan, kedua, sejarah dan berbagai pekerjaan kita terdokumentasi dengan baik dan semakin banyak para pihak yang tahu dan mau berpartisipasi. Selain itu, pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai GKSBS akan memperkuat mahasiswa Teologi dan PAK menghayati panggilanNya dalam studi dan pelayanan.

 

 

Setelah diskusiYuel Yoga Dwianto, memperkenalkan Stube HEMAT Yogyakarta kepada para peserta diskusi dengan memaparkan program-program baru di semester ini, antara lain Energi dan Lingkungan: Bertanggungjawab dalam produksi dan konsumsi, dan Pendidikan di Zaman Teknologi Maju. Program lainnya adalah Eksposur Lokal ke Lampung yang membuka kesempatan kepada mahasiswa dari luar daerah untuk mengunjungi Lampung dan mempelajarinya. Ia juga menceritakan pengalaman berpartisipasi di kegiatan di Stube yang bermanfaat bagi dirinya.

Terus bersinergi dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa, membentuk mahasiswa menjadi manusia berpengalaman yang siap menjawab tantangan hidup. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook