pada hari Rabu, 2 Desember 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 1 Desember 2009
oleh adminstube

L

 

 

L


  Bagikan artikel ini

pada hari Minggu, 1 November 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 23 September 2009
oleh adminstube

Eksposur ke DPRD Gunungkidul

 

 

Teman-teman peserta Program Masyarakat Sipil mengikuti public hearing di DPRD Gunungkidul bersama teman-teman dari AJI DAMAI pada 21 September 2009. Dalam public hearing ini, masukan-masukan yang diberikan kepada pihak DPRD antara lain tentang pembangunan jalan lintas selatan di Kabupaten Gunungkidul, pengusutan kasus korupsi di pemerintahan daerah Kabupaten Gunungkidul, kunjungan-kunjungan yang dilakukan pihak DPRD yang dipandang tidak efektif, dan advokasi dan pemberian bantuan kepada pengidap HIV/AIDS di Gunungkidul.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 21 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 19 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 17 September 2009
oleh adminstube

Hasil kerjasama Stube-HEMAT – GKJ Jhodog dalam mengembangkan pertanian organik di Jhodog

 

Terbayangkah dibenak kita suatu hari nanti tidak ada tanah untuk ditanami? Atau sejenak merenung tentang orang yang menanam padi sebagai awal proses nasi goreng yang terhidang di meja kita? Kesibukan demi kesibukan merampas ingatan juga perhatian kita akan pertanian sebagai sumber pangan. Akankah nanti kalau tiba masa sulit tanpa ada sebutir beraspun beredar di pasaran, sontak semua akan menangis penuh penyesalan betapa kita selama ini melalaikannya?
Pertanyaan di atas menggelitik Pelayanan Diakonia GKJ Jodhog Bantul, sebagai gereja yang tumbuh di desa untuk hidup dan menghidupi berdasar konteks lokalitas yang dipunyai. Pdt. Hardjono, gembala sekitar 200 jemaat yang meliputi 80 kepala keluarga, merasa tertantang “apa yang bisa aku perbuat?”
Banyak hal telah dicoba dan dikerjasamakan sampai pada suatu saat di medio November 2008, GKJ Jodhog kedatangan mahasiswa yang tergabung dalam wadah STUBE HEMAT meminta ijin melakukan serangkaian kegiatan berkaitan dengan pertanian organik di gerejanya. Dengan terbuka, mahasiswa-mahasiswa ini diterima baik untuk mendapatkan tempat berlatih. Jadilah gedung gereja sebagai tempat pelatihan pertanian organik.
Berawal dari pelatihan ini Pdt. Hardjono mengenal seorang pejuang pertanian yang mendedikasikan hidupnya untuk pertanian organik yang bernama Edi Suhermanto. Bersama mahasiswa Stube HEMAT, Pdt. Hardjono mengajak jemaat petani belajar pertanian organik secara detail di tempat Bpk. Edi Suhermanto, di dusun Bejen, Sleman. Rasa pesimis karena kegagalan praktek pertanian organik masa lalu sempat membuat jemaat petani ragu-ragu untuk memulai kembali.
Dorongan mahasiswa dan kesediaan Bapak Edi untuk datang dan mendampingi, menggugah mereka untuk bangkit. Fokus pada pengolahan tanah merupakan kunci dari semua usaha pertanian. Tahap demi tahap para petani ini belajar dan mempraktekkan di lahan masing-masing. Memulai sesuatu memang tidak mudah dan perlu perjuangan, demikian pula yang dialami diawal proses.
Kerja keras dan kesungguhan itu ternyata tidak sia-sia. Medio Mei 2009 mereka mulai menanam dan setelah 4 bulan, pada bulan Agustus petani-petani ini sudah bisa panen padi. Hasilnyapun luar biasa. Meski tanpa pupuk kimia sebagaimana selama ini dilakukan, panen tidak berkurang bahkan sama. Bulir-bulir padi penuh berisi dibandingkan sebelumnya dengan gambaran; dari 3 karung beras biasanya ada ½ karung bulir kosong, saat ini hanya 1 ember.
“Saya sangat bersyukur dengan hasil yang ada setelah kami mencoba pertanian organik dengan menitik beratkan pada pengolahan tanah. Pekerjaan petani menjadi sangat ringan selama 3 bulan karena sudah bekerja keras mengolah tanah diawal,” jelas Pdt. Hardjono.
“Pestisidanyapun kami dapatkan dari apa yang ada di sekitar kami,” imbuhnya. Kesibukan sebagai pendeta dan petani menjadi 2 dunia yang sangat menyenangkan bagi Pdt. Hardjono meskipun dia harus turun ‘nyawah’ 3 kali setiap minggu.
Di kalangan petani Jodhog saat ini Pdt. Hardjono lebih dikenal sebagai penyuluh pertanian dibandingkan sebagai seorang pendeta. Hal ini tidak membuatnya terganggu bahkan dia merasa gembira bisa dekat dengan jemaat petani bahkan para petani di sekitar Jodhog. Saat ini jemaat petani dan petani sekitar Jodhog tergabung dalam wadah Paguyuban Tani Organik Jodhog dengan memakai rumah Pdt. Hardjono sebagai basecamp dan separuh anggota paguyuban ini bukan jemaat gereja.
Rupanya model gereja yang mendampingi petani yang termuat di blog Stube HEMAT menarik perhatian Bapak Puji Sulaksono, mahasiswa S2 theologia di Singapura yang kemudian melakukan riset di Jodhog selama 1 bulan. “Saya sebenarnya merasa kecil dibidang pertanian dan sebuah kehormatan mendapat perhatian untuk riset,” ujarnya saat mampir ke sekretariat
Stube HEMAT untuk memberitahukan kabar gembira keberhasilan panen para petani sekaligus mendiskusikan cara pemasarannya. Selain harum aroma nasi yang dimasak, beras organik ini juga sehat karena tanpa bahan kimia dalam proses penanamannya.
Melalui artikel ini Pdt. Hardjono berharap bisa membuka jejaring untuk pengembangan paguyuban petani organik Jodhog dan mengundang jemaat-jemaat untuk mencicipi beras organik hasil panen petani-petani ini. Paguyuban terbuka apabila ada lembaga gereja atau lembaga pendampingan masyarakat yang tertarik untuk mendampingi demi pengembangan ke depan. Adapun contact person paguyuban ini melalui Pdt. Hardjono dengan nomer kontak (0274) 652 9811 atau di 0812 295 9323. *

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 14 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 12 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 9 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 7 September 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 25 Juli 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 22 Juli 2009
oleh adminstube

Eksposur Lokal ke Dobo

 

 

Yohana M. Kalorbobir, mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan Stube-HEMAT Yogyakarta, mempresentasikan rencana program eksposur lokal yang akan dilakukannya. Ia akan meneliti tentang kasus gizi buruk berkaitan dengan tumbuh kembang anak di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku pada bulan Agustus 2009. Tunggu hasil eksposurnya yaa,,


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 18 Juli 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 13 Juli 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 6 Juli 2009
oleh adminstube
  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 6 Juni 2009
oleh adminstube

Pelatihan Multikultur

 

 

Stube-HEMAT Yogyakarta mengadakan Program Multikultur untuk mahasiswa Kristiani (Kristen dan Katolik) dari berbagai tempat di Indonesia yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.

Rangkaian acara dalam program ini:
Pelatihan Multikultur di Rumah Retreat Shanti Dharma, 12-14 Juni 2009.
Live-in Multikultur, 20-21 Juni 2009. Detail live-in disampaikan ketika pelatihan.

Pelatihan Multikultur bertema "Tercipta, Berdampingan, dan Berkarya", dan akan diadakan di Rumah Retreat Shanti Dharma, Godean pada12-14 Juni 2009.

Pelatihan menghadirkan fasilitator Dr. Budiawan (Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma, danKH. Abdul Muhaimin (pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Yogyakarta).Pada Minggu siang, 14 Juni 2009, peserta mendapat kesempatan untuk berkunjung ke rumah ButetKartaredjasa dan berbincang tentang isu multikulur bersama beliau. Acara ini diakhiri dengan makan siang bersama di sana.

KONTRIBUSI mengikuti semua rangkain kegiatan dalam program ini sebesar Rp 25.000,00. Fasilitas: akomodasi, konsumsi, transport selama pelatihan, dan sertifikat. Peserta yang mengikuti program ini, wajib mengikuti seluruh rangkaian program.

Syarat pendaftaran:
Kirimkan tulisan dengan topik multikultur sebanyak 2 halaman A4 (kuarto), 2 spasi ke stube.hemat@gmail.com.
Tulisan teman-teman akan diseleksi untuk menentukan keikutsertaan dalam Program Stube-HEMAT Yogyakarta.Peserta yang lolos seleksi akan dihubungi panitia pada hari Rabu, 10 Juni 2009.

Peserta pelatihan berkumpul di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, pada tanggal 12 Juni 2009, pukul 13.00. Panitia menyediakan bis untuk keberangkatan dan kepulangan peserta pelatihan.

Untuk informasi lebih lengkap, hubungi:
Koordinator Program, Rhony T. Simatupang
telp. : 081802678591


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 3 Juni 2009
oleh adminstube

Program Energi Alternatif

 

 

Pertambahan tingkat populasi manusia secara otomatis meningkatnya kebutuhan akan energi. Kurangnya kearifan dan kepedulian manusia menciptakan energi terbarukan, disebabkan oleh keangkuhan manusia terhadap alam yang mengeksploitasi dan menguras energi bahan bakar dari fosil yang suatu saat akan habis. Dampak lainnya terhadap alam, menyebabkan semakin menipisnya lapisan ozon karena tingkat emisi yang disebabkan penggunaan bahan bakar minyak yang tidak terbarukan. Bahaya global warming akan semakin mengancam kehidupan manusia dan menipisnya bahan bakar dari fosil akan semakin mempersulit manusia ketika tidak bijaksana untuk menciptakan alternatif energi yang bersahabat dengan alam.

Dewasa ini, sering terjadi kesulitan dan kelangkaan bahan bakar yang melanda dunia. Di Indonesia, masyarakat sudah jenuh dengan budaya antri yang terlalu sering dialami ketika akan membeli, kadang-kadang menanti dalam ketidakpastian karena kelangkaan bahan bakar dan keluhan akibat semakin mahalnya bahan bakar.

Masih banyak desa-desa ataupun pedalaman yang belum dijangkau dengan fasilitas listrik karena kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia ataupun alasan klasik daerah yang sulit terjangkau, keadaan geografis dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang memberikan ruang terhadap pengembangan energi alternatif yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan energi ( bahan bakar maupun listrik ), menyebabkan ketergantungan terhadap energi yang tidak terbarukan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita memutuskan ketergantungan dan menjawab kebutuhan masyarakat dengan memobilisasi dan menciptakan energi alternatif dari apa yang tersedia di alam sebagai potensi energi yang bisa dikembangkan, seperti pemanfaatan energi surya, energi angin, energi air, pengolahan tumbuh-tumbuhan tertentu untuk bioetanol dan pengganti minyak, sampah-sampah tertentu hasil buangan manusia dibuat briket, pembuatan biogas dari kotoran ternak maupun tinja manusia dan sebagainya.

Dari latar belakang tersebut, Program Energi Alternatif yang diselenggarakan Stube-HEMAT Yogyakarta merupakan wujud kepedulian dan kontribusi dalam menjawab problem sosial dengan mengadakan pelatihan dan live-in tentang energi alternatif untuk membangun kesadaran, memberikan pengalaman, pemahaman dan ketrampilan kepada mahasiswa sebagai aktor-aktor pembawa perubahan.

Adapun topik-topik yang akan dibahas bersama mahasiswa dalam pelatihan antara lain: Analisis dan Manajemen Dampak Lingkungan dan Ekoefisiensi Energi, 2) Analisis Sosial Persoalan-persoalan Energi dan Keberpihakan Pengembangan Energi Alternatif, 3) Kebijakan Energi Nasional dan Isu-isu Energi Global dan Energi Alternatif dan 4) Be an Agent Of Change. Untuk lebih memperlengkapi mahasiswa, melalui eksposur akan dilakukan kunjungan ke tempat pemanfaatan energi alternatif biogas, sel surya, briket kulit kacang, dan bioetanol. Peserta juga akan mengikuti live-in penerapan teknologi tepat guna dalam penggunaan energi alternatif.

Dalam kegiatan live-in, mahasiswa difasilitasi untuk memahami salah satu metode pengolahan satu dusun secara terpadu dan partisipatif dengan pendekatan teknologi hidram untuk menghasilkan energi listrik (mikrohidro), mengangkat air dari lembah tanpa listrik, pengelolaan distribusi air untuk pertanian, perikanan, dan peternakan (biogas dan pupuk organik).


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 30 Mei 2009
oleh adminstube

Buku “Raup Rupiah dari Sampah Plastik” karya Tim Kerja dan Mahasiswi yang aktif di Stube-HEMAT

 

 

Widiaji, salah seorang Tim Kerja Stube-HEMAT, bersama Gracy S. Marpaung, mahasiswi yang aktif dalam beberapa kegiatan Stube-HEMAT, menerbitkan buku “Raup Rupiah dari Sampah Plastik”. Buku yang diterbitkan oleh Kanaya Press, Jakarta ini mengupas tentang serba-serbi bisnis kreatif sampah plastik.

Ada banyak hal yang dipaparkan buku ini; mulai dari pentingnya pengelolaan sampah plastik yang baik sampai peluang ekonomi yang dimungkinkan dengan pengelolaan sampah plastik secara kreatif.

Selain dikemas dengan bahasa yang lugas, buku ini juga mencantumkan lebih dari 50 contoh produk kreatif yang bisa dibuat dari sampah plastik. Ilustrasi yang dibuat oleh Triasmana Wirasta, mahasiswa yang juga aktif dalam beberapa kegiatan Stube-HEMAT, semakin meramaikan dan memperkaya materi buku ini.

Buku ini terdiri dari 8 bab yang menarik: 1) Plastik sahabat kita, 2) Sampah plastik sebagai bahan baku baru, 3) Bisnis kreasi sampah plastik, 4) Serba-serbi kreasi sampah plastik, 5) Memulai bisnis kreasi sampah plastik, 6) Tips menekuni bisnis kreasi sampah plastik, 7) 10 hal baik ketika sampah plastik dikelola secara kreatif, dan 8) Bisnis kreasi sampah plastik yuuuk!

Nah, menarik kan isinya? Mau tahu lebih banyak lagi tentang bisnis kreasi sampah plastik? Ayo segera beli dan baca bukunya di toko buku terdekat! Sebelum kehabisan loh,,


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 27 Mei 2009
oleh adminstube

Tim Kerja Stube-HEMAT Hadir dalam Peluncuran Buku Karya Puthut EA di Bentara Budaya

 

Tim Kerja Stube-HEMAT hadir dalam peluncuran tetrakarya Puthut EA: Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali (kumpulan Cerpen), Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta (dua naskah drama), Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (novel), Makelar Politik (kumpulan bola liar)Makelar Politikdi Bentara Budaya Yogyakarta, 23 Maret 2009.
 
Acara peluncuran sekaligus empat buku karya sastra Puthut EA ini, dikemas menjadi sajian budaya yang memikat selama kurang lebih dua jam, melibatkan orator Tanto Tani, pembaca karya sastra Landung Simatupang, dan pemusik Untung Basuki.
Peluncuran empat buku ini juga ditandai dengan performance art perupa S Teddy D, dan pameran empat perupa muda dari Bandung (Kupi, Uci, Dillah, dan Feli).

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Kelas Komputer

 

 

Kelas komputer diadakan untuk mahasiswa asal Papua, khususnya yang berasal dari Puncak Jaya. Kelas ini diadakan setiap hari Senin. Peserta belajar tentang dasar menggunakan komputer dan program mengetik dan presentasi, Microsoft Word dan Microsoft Power Point.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Olahraga

 

 

Olahraga dilakukan pada hari Jumat di Wisma Immanuel. Program ini telah dilakukan 2 kali dan diikuti oleh teman-teman peserta pelatihan Stube-HEMAT. Olahraga yang dilakukan adalah voli.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Workshop Teater

 

Workshop teater dilaksanakan setiap hari Jumat di Wisma Immanuel. Kelas ini difasilitasi oleh Pdt. Firdaus, praktisi teater. Workshop ini berlangsung 2 kali. Workshop ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dan mengolah potensi teater peserta.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Kelas Jurnalistik

 

Kelas jurnalistik diadakan di Wisma Immanuel setiap hari Sabtu, sebelum kelas bahasa Inggris dilaksanakan. Kelas ini telah selesai dilakukan dengan 6 kali pertemuan. Tujuan kelas ini adalah:

1. Peserta memahami tentang dasar jurnalistik.
2. Peserta dapat menulis berita.
3. Peserta dapat membuat surat pembaca.
4. Peserta dapat membuat artikel opini.
5. Peserta dapat membuat feature.
6. Peserta mengirim karya tulisnya ke media massa.

Fasilitator kelas ini adalah Widiaji, tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, dan Benny, mahasiswa UAJY, penulis artikel opini.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Kelas Bahasa Jepang

 

 

Kelas bahasa Jepang diadakan setiap Sabtu di Sekretariat Stube-HEMAT. Kelas ini diampu oleh (hehehe,, aku lupa namanya) dan Ibu Ariani Narwastujati. Peminat kelas ini sekitar 10 orang. Dalam kelas ini, selain dilakukan dengan metode pengajaran biasa, teman-teman juga dikenalkan dengan budaya Jepang secara singkat.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 25 Mei 2009
oleh adminstube

Kelas Bahasa Inggris

 

Kelas bahasa Inggris diadakan setiap Sabtu di Wisma Immanuel. Kelas ini merupakan hasil kerjasama Stube-HEMAT Yogyakarta dengan Lembaga Intelektual Papua (LIP).

Ada 3 pengajar yang mengampu kelas ini, yakni: Wuri Yaniarti, mahasiswa aktivis Stube-HEMAT, Pak Wim dan Ibu Mey dari Gereja Elim. Ada 3 kelas yang ditawarkan, yakni kelas pemula, menengah, dan percakapan.

Evaluasi dari kelas ini adalah masih banyak teman-teman peserta yang datang terlambat. Hal ini menjadi perhatian untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Minggu, 24 Mei 2009
oleh adminstube

Pengenalan Stube-HEMAT di Asrama Kamasan

 

 

Pada 23 Maret 2009, Stube-HEMAT diundang oleh Lembaga Intelektual Papua (LIP) untuk mempresentasikan lembaga Stube-HEMAT untuk mahasiswa asal Papua yang belajar di Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, Stube-HEMAT menyampaikan sejarah dan visi misi lembaga, juga program-program yang dapat mahasiswa ikuti. Natal, Ketua LIP menyambut gembira kegiatan ini karena membuka jejaring bagi mahasiswa asal Papua untuk mengembangkan dirinya.

Di akhir kegiatan, disepakati bahwa follow up yang akan dilakukan bersama adalah kelas bahasa Inggris dan kelas jurnalistik untuk teman-teman asal Papua yang berminat.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 20 Mei 2009
oleh adminstube

PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI

 

Dalam rangka Program Orientasi, Stube-HEMAT mengadakan Pelatihan Pengembangan Diri untuk mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Pelatihan ini diadakan pada 22-24 Februari 2009 di Wisma Kinasih, Kaliurang dan mengambil tema “Ayo, Optimalkan Potensi Dirimu”.

 
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan: mengenal potensi diri mahasiswa dan cara pengembangannya, membangun kepemimpinan, menawarkan sarana untuk pembentukan dan pengembangan diri mahasiswa, dan memperkenalkan Stube-HEMAT Yogyakarta kepada mahasiswa. Pelatihan ini menghadirkan fasilitator 1) Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Th, untuk materi Mengenal Potensi Diri, 2) Pdt. Novembri Choeldahono, MBA untuk materi Kepemimpinan Kristiani dan pengembangan diri, dan 3) Tim Gloria Edukasindo untuk materi MBTI dan team building. Sesi Optimalisasi Potensi Diri oleh Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Th
 
Sesi ini merupakan pengantar untuk sesi-sesi selanjutnya. Fasilitator mengajak peserta menggali dan mengoptimalkan potensi diri mereka.

Menggali potensi dapat dilakukan dengan cara: 1) mengenali diri sendiri, 2) menentukan tujuan dari hidup, 3) mengenali motivasi hidup, dan 4) menghilangkan pikiran negatif. Mengapa kita perlu tahu siapa diri kita?

Kita merupakan manusia yang merupakan gambaran Allah/ Imago Dei. Kita menyadari tanggungjawab kita berada di bumi ini. Dan kita akan bisa mengasihi orang lain seperti diri sendiri kalau kita mengenal diri kita sehingga dapat mencintai diri kita sebagai ciptaan Allah. Dengan mengetahui diri kita maka kita mengetahui talenta yang kita punya. Hal yang paling esensial dari manusia adalah pengenalan diri pribadi. Kita dapat mempertanyakan diri yang hakiki. Kita dapat menggali potensi yang hakiki dalam diri kita. Cara kita mengenal diri kita menentukan cara kita bertindak dan berperilaku dan bersikap. Kesadaran diri sebagai mahluk yang luar bisa, dapat digunakan untuk mengatur kehidupan menjadi lebih baik dan berguna.
Jawaban atas pertanyaan “Siapakah aku” sangat menentukan bagaimana “aku” menjalani hidup ini. Kenapa penting melakukan pengenalan diri? Karena ada titik-titik kritis dalam pertumbuhan sehubungan dengan identitas diri. Dengan mengenal potensi kita, dapat melihat kekuatan kita.
Di akhir peserta, peserta diajak untuk membuat mind map berkaitan dengan diri dan tujuan hidupnya, talenta apa saja yang dapat dioptimalkan, dan apa yang ingin dicapai dalam hidupnya.

Sesi Memahami Kepemimpinan, tipe, dan aplikasinya oleh Pdt. Novembri Choeldahono, MBA

Sebagai pemimpin jangan anda ditekan oleh keadaan. Dalam lingkaran pengaruh jangan tertekan karena pencitraan diri anda akan rendah. Pengkotbah atau pembicara harus bisa mempengaruhi orang lain. Kembangkan energi positif dalam diri anda, runtuhkan energi negatif dalam diri anda.
 

Apakah Kepemimpinan itu ?
Leadership= leader + ship : seorang dirigen; para pemain musik dapat memainkan musik dengan indah karena dipandu, diatur oleh dirigen. Kepemimpinan yaitu kemampuan bersikap interpersonal yang menyebabkan seseorang atau kelompok melakukan apa yang pemimpin inginkan.


Tipe-tipe kepemimpinan antara lain:

Tipe P
1. Apakah anda tipe orang yang ramah/murah hati
2. Apakah anda tipe orang bersahabat
3. Tulus
4. Bersikap positip
5. Peka pada orang
6. Senang bicara atau suka mendramatisir
7. Antusias
8. Jarang cemas
9. Tidak produktif
10. Berbelas kasihan
11. Susah disiplin atau teratur
12. Mudah terpengaruh
13. Mudah resah atau merasa takut
14. Ribut/ramai atau promosi diri
15. Susah dipercaya

Tipe C
1. Berbakat
2. Analisis atau hati-hati
3. Perfeksionis
4. Teoritis
5. Loyal
6. Rapi dan apik
7. Idealis
8. Peka/sensitif atau perasa
9. Berkorban
10. Tidak percaya diri
11. Bersikap negatif
12. Disiplin tinggi
13. Kritis
14. Susah berubah
15. Pendendam

Tipe O
1. Berani dan mantap
2. Independen
3. Produktif
4. Tegas
5. Orientasi target
6. Optimistik
7. Praktis
8. Berani mengambil keputusan
9. Percaya diri
10. Senang memimpin
11. Kurang peka
12. Kurang pertimbangan
13. Tidak suka diatur
14. Kasar
15. Susah menghargai

Tipe N
1. Tenang, pendiam
2. Fleksibel
3. Baik hati
4. Diplomatis
5. Efisien,teratur
6. Stabil, dipercaya
7. Konservatif
8. Praktis
9. Enggan tampil
10. Humoris dingin
11. Motivasi rendah
12. Kurang bersemangat
13. Menghindari konflik
14. Penonton
15. Egois

Ada 4 kemungkinan perilaku pemimpin:
1. Directive leadership
2. Supportive leadership
3. Achievement-oriented leadership
4. Participative leadership

Mengembangkan kepemimpinan diri secara optimal
Jangan pernah menganggap seorang pemimpin sudah canggih dari sananya. Pemimpin yang baik harus menjadi person in balance(orang yang seimbang). Komponen dalam memimpin ada 3: otot, otak dan hati. Keseimbangan hidup penting yaitu bagaimana keluarga, karir, sosial, fisik, spiritual, mental dan keuangan dapat berjalan dengan seimbang. Yang terjadi pada kenyataannya adalah out of balance, jika keuangan hancur maka fisik dan mentalitas akan menjadi hancur.

Jangan pernah bermimpi menjadi pemimpin jika belum melewati piramida kepemimpinan. Setiap orang adalah seorang pemimpin, pemimpin bagi dirinya sendiri. Sebelum kita bisa memimpin diri kita sendiri, kita tidak akan bisa memipin orang lain. Kemampuan memimpin diri sendiri, mempercepat diri kita untuk bisa memimpin orang lain. Contohnya: kalau kita merokok, tidak akan efektif untuk melarang orang lain untuk tidak merokok. Kalau kita bisa memimpin diri sendiri kita akan punya kemampuan interpersonal leadership. Sayangnya kebanyakan di gereja, tidak diajarkan personal leadership, tetapi langsung pada team leadership. Memimpin dengan memakai tolak ukur dirinya sendiri.

Pak Novembri mengingatkan agar peserta membangun kebiasaan baru. Kalau peserta pulang dari pelatihan dan tidak ada kebiasaan baru, peserta tidak akan berubah. Berubah atau tidak tergantung dari teman-teman mau belajar atau tidak.

Dalam bagian selanjutnya, Pak Novembri mengajak peserta untuk memenangkan orang lain melalui motivasi.

Bagaimana memenangkan orang lain dengan motivasi?
Berikan apresiasi kepada orang lain dengan formula S.A.Y:
S : Saya mengagumi Anda karena anda seorang …..
A : Alasan saya berkata demikian ialah ……
Y : Yakinlah kalau hal ini Anda pertahankan, maka Anda pasti …….
 
Peserta lalu diminta mempraktekkannya secara berkelompok dengan teman-teman mereka. Masing-masing peserta memberikan apresiasi kepada temannya didalam kelompok. Cara memberi apresiasi antara lain: 1) pujilah segi positif, kekuatan atau kelebihan teman, 20 sampaikan dengan tulus dan jujur, dan 3) jangan menuntut imbalan.
Setelah simulasi berakhir, peserta diminta membagikan apa yang dirasakan ketika memberi dan menerima apresiasi dalam kelompok.

Di akhir sesi, peserta diminta membuat visi misi pribadi yang akan dicatat oleh fasilitator untuk memotivasi mereka di kemudian hari.

Sesi MBTI oleh Tim Gloria Edukasindo

Untuk membuka sesi ini, Gloria Edukasindo memperkenalkan profil lembaganya. Gloria Edukasindo merupakan salah satu departemen dari Yayasan Gloria. Gloria Edukasindo mewadahi beberapa divisi pendidikan dan pengembangan SDM. Visi Gloria Edukasindo: SDM indonesia yg berkembang. Misi Gloria Edukasindo: membina dan memperlengkapi aset bangsa agar tinggi ilmu dan iman. Fokus pengembangan SDM adalah pendidikan dan organisasi. Divisi Gloria Edukasindo antara lain Gloria People Development Canter, Pelayananan Kemajuan Siswa, TOPSI dan JoSeF. Pimpinan Gloria Edukasindo adalah Eko Cahyono Tjia, Psi, M.M.

Setelah sesi perkenalan selesai, fasilitator dari Gloria Edukasindo menerangkan bahwa MBTI merupakan alat untuk membantu mengukur kecenderungan kita. Dengan MBTI, peserta bisa mengetahui potensinya. MBTI tidak mengukur gangguan emosi maupun daya intelegensi. Akan tetapi mengukur kecenderungan tetapi bukan perilaku, karena kecenderungan dibawa dari lahir.
Ada 4 demensi kecenderungan dan kombinasi 4 dimensi (16 tipe).

Kecenderungan 1 memusatkan energi dan hubungan: extrovert, introvert.

Extrovert : lbh melihat disekitarnya, bertindak sebelum berpikir, mendapat energi dengan perjumpaan dengan orang lain, suka ikut kegiatan, meluapkan emosi ketika muncul, suka bergurau, persahabatan sebentar, minat dan wawasan luas, pemahaman dangkal.

Introvert : melihat diri, berpikir sebelum bertindak, mendapat energi dengan keheningan, tempat tenang, menyimpan perasaan, menahan diri, punya sedikit teman, wawasan lebih mendalam, tampak menarik.

Kecenderungan II dalam mengolah informasi : terperinci (sensing), pemimpi (intuition)

Sensing: berlaku pada info dr panca inra serta penerapan praktis. Menyukai kegiatan biasa dan terbukti, suka prosedur yg baku, belajar secara stabil dan sabar, mengamati secara detail, memulai pada bagian spesifik, suka merancang, harus segera melakukan sesuatu dan menikmati apa yang dilakukan.

Intuition: mengubah dgn melakukan hal baru, mempelajari hal baru, suka perubahan dan variasi, bermain secara tidak teratur, melihat secara umum/ keseluruhan, melihat secara umum, suka hal konseptual, dan berorientasi pd masa depan.

Kecenderungan III: pikiran (thinking), perasaan (feeling)

Pikiran (T): mendasarkan pada hal obyektif, memutuskan dengan otak, mendasarkan logika, menganalisis rencana scr alami, memperjuangkan keadilan, lebih kritis dan obyektif, menghargai kehidupan, menanggapi berdasar kondisi umum

Perasaan (F): berdasarkan nilai-nilai, mendasarkan pd perasaan, suka memahami, memperjuangkan keharmonisan, personal dan menghargai, melibatkan diri dengan kehidupan, tanggapan berdasar situasi dan kondisi.

Kecenderungan IV: teratur (J), spontan (P)

Teratur (J): gaya hidup teratur, suka hal dgn struktur jelas, senang mengandalkan dan mengatur hidup, sesuai rencana, terdukung jadwal dan batas yang jelas, nyaman dengan kepastian akhir, memenuhi batas waktu dengan perencanaan lebih awal,

Spontan (P): fleksibel, perubahan, dpt menikmati hidup, tidak terduga, terdukung keleluasaan, nyaman bila tidak ada batasan dan menikmati keadaan, memenuhi batas waktu secara tergesa-gesa,

Dalam melihat interpretasi dari tes MBTI, dapat diperhatikan bahwa ada hal yang dominan dari sifat seseorang. MBTI digunakan untuk memahami orang, menjelaskan perilaku, melihat kecendurungan yang dikembangkan, coaching conselling (satu persatu).
MBTI jangan digunakan untuk menjustifikasi seseorang, melebeli dan dan menghakimi orang lain. Kekuatan terletak dalam perbedaan, bukan dalam persamaan. (Stephen R. Covey).

Sesi Team Building oleh Tim Gloria Edukasindo
 
Sesi team building yang difasilitasi oleh Tim Gloria Edukasindo disampaikan lewat permainan dan refleksi. Dalam permainan team building, peserta merasa senang dan tertantang untuk mengeluarkan kemampuan secara pribadi maupun berkelompok. Dengan permainan-permainan yang dilakukan, diharapkan peserta dapat mengembangkan kerjasama dan mengetahui potensi dirinya ketika berada dalam kelompok.

Sesi diakhiri dengan refleksi bersama dan melihat penggalan film Facing the Giant yang telah dipersiapkan oleh Tim Gloria Edukasindo.
 
Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan pembuatan rencana tindak lanjut oleh panitia dan peserta. Diharapkan dengan kegiatan tindak lanjut yang dilakukan peserta, mereka bisa semakin mengembangkan diri di komunitas masing-masing.
 

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 18 Mei 2009
oleh adminstube

MEET & GREET MAHASISWA AKTIVIS STUBE-HEMAT YOGYAKARTA

 

 

Stube-HEMAT mengadakan Meet & Greet mahasiswa aktivis Stube-HEMAT pada 16 Februari 2009 di Wisma Immanuel. Program ini dilakukan untuk mempertemukan mahasiswa aktivis Stube-HEMAT yang berpotensi dan membuat tindak lanjut kegiatan yang bisa dilakukan.

Acara ini dibuka oleh Pdt. Yeanne dengan menyampaikan renungan firman Tuhan dari Matius 4:1-10. Renungan ini tentang Tuhan Yesus yang memanggil Rasul untuk dijadikan rekan untuk mengabarkan injil dan menyelamatkan umat manusia. Tuhan Yesus mengajak kita untuk berbagi sukacita dengan yang lain dengan membagikan apa yang kita dapat dari pelatihan. Harta yang berharga yang disimpan tidak akan berguna. Akan berguna jika dibagikan. Dengan mengumpulkan teman-teman Stube-HEMAT, kita akan membagikan apa yang sudah kita dapat.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajakan untuk membuat kelompok minor dari pelatihan yang sudah dilakukan. Seperti membuat kelompok minor pertanian organik, karena pertanian organik prospek ke depannya sangat baik. Karena itu dibutuhkan teman-teman yang mau untuk mengembangkannya. Untuk teman-teman yang mempunyai komunitas, dapat mengundang Stube-HEMAT untuk diberi pelatihan. Karena Stube-HEMAT punya aset yang dapat di bagi bersama. Aset yang Stube-HEMAT punya antara lain tentang public speaking, spiritualitas, pengembangan diri,analisis sosial, pembuatan blog, pertanian organik dan yang lain-lain. Teman-teman bisa membagikan pengalamannya seperti Sagrim yang suka menulis dan akhirnya menulis sebuah buku, Ina dapat berbagi tentang saham, dan lain sebagainya. Teman-teman yang telah mengikuti pelatihan juga dapat membantu tim Stube-HEMAT dalam melakukan pelatihan.

Dalam aktivitasnya, Stube-HEMAT akan selalu menyampaikan informasi kegiatan-kegiatan yang sedang dan akan dilakukan kepada mahasiswa. Untuk teman-teman yang belum bergabung dalam mailing list Stube-HEMAT, diminta untuk segera bergabung.
Stube-HEMAT saat ini memfasilitasi kegiatan olah raga setiap hari Sabtu di Wisma Immanuel dan kegiatan Teater yang latihannya akan dilakukan hari Jumat. Japanese Club akan dilakukan di GKJ Mergangsan dan Les Bahasa Inggris akan dilakukan di Wisma Immanuel setiap hari Sabtu. Selain itu juga ada Kelas Jurnalistik setiap hari Sabtu di Wisma Immanuel.


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 16 Mei 2009
oleh adminstube

MAHASISWA AKTIVIS STUBE-HEMAT MENJADI VOLUNTEER JOGJAKARTA GREEN FESTIVAL

 

Lembaga Jendela Ekologi mengadakan event Jogjakarta Green Festival pada 14 Februari 2009 di Mandala Bakti Wanitatama, Yogyakarta. Acara ini dilakukan dalam rangka Edukasi Publik “Untuk Adaptasi Perubahan Iklim pada Komunitas Indie dan Kampus di Perkotaan Yogyakarta”.

Perubahan iklim telah menjadi wacana banyak pihak. Meningkatnya gas rumah kaca yang terdiri dari karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitroksida (N2O) di atmosfer bumi telah memicu terjadinya pemanasan global yang kemudian berdampak pada perubahan iklim. Akibatnya, temperatur udara semakin panas. Berbagai macam bencana, seperti: kekeringan, banjir, longsor, badai, dan angin putting beliung terjadi silih berganti di berbagai belahan dunia.

Indonesia, sebagai negara kepulauan di wilayah tropis merupakan negara yang rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Perubahan pola curah hujan akan mengurangi ketersediaan air untuk irigasi dan air minum. Kekeringan panjang dan banjir akan menyebabkan kegagalan panen yang akan mengancam kehidupan para petani. Cuaca yang berubah-ubah secara ekstrim akan berdampak signifikan terhadap perekonomian sebagian besar masyarakat Indonesia yang bergerak pada sektor riil seperti bidang pertanian, perikanan, kehutanan, pesisir dan daerah perkotaan. Perubahan iklim akan menimbulkan ancaman besar bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan dan bencana alam yang akan menyebabkan kehancuran secara ekonomi, sosial, dan ekologis.

Di wilayah Yogyakarta, perubahan iklim telah menimbulkan permasalahan di kalangan petani. Beberapa tahun terakhir, petani di Yogyakarta mulai kesulitan menentukan musim tanam. Musim kemarau tidak lagi berkisar dari bulan April ke Oktober dan musim hujan tidak lagi tepat datang di bulan November hingga Maret. Meski belum terlalu berdampak pada jumlah hasil produksi pertanian, tetapi saat ini para petani mulai kesulitan memprediksi kapan waktu yang tepat untuk mulai bercocok tanam. Di samping itu, pada tahun 2006 di Yogyakarta, akibat cuaca yang berubah-ubah, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) mencapai angka 894 orang, penderita diare mencapai 5.366 orang dan penderita infeksi saluran pernafasan (ISPA) mencapai 47.378 orang penderita. Angka ini merupakan angka tertinggi jika dibandingkan dengan jumlah penderita jenis penyakit yang sama selama lima tahun terakhir.

Karena itu, perkumpulan Jendela Ekologi (JE), sebuah lembaga non profit di Yogyakarta memberikan perhatian besar terhadap masalah ini. Sebagai bagian dari komitmen mengembangkan pendekatan berkelanjutan dalam pembangunan ekologi sosial di Indonesia, maka program edukasi publik untuk adaptasi perubahan iklim dilakukan untuk komunitas indie dan kampus di wilayan perkotaan Yogyakarta.

Program ini akan fokus pada empat strategi: 1) Pengembangan konsep berupa eksplore data dan informasi terkait dampak perubahan iklim secara langsung dan tidak langsung terhadap kehidupan kelompok sasaran. Tujuannya agar dapat dikumpulkan informasi terkait pemahaman kelompok sasaran tentang perubahan iklim, apa saja perilaku dan pola konsumsi mereka yang berdampak pada perubahan iklim, sehingga dikembangkan pendekatan yang konseptual dalam pelaksanaan program ini, 2) Promo program melalui penyebaran poster dan release kepada kelompok sasaran, publikasi dalam website Jendela Ekologi dan event-event stake holder, serta talk show di radio dan televisi lokal Yogyakarta. Promo ini diharapkan dapat menyebarluaskan informasi tentang program dan teknis pelaksanaannya kepada kelompok sasaran dan masyarakat perkotaan Yogyakarta, 3) Edukasi publik, dilaksanakan melalui film festival, kontes fotografi, green teatrikal, dan green music event, penyebaran infosheet, talkshow radio, dan FGD campus to campus untuk diskusi tentang adaptasi perubahan iklim, 4) Tindak lanjut program melalui pembentukan dan pelatihan peer group untuk adaptasi perubahan iklim dan perilaku ramah lingkungan di perkotaan Yogyakarta. Peer group direkrut dari personil-personil potensial kelompok sasaran dan merupakan cikal bakal dari eco creative community, sebuah komunitas kreatif dan peduli lingkungan hidup yang akan dibina dan difasilitasi oleh Jendela Ekologi.

Jogjakarta Green Festival merupakan akhir dari rangkaian program edukasi publik untuk adaptasi perubahan iklim tersebut. Dalam Jogjakarta Green Festival, 18 mahasiswa aktivis Stube-HEMAT menjadi bagian dari panitia penyelenggara. Mereka mendukung berjalannya acara dari awal sampai akhir.

Partisipasi mahasiswa aktivis Stube-HEMAT dalam acara ini antara lain: 1) ikut mempersiapkan tempat festival, 2) menjadi panitia selama acara berlangsung, dan 3) berpartisipasi dalam kepanitiaan lomba menggambar,dan 4) mengikuti pameran lembaga-lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

 


Mahasiswa aktivis Stube-HEMAT sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka melihat bahwa dengan terlibat dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan banyak pengetahuan dan dapat berjejaring dengan teman-teman dari lembaga yang lain.

Bagi Stube-HEMAT, kegiatan seperti ini dapat menjadi media untuk berjejaring dan memperkenalkan lembaga pelayanan mahasiswa ini pada lembaga-lembaga lain. Tetap semangat!

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 11 Mei 2009
oleh adminstube

Tim Kerja Stube-HEMAT Mengisi Seminar Public Speaking di STTNI

 

 

Senat Sekolah Tinggi Teologi Nazarene Indonesia (STTNI) mengadakan Seminar Public Speaking pada 2 Februari 2009. Pada kesempatan ini, salah satu tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, Widiaji, menjadi pemateri seminar.

Seminar Public Speaking diadakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa STTNI tentang apa itu public speaking. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa Teologi setiap aktivitas pelayanan mahasiswa STTNI memerlukan ketrampilan public speaking yang baik.

Materi public speaking yang diberikan antara lain: 1) arti dan tujuan public speaking, 2) modal dasar public speaking, 3) tipe-tipe pembicara, dan 4) tips-tips menjadi public speaker yang baik. Selain pemberian materi, dalam seminar ini diadakan 2 tes sederhana tentang topik-topik yang berkaitan dengan public speaking.

Peserta seminar antusias untuk mengikuti seminar ini. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang peserta lontarkan dalam seminar ini.

Peserta seminar lebih dari 40 orang. Sayangnya, hanya 20 orang yang mengisi absensi. Dan tidak ada dokumentasi. Kedua hal ini menjadi catatan untuk meningkatkan persiapan kegiatan yang akan datang.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 4 Mei 2009
oleh adminstube

PROGRAM ORIENTASI 2009

 

 

Ada banyak kegiatan dalam Program Orientasi 2009. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
1. Tim Kerja Stube-HEMAT Mengisi Seminar Public Speaking di STTNI
2. Mahasiswa Aktivis Stube-HEMAT Menjadi Volunteer Jogja Green Festival
3. Meet & Greet Mahasiswa Aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta
4. Pelatihan Pengembangan Diri
5. Pengenalan Stube-HEMAT di Asrama Kamasan
6. Kelas Bahasa Inggris
7. Kelas Bahasa Jepang
8. Kelas Jurnalistik
9. Workshop Teater
10. Olahraga
11. Kelas Komputer


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 9 Februari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Pengembangan Diri

 

 

Dalam rangka Program Orientasi, Stube-HEMAT Yogyakarta akan mengadakan Pelatihan Pengembangan Diri untuk mahasiswa. Pelatihan ini ditujukan untuk mahasiswa yang studi di Yogyakarta, khususnya untuk mahasiswa semester 1-6 yang belum pernah mengikuti program-program yang diselenggarakan oleh Stube-HEMAT Yogyakarta.

Pelatihan ini akan diadakan pada 20-22 Februari 2009 di Wisma Kinasih, Kaliurang. Materi pelatihan antara lain MBTI, Kepemimpinan, dan Team Building. Fasilitator pelatihan adalah Tim Kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, Pdt. Novembri Choeldahono, MA, MBA, dan Gloria Edukasindo.

Kontribusi untuk mengikuti pelatihan ini Rp 10.000,00. Fasilitas pelatihan antara lain: akomodasi, konsumsi, transportasi selama kegiatan, materi, dan sertifikat.

Pendaftaran dapat dilakukan di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta pada 12-18 Februari 2009, pukul 10.00-14.00. teman-teman juga dapat mendaftarkan diri lewat e-mail.

Tulis data diri kamu (nama, alamat, kampus, jurusan, no. kontak) dan lampirkan foto; kirim ke: stube.hemat@gmail.com atau stubehemat@yahoo.com.

Untuk keberangkatan, peserta bersama-sama berangkat dari Wisma Immanuel, Samironobaru 54, pada hari Jumat, 20 Februari 2009, pukul 13.30.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi: Aji (08122769380 / 085729463276) atau Roni (081802678591).

Ayo ikutan!


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 2 Februari 2009
oleh adminstube

Program Orientasi Januari-Februari 2009

 

 

Program Orientasi dilakukan dengan tujuan: 1) mengenal potensi diri mahasiswa dan bagaimana mengembangkannya, 2) membangun kepemimpinan, 3) menawarkan sarana untuk pembentukan dan pengembangan diri mahasiswa, dan 4) memperkenalkan Stube-HEMAT Yogyakarta kepada peserta program.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam Program Orientasi kali ini adalah sebagai berikut: 1) Pelatihan Pengembangan Diri, 2) follow-up pelatihan, dan 3) pendampingan mahasiswa Papua yang tinggal di Asrama Puncak Jaya.


  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 27 Januari 2009
oleh adminstube

Pendampingan Petani di Jodhog Bantul, Januari 2009

 
Kegiatan pendampingan petani di Jhodog sebagai tindak lanjut Program Pertanian Organik Stube-HEMAT Yogyakarta dilaksanakan kembali pada 20 – 23 Januari 2009 yang lalu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Tim Kerja Stube-HEMAT Yogyakarta, Sinyo dan Bang Roni, bersama Bapak Edi, seorang aktivis petani organik. Lokasi kegiatan ini meliputi wilayah jemaat gereja GKJ Jodhog, para petani di Palbapang, Kadisoro, Pandak, Selobentar Trimurti, Kuatangan, dan Daleman.

Kegiatan pada 20 Januari 2009

Pertemuan dengan petani dimulai pada pukul 17.00-23.00 bertempat di GKJ Jodhog Bantul. Pertemuan dihadiri oleh 33 orang, 26 orang petani dan 7 orang mahasiswa Sanata Dharma yang sedang KKN di Jodhog. Pada pertemuan ini diadakan sharing dan tukar pengalaman bertani dan Bapak Edi memberikan pandangan tentang ideologi pertanian organik, paradigma pertanian organik dan sistim pertanian organik yang benar dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Yang sangat ditekankan oleh beliau yaitu pada pengolahan lahan secara benar yang paling utama.

Selain itu Bapak Edi juga memberikan informasi tentang cara pemberantasan hama secara alami sesuai yang ditanyakan oleh para petani. Misalnya untuk mengatasi hama walang sangit hanya dengan menggunakan bawang putih yang ditumbuk, dicampur air lalu disemprotkan. Kalau hama keong: lahan dibuat parit disekelilingnya dan di tengah-tengah lahan, direndam air (bawahnya diberi plastik sekeliling), lalu ditaburi sekam di genangan air dalam parit buatan tersebut. Keong akan mati kalau kemasukan sekam. Selain itu diberi daun pepaya di sela-sela bedengan.

Banyak hal yang diinformasikan Bapak Edi tentang pertanian organik dan para petani sangat antusias karena menambah wawasan dan pengalaman mereka. Diakhir pertemuan pada hari pertama, dibagi kelompok petani yang akan dikunjungi lahannya untuk melihat sejauh mana kendala yang dihadapi dan cara bertani. Petani dibagi dalam 6 kelompok :
1. Kelompok Bapak Sangidu (daerah Palbapang)
2. Kelompok Bapak Murhadi (daerah Kadisoro)
3. Kelompok Bapak Suripto (daerah Pandak)
4. Kelompok Bapak Suratmo (daerah Selobentar Trimurti)
5. Kelompok Bapak Mujilal (daerah Kuatangan)
6. Kelompok Bapak Agus (daerah Daleman)


Kegiatan pada 21 dan 22 Januari 2009


Pada hari kedua dan ketiga, bersama para petani kami berkeliling ke sawah-sawah sesuai kelompok tani yang telah direncanakan. Selama proses disawah, terjadi dialog dengan para petani yang ikut bergabung. Kesulitan para petani yaitu pengadaan bibit, pupuk urea dan pestisida yang sulit dan juga tambah mahal.

Menurut Bapak Edi, persoalan utama di lahan-lahan sawah terjadi karena cara pengolahan lahan yang belum tepat. Untuk memperbaiki lahan, dianjurkan kepada para petani untuk menaburkan kapur dulumit agar menetralkan keasaman tanah yang sudah terlanjur rusak. Selain itu diberikan pengarahan juga tentang bagaimana cara memelihara, memberantas hama dan memanen hasil.
Kegiatan pada 23 Januari 2009

Pada foto di atas, terlihat padi yang ditanam secara organik. Terlihat warna daunnya hijau kekuningan. Lalu tumbuhan yang seringkali tumbuh di sawah yang bagus sebagai pendukung kesehatan lahan. Tumbuhan ini jangan dibuang, namun diinjak saja ke dalam tanah. Sayangnya, tumbuhan ini sering diambil lalu dibuang karena dianggap sebagai pengganggu tanaman.

Pada hari terakhir, Bapak Edi memperlihatkan foto-foto daerah-daerah pertanian yang didampinginya: sawah yang dikelola secara organik maupun non organik dan banyak hal tentang dunia pertanian.

Kemudian petani didorong untuk membentuk semacam ikatan tetapi jangan ikatan resmi karena mudah untuk diintervensi/diintimidasi dan secara individu yang bertanggungjawab untuk mengelolah lahannya sendiri. Pada kesempatan ini, petani membentuk sekretariat yang berfungsi untuk tempat komunikasi tentang bibit, cara pemeliharaan, dan bagaimana pemasaran hasil pertanian organik. Bapak Edi sangat tertarik untuk mendampingi para petani kapan saja sampai mereka berhasil seperti apa yang beliau cita-citakan.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 26 Januari 2009
oleh adminstube

Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan

 

Stube-HEMAT bekerjasama dengan Majelis GKJ Mergangsan mengadakan Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan pada 7-8 Desember 2008 di Wisma Omah Jawi, Kaliurang. Kegiatan ini menghadirkan Pdt. Novembri Choeldahono dari GKJ Dagen-Palur, Solo dan Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. dari GKI Pondok Indah, Jakarta sebagai pemateri sekaligus fasilitator.

1. Tim kerja Stube-HEMAT dalam kegiatan Penyegaran dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan.
2. Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. berbincang dengan Majelis Jemaat GKJ Mergangsan.
3. Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, board Stube-HEMAT, berbincang dengan Pdt. Novembri Choeldahono.
4. Pdt. Novembri Choeldahono menyampaikan materi pemetaan potensi gereja.

5,6. Diskusi peserta kegiatan.
7. Diskusi antara Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol., Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, Ibu Ariani Narwastujati, dan Pdt. Novembri Choeldahono.
8. Pdt. Dr. Tumpal Tobing, Mag. Theol. menyampaikan materi tentang motivasi melayani di gereja.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 24 Januari 2009
oleh adminstube

Pendampingan Studi Sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur, Jakarta dan SLTPK Permata Bunda, Jakarta

 
Stube-HEMAT melakukan pendampingan Studi Sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur, Jakarta dan SLTPK Permata Bunda, Jakarta pada 20-24 Oktober 2008. kegiatan ini mengambil tema ”Menjadi berkat bagi yang lain.” Kegiatan dilakukan di Salatiga.

Sekolah mengadakan kegiatan bekerjasama dengan Stube-HEMAT dengan tujuan: 1) siswa mengenal dan memahami siapakah sesamanya, 2) siswa mempunyai panggilan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga bermanfaat bagi dirinya maupun bagi sesamanya, 3) siswa memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap sesamanya, dalam rangka mengaplikasikan nilai-nilai cinta kasih Tuhan, sehingga mempunyai relasi yang baik dengan sesamanya, dan 4) siswa mempunyai komitmen untuk peduli terhadap sesamanya, sebagai wujud kasih dan tanggungjawabnya kepada Tuhan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain: pendalaman materi (ceramah/ diskusi), outbond, kunjungan sosial, dan live-in.

1. Anak-anak memilih lokasi kunjungan sosial.
2. Anak-anak berinteraksi dengan bapak dan ibu yang tinggal di Panti Wredha Salib Putih.
3. Anak-anak berfoto bersama adik-adik yang tinggal di Panti Asuhan Salib Putih.
4. Anak-anak berkumpul di GKJ Ngablak sebelum melakukan live-in di rumah warga GKJ Ngablak.

5. Peserta live-in berfoto bersama di ladang.
6. Peserta live-in berfoto dengan kelinci milik tuan rumah yang ditinggali.
7. Peserta live-in mengikuti aktivitas memanen wortel di ladang.
8. Peserta live-in berfoto bersama keluarga yang ditinggali.

9. Peserta live-in naik mobil pengangkut sayur ketika mengikuti live-in.
10. Guru sekolah memberikan kenang-kenangan kepada tuan rumah yang ditinggali.
11. Anak-anak mempresentasikan pengalaman live-in di Ngablak dan menampilkan kebolehannya.
12. Guru sekolah memberikan kenang-kenangan kepada pendamping dari Stube-HEMAT.

  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 23 Januari 2009
oleh adminstube

Program Eksposur Lokal

 
Stube-HEMAT memberikan kesempatan kepada 3 mahasiswa lolos seleksi untuk pulang ke daerahnya dan melakukan observasi tentang potensi daerah atau melakukan penyuluhan yang berguna bagi masyarakat di daerahnya. Di semester 2 2008 yang lalu, 3 mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk melakukan eksposur lokal adalah Leczhy Degei dan Sagrim dari Papua, dan Denta dari NTT.

 

1. Sagrim, peserta terpilih Program Eksposur Lokal pertama, akan meneliti arsitektur masyarakat suku Maybrat Imian Sawiat di Papua.
2. Denta, peserta terpilih Program Eksposur Lokal kedua, akan melakukan penyuluhan tentang pemeliharaan tambak di NTT.
3. Leczhy, peserta terpilih Program Eksposur Lokal ketiga, akan melakukan observasi tentang mama-mama Papua di pasar tradisional di Puncak Jaya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 22 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 2 Program Pertanian Organik: Melihat proses pembuatan pupuk kascing di Kaliurang dan menggali pengalaman petani organik di Dusun Bejen, Slem

 

 

Petani di Jhodog dan mahasiswa yang ingin belajar lebih lanjut tentang pertanian organik difasilitasi oleh Stube-HEMAT untuk melihat proses pembuatan pupuk kascing di Kaliurang dan menggali pengalaman petani organik di Dusun Bejen, Sleman. Kegiatan ini dilakukan pada 10 Desember 2008.
1,2. Petani mendapat penjelasan secara langsung tentang proses pembuatan pupuk kascing.
3. Bangunan yang digunakan untuk membuat pupuk kascing.
4. Peserta kunjungan berfoto bersama.


5. Pdt. Yeanne berfoto di depan padi Jawa Melik yang dirawat oleh Mas Edi.
6. Oktrianto membuka diskusi dengan petani organik yang dikunjungi.
7. Mas Edi berbagi tentang isu-isu di bidang pertanian bersama para petani dari Jhodog.
8. Suasana diskusi tentang pertanian organik di rumah Mas Edi .



Setelah semua rangkaian kegiatan ini, pendampingan Stube-HEMAT pada kelompok mahasiswa yang berminat pada pertanian organik masih terus berlanjut. Bapak Edi sebagai salah satu fasilitator Program Pertanian Organik telah berkomitmen untuk bersama-sama dengan kelompok mahasiswa akan mendampingi petani Jodhog Bantul pada bulan Januari 2009 untuk mengembangkan pertanian organik di sana.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 21 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 1 Program Pertanian Organik di Jhodog, Bantul

 

Setelah pelatihan di Kaliurang, Stube-HEMAT memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik bersama jemaat gereja GKJ Jhodog pada 28-29 November 2008. Kegiatan ini diikuti pemantauan dan evaluasi hasil praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik pada tanggal 6 Desember 2008.


Kegiatan ini difasilitasi oleh Mas Indra (pemilik usaha pupuk kascing) dan Bruder Baptist (aktivis pertanian organik).


1. Bruder Baptist mendampingi petani untuk membuat pupuk dan pestisida organik.
2. Petani dan mahasiswa praktek membuat pupuk dan pestisida organik.
3. Bruder Baptist memberikan materi tentang pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik.
4. Peserta mempresentasikan catatan hasil kegiatan bersama petani dan Bruder Baptist.

5. Lembar kerja peserta.
6. Mas Indra berdiskusi dengan petani tentang pupuk kascing.
7. Mas Indra memberikan materi tentang pupuk kascing.
8. Petani yang mengikuti program.

Bang Roni menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Sangidu, aktivis petani organik di Jhodog.

Peserta program berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 20 Januari 2009
oleh adminstube

Belajar tentang Kascing

 

1. Bangungan yang digunakan dalam pembuatan kascing.
2. Mas Indra menunjukkan bahan kascing yang sedang dalam proses untuk menjadi pupuk kascing.
3. Cacing yang digunakan untuk membuat pupuk kascing.
4. Mas Indra menerangkan tentang komposisi pupuk kascing.


 

5. Komposisi pupuk kascing.
6. Pupuk kascing yang sudah di pak untuk didistribusikan.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 19 Januari 2009
oleh adminstube

Belajar tentang Biogas

 
Lokasi 1
1. Instalasi biogas yang sedang dibangun.
2. Sapi-sapi yang dipelihara di instalasi biogas. Kotorannya dimanfaatkan sebagai bahan biogas.
3. Riris, peserta pelatihan, masuk ke instalasi biogas yang sedang dibangun.
4. Pak Sarjiyo menanggapi respon dan pertanyaan peserta pelatihan setelah melihat instalasi biogas yang sedang dibangun.

Lokasi 2
5. Peserta berfoto di atas instalasi biogas yang sudah digunakan.
6. Sapi yang dipelihara di instalasi biogas.
7. Kompor gas yang telah dimodifikasi untuk digunakan dengan biogas.
8. Pak Sarjiyo menerangkan tentang pemanfaatan biogas untuk bahan bakar sehari-hari.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 17 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Pertanian Organik

 

 

Pelatihan pertanian organik Stube-HEMAT diadakan di Hotel Kayu Manis, Kaliurang pada 21-23 November 2008.

Dalam pelatihan ini, peserta belajar tentang: 1) sharing hasil observasi di area pertanian Merbabu, 2) paradigma dan ideologi pertanian organik kontekstual, 3) kedaulatan pangan dan keberpihakan pada petani, 4) sesi motivasi mahasiswa untuk berperan serta dalam dunia pertanian Indonesia, 5) prospek pertanian organik dan distribusi hasil pertanian organik, 6) pupuk kascing, dan 7) biogas. Sesi-sesi dalam pelatihan ini difasilitasi oleh: Tim Kerja Stube-HEMAT, Mas Edi (petani organik), Indra (pemilik usaha pupuk kascing), dan Pak Sarjiyo (praktisi pembuatan instalasi biogas).

Selain materi di dalam kelas, peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung 2 lokasi implementasi teknologi biogas dan tempat produksi pupuk kascing (bekas cacing). Lokasi kunjungan ada di daerah Kaliurang, Sleman.

1. Oktrianto, koordinator pelatihan, memberikan pengantar tentang materi pelatihan kepada peserta pelatihan.
2. Pdt. Yeanne memimpin ibadah pembukaan.
3. Nuning, panitia pelatihan, menandatangani kontrak belajar yang dibuat bersama peserta pelatihan.
4. Ibu Ariani memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta baru.


5. Rony, peserta pelatihan, mempresentasikan hasil eksposur di PPM.
6. Mas Edi, memfasilitasi peserta untuk memahami paradigma dan ideologi pertanian organik kontekstual, kedaulatan pangan dan keberpihakan pada petani.
7. Sesi Mas Edi.
8. Selain belajar, peserta juga bernyanyi dan bermain bersama.

9. Mas Indra mendemonstrasikan bagaimana pembuatan pupuk kascing.
10. Pak Sarjiyo, pemateri biogas.
11. Oktrianto memberikan pengantar kepada peserta sebelum mengunjungi lokasi pemanfaatan biogas dan pembuatan kascing.
12. Peserta menuliskan pengalamannya mengunjungi lokasi pemanfaatan biogas dan pembuatan kascing.

Sebagian peserta pelatihan berfoto bersama.


  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 16 Januari 2009
oleh adminstube

Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang

 

Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang dilaksanakan pada15 November 2008. Di sana, mahasiswa mengamati secara langsung bagaimana praktek pertanian organik di pedesaan.

1. Koperasi serba usaha untuk petani milik PPM.
2. Peserta eksposur di rumah salah satu pengurus kelompok petani dampingan PPM.
3. Peserta eksposur bersiap untuk melakukan observasi di lahan-lahan pertanian.
4. Petani mendampingi peserta eksposur untuk belajar tentang pertanian di daerah Merbabu.


5. Greenhouse untuk menanam tomat.
6. Peserta belajar tentang penanaman tomat di dalam greenhouse.
7. Peserta eksposur mendapat kesempatan untuk mengalami memetik tomat di dalam greenhouse.
8. Peserta eksposur memetik buah strawberry.

9. Pak Surame dari PPM menjelaskan tentang kelembagaan dan aktivitas PPM.
10. Peserta menuliskan pengalaman observasinya di lokasi pertanian dampingan PPM.
11. Ibu Ariani, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT, memberikan kenang-kenangan kepada PPM.
12. Peserta eksposur berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 15 Januari 2009
oleh adminstube

Program Pertanian Organik

 

 

Program Pertanian Organik Stube-HEMAT Yogyakarta dilaksanakan dalam beberapa tahapan:

1. Eksposur ke Paguyuban Petani Merbabu, Magelang.
2. Pelatihan pertanian organik.
3. Praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik bersama jemaat gereja GKJ Jhodog. Diikuti pemantauan dan evaluasi hasil praktek pembuatan pupuk organik bokasi dari kotoran sapi dan pupuk hijau, perangsang buah, Em4 buatan, dan pestisida organik.
4. Kunjungan mahasiswa dan petani organik Jodhog di lokasi pembuatan pupuk kascing, Kaliurang dan kunjungan ke rumah petani organik di Desa Bejen, Sleman.

Peserta memberikan apresiasi dan tanggapan yang sangat baik akan pentingnya program yang diselenggarakan oleh Stube-HEMAT karena memberikan pencerahan tentang: 1) hal-hal baru dalam dunia pertanian yang belum diketahui sebelumnya, 2) memberikan pengetahuan tentang analisa sosial dunia pertanian dan mengapa petani semakin terpuruk dan lahan pertanian semakin rusak, 3) menambah pengalaman dengan belajar membuat pupuk organik kascing, pupuk organik padat (bokasi dari kotoran sapi dan dedaunan), organik cair (perangsang buah, Em4 buatan), pestisida organik dari tembakau dan bumbu-bumbuan.


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 14 Januari 2009
oleh adminstube

Seminar Kewirausahaan

 
Seminar Kewirausahaan Stube-HEMAT “Ayo jadi entrepreneur!” diadakan pada 3 Desember 2008 di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta dan diikuti oleh lebih dari 60 orang peserta. Seminar ini dapat terselenggara atas kerjasama Stube-HEMAT Yogyakarta bersama Persekutuan Sahabat Gloria (PSG).

Seminar dibuka oleh tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta. Ibu Ariani, selaku Direktur Eksekutif Stube-HEMAT Yogyakarta, memberikan pengantar dan sambutan kepada peserta. Setelah itu, pembicara langsung menyampaikan materi seminar.

Andrias Harefa menceritakan perjalanan hidupnya dari ketika memulai sampai menjadi seorang penulis buku dan motivator terkenal seperti sekarang ini. Sejak kuliah, dia sudah banyak magang dan aktif dalam dunia jurnalistik. Selain itu, ia juga mengikuti program Dale Carnegie’s Training. Ia juga mencari banyak penghargaan dari berbagai tempat.
Andrias Harefa memaparkan bahwa lapangan kerja formal makin sempit dan pengangguran meningkat terus. Itu trend. Oleh karena itu, masa depan kita perlu kita perjelas sendiri. Dan lapangan kerja yang paling luas: entrepreneur.

Manfaat berwirausaha selagi muda:
Mencuri start kerja untuk mandiri secara finansial di usia muda.
Kesempatan melakukan kesalahan, sempat diperbaiki.
Resiko rendah, belum punya tanggungan keluarga.
Mengurangi masalah ketenagakerjaan pemerintah.
Membangun mentalitas mandiri; komunitas tangan di atas.
Mengembangkan potensi pemimpin; pengaruh.

Kiat jadi wirausahawan:
Digerakkan oleh ide dan impian.
Lebih mengandalkan kreativitas.
Menunjukkan keberanian.
Percaya hoki, tetapi lebih percaya usaha nyata.
Melihat masalah sebagai peluang.

Modal awal berwirausaha bisa dengan hati, relasi, fisik, uang, dan otak. Dan keyakinan adalah hal yang penting. Keyakinan memandu semua cara berpikir kita. Keyakinan memandu pikiran kita.
 
Seorang peserta bertanya tentang jenis entrepreneur, seorang pemula atau pemelihara. Bagaimana bisa seperti itu? Dia juga menanyakan tentang manajemen resiko dalam berwirausaha.

Andrias Harefa menjawab, untuk jenis entrepreneur, kita perlu melihat kita kuatnya di mana. Tentang resiko: kalau ada pertanyaan, usaha yang bagus apa, itu pertanyaannya yang salah. Buat saya yang baik membangun sistem. Kalau pengin entrepreneurship, bukan usaha apa. Tapi kita membangun usaha bersama siapa. Itu yang lebih penting.

Peserta lain menanyakan bagaimana mengolah kegagalan menjadi motivasi dan bagaimana menanamkan sikap entrepreneur. Andrias Harefa menanggapi kalau usaha gagal, itu tidak mengapa. Coba lagi. Dari pengalaman gagal itu kita bisa menarik suatu pelajaran.

Sebagai penutup seminar, Andrias Harefa menekankan bahwa kita perlu terus membuka diri dan terus berinteraksi dalam kehidupan kita karena peluang-peluang baru ada dalam interaksi.

1. Registrasi ulang peserta seminar.
2. Bapak Wiji Suprayogi dari PSG dan Board Stube-HEMAT, Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, menghadiri seminar.
3. Andrias Harefa memotivasi peserta dalam seminar.
4. Peserta seminar kewirausahaan Stube-HEMAT.
 
5,6. Peserta bertanya kepada pemateri seminar.
7. Ibu Ariani membagikan doorprize kepada peserta seminar.
8. Stand penjualan buku dari Penerbit Gloria ketika seminar berlangsung.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 13 Januari 2009
oleh adminstube

Kompetisi Kreatif dan Presentasi

 
Kompetisi kreatif diikuti oleh kelompok-kelompok mahasiswa yang dibentuk ketika Pelatihan Kewirausahaan. Kompetisi ini dilakukan untuk mempraktekkan konsep dan ketrampilan yang mahasiswa dapatkan ketika mengikuti Pelatihan Kewirausahaan. Pada 29 September 2008, mereka mempresentasikan pengalamannya menjalankan rencana usaha di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta.
 
Kelompok mahasiswa melakukan usaha antara lain:
- berjualan kembang api,
- berjualan pulsa,
- berjualan lilin hias,
- membangun relasi untuk berjualan siomay.

Dalam presentasi, peserta menyampaikan perencanaan usaha mereka dan bagaimana rencana itu dilakukan. Ada banyak hal yang mereka alami, mulai dari bagaimana mendapatkan modal awal dan sulitnya menentukan waktu untuk pertemuan kelompok. Untuk masalah modal, ada yang meminjam dan ada yang mengumpulkan antara mereka sendiri. Untuk masalah waktu pertemuan kelompok yang sulit dilakukan, ada 2/3 peserta yang berinisiatif melakukan usaha karena teman-teman yang lain punya kesibukan yang lain.

Dengan sesi presentasi usaha, secara tidak langsung peserta pelatihan belajar tentang bagaimana praktek bermacam-macam usaha yang dilakukan peserta yang lain. Bahkan ada 1 peserta yang kemudian ingin membuat usaha potong rambut di tempat tinggalnya karena melihat dia mempunyai kemampuan untuk memotong rambut dan peluang usahanya cukup bagus.

1. Peserta presentasi.
2, 3, 4. Koordinator kelompok mempresentasikan usaha yang dibuat kelompoknya.

5. Peserta mempertajam presentasi temannya.
6. Koordinator kelompok mempresentasikan usaha yang dibuat kelompoknya.
7. Ibu Ariani memberikan penghargaan proses usaha yang telah dijalankan oleh teman-teman peserta pelatihan.
8. Diskusi peserta pelatihan untuk membuat rencana usaha lanjutan sambil makan malam bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 12 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Kewirausahaan

 
Pelatihan Kewirausahaan Stube-HEMAT dilaksanakan pada 19-21 September 2008 di Padepokan Shanti Dharma, Godean, Sleman dengan tema “Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha”.
 
Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang mahasiswa ini menghadirkan narasumber dan fasilitator:
Oktrianto F. Wurangian, S. Th., mengampu sesi “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
Friends Community: Abraham Delta Oktaviari, Pandji Putranto Hutomo, Bernadetha Rismisari Handayani, Sari Natalia, mengampu sesi “Achievement Motivation Training”.
Andi Purnawan Putra, S.Sn, pemilik usaha Pensil Terbang, mengampu sesi “Dasar-dasar kewirausahaan dan pembuatan rencana usaha”.
Firmansyah Budi Prasetyo, SH, pemilik usaha Tela Krezz, mengampu sesi “Pengelolaan usaha”.
Kusbudiyanto, SE dan Dwi Astuti, M.Si, pemilik Abitha Design, mengampu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
Olly Dwi Purnamasari, pemilik usaha Donatello, mengampu sesi “Bisnis donat dari ketela”.
Gracy Sondang Marpaung, pemilik usaha RECYCL Indonesia, mengampu sesi “Bisnis produk daur ulang”.
Fathoni Budi Satriyo, pemilik usaha Brain Manufacture, mengampu sesi “Bisnis clothing”.
Nanang Syaifurrozi, pemilik usaha Rumah Warna, mengampu sesi “Bisnis kerajinan tangan”.
Gandung Sunarto, Divisi Kreatif Pensil Terbang, mengampu sesi “Bisnis lilin hias”.
Imelda, M.Psi, HRD CD Bethesda, mengampu sesi “Konsultasi psikologi”.
 
Sesi 1: Mengasihi Sesama dengan Berwirausaha
Peserta pelatihan dalam iman Kristiani merupakan gambaran Allah (imago dei), sehingga mereka harus menjadi berkat untuk dunia sekitarnya. Wirausaha merupakan salah satu “tools” yang tepat untuk itu. Dengan berwirausaha, hasilnya tidak hanya dinikmati diri sendiri, tapi juga orang lain. Dalam sesi ini, fasilitator juga menceritakan pengalamannya sebagai seorang wirausahawan. Sharing ini semakin memperkaya pemahaman peserta bagaimana seorang wirausahawan dalam melakukan usahanya.

Sesi 2: Achievement Motivation Training
Sesi Achievement Motivation Training membantu peserta untuk mengenali potensi dirinya. Dengan mengetahui potensi diri, peserta pelatihan diharapkan termotivasi untuk mengembangkannya. Dalam sesi ini, peserta difasilitasi untuk mengenal diri mereka melalui permainan dan refleksi yang menyenangkan, penyampaian materi motivasional, dan melakukan simulasi lewat game winning ball”.
 
Sesi 3: Dasar-dasar kewirausahaan
Materi dalam sesi ini antara lain 1) semangat dan motivasi berwirausaha, 2) kreatif memulai usaha, dan 3) strategi kreatif dalam menjual produk. Proses dialog yang terjadi dalam sesi ini membantu peserta untuk lebih mudah menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada fasilitator. Sesi ini merupakan sesi dasar sebelum membahas lebih jauh tentang topik-topik kewirausahaan di sesi-sesi selanjutnya.
 
Sesi 4: Pengelolaan usaha
Sesi pengelolaan usaha dibawakan oleh seorang praktisi usaha di bidang waralaba. Dalam sesi ini dibahas tentang bagaimana memulai usaha, mencari peluang, pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha dan serba-serbi waralaba/franchising. Paparan yang disampaikan sangat praktis karena berasal dari pengalaman fasilitator. Sesi ini merupakan sesi yang bagus bagi peserta karena mereka dapat belajar tentang wirausaha yang telah dipraktekkan di masyarakat.

Sesi 5: Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat
Sesi ini diawali dengan paparan fasilitator tentang hubungan antara kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat hendaknya tidak dipertentangkan, karena aktivitas wirausaha sendiri merupakan hal yang memberdayakan masyarakat. Dalam sesi ini, peserta dibagi kelompok untuk melakukan FGD tentang usaha yang mereka minati dan bagaimana usaha itu memberikan kontribusi pada masyarakat luas.
 
Sesi 6: Workshop kewirausahaan
Sesi workshop ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar tentang usaha kreatif yang menarik. Selain belajar tentang konsep usaha kreatif yang dilakukan oleh fasilitator, mereka juga dapat belajar bagaimana membuat produk yang dibuat oleh fasilitator. Pemateri workshop ini adalah: Donatello, RECYCL Indonesia, Brain Manufacture, Rumah Warna, dan Pensil Terbang.
 
Sesi 7: Konsultasi Psikologi
Sesi konsultasi psikologi melengkapi sesi AMT di awal pelatihan. Dalam sesi ini, fasilitator mendampingi peserta untuk semakin mengenali diri dan potensinya dan memaparkan apa saja karakter yang ada dalam seorang wirausahawan. Metode game dan pembahasan game sangat membantu penyampaian materi dalam sesi ini. Banyaknya dialog antara peserta dengan fasilitator membantu mudahnya penyampaian materi kepada peserta.
 
Sesi 8: Pembuatan Rencana Usaha
Pembuatan rencana merupakan hal penting yang perlu dilakukan sebelum melakukan usaha. Dalam sesi ini, peserta mendapat materi tentang perencanaan usaha sederhana yang dapat diaplikasikan. Kemampuan untuk melakukan kerjasama adalah salah satu hal yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan. Untuk melatih hal ini, fasilitator mengajak peserta untuk berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik. Permainan ini membantu penyampaian peserta tentang kerjasama. Peserta menikmati permainan ini dan dapat melakukan refleksi atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
1. Perkenalan peserta.
2. Panitia memandu pembuatan kontrak belajar.
3. Kontrak belajar yang dibuat peserta bersama panitia.
4. Oktrianto membawakan sesi pertama, “Mengasihi sesama dengan berwirausaha”.
 
5. Ibu Ariani, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta yang baru pertama kali mengikuti pelatihan.
6. Friends Community menjadi fasilitator dalam sesi AMT.
7. Mas Andi menyampaikan materi kewirausahaan dasar.
8. Wuzz! Ice breaking dari Mas Andi untuk peserta.
 
9. Panitia mendampingi peserta dalam proses pelatihan.
10. Leczhy, peserta dari Puncak Jaya, Papua, membacakan tugasnya.
11. Mas Firman menyampaikan materi pengelolaan usaha.
12. Peserta berfoto bersama Mas Firman.
 
13. Mbak Dwi dan Mas Kus memandu sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat”.
14. Sesi “Kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.”
15, 16. Peserta melakukan diskusi untuk membuat rencana usaha.
 
17. Mas Nanang mendampingi peserta dalam belajar membuat pigura kertas.
18. Peserta membuat pigura dari kertas.
19. Rio memberikan materi tentang usaha clothing.
20. Tim Brain Manufacture mendemonstrasikan cara menyablon kaos.
 
21. Mbak Olly memberikan materi tentang usaha donat dari ketela.
22. Diskusi interaktif dalam sesi usaha donat dari ketela.
23. Mas Gandung melatih peserta untuk dapat membuat lilin hias.
24. Peserta berfoto dengan lilin hiasnya.
 
25. Peserta berfoto dengan tas dan dompet daur ulang.
26. Peserta belajar membuat produk daur ulang.
27. Dalam pelatihan, peserta mendapat kesempatan untuk ikut memandu jalannya sesi.
28. Peserta berkompetisi membuat menara dari sedotan plastik.
29. Imelda, M.Psi memandu peserta untuk mengenal potensi dirinya dalam bidang kewirausahaan.
30. Sesi “Konsultasi psikologi”.
31. Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, salah satu Board Stube-HEMAT, menyemangati peserta untuk berwirausaha.
32. Peserta pelatihan berfoto bersama.

  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 10 Januari 2009
oleh adminstube

Program Kewirausahaan

 

 

Di semester 2 tahun 2008, Stube-HEMAT mengadakan Program Kewirausahaan. Program ini dilakukan dengan tujuan:

1) membangun semangat kemandirian,
2) membangun kepedulian sosial mahasiswa,
3) memperkenalkan konsep dan praktek koperasi untuk pengembangan ekonomi lokal, dan
4) merangsang mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha baru dan memberikan ketrampilan untuk merancang penciptaan usaha kreatif berikut cara pengelolaannya.

Bentuk kegiatan dalam program ini adalah: 1) pelatihan, 2) kompetisi kreatif dan presentasi, dan 3) seminar kewirausahaan.


  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 9 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 5 Program Pendidikan: Presentasi peserta yang mengikuti live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga

 

 

Peserta live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah mempresentasikan hasil live-in nya di Wisma Immanuel, Samironobaru pada 28 Oktober 2008. presentasi ini difasilitasi oleh Tim Kerja Stube-HEMAT. Hasil presentasi akan digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan live-in yang lain.
1. Bang Roni memandu acara presentasi.
2. Mahasiswa yang datang untuk mempresentasikan pengalaman live-in kelompoknya di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.

3, 4, 5. Mahasiswa memaparkan pengalaman live-in kelompoknya di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
6. Peserta live-in menanggapi presentasi teman-temannya.


  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 8 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 4 Program Pendidikan: Live-in di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga

 

Pada 17-19 Oktober 2008, Stube-HEMAT memfasilitasi 24 orang mahasiswa yang berminat untuk lebih mengenal Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga dengan melakukan live-in di sana. Di sana, peserta difasilitasi oleh Bahruddin, Kepala Sekolah Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, dan guru-guru pendamping di sana, Pak Ahmad dan Pak Sudjono. Peserta berinteraksi dengan anak-anak Qaryah Thayyibah dan melakukan banyak kegiatan bersama.

1. Bahruddin dan guru-guru pendamping di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
2. Kegiatan diskusi bersama antara murid dan guru Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah dengan mahasiswa dari Stube-HEMAT.
3. Mahasiswa dari Stube-HEMAT melakukan diskusi dengan anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
4. Bang Roni mengamati bagaimana penguasaan teknologi komputer anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.

5. Mahasiswa dari Stube-HEMAT melakukan diskusi dengan anak-anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
6. Bang Roni menanyakan lebih jauh tentang keseharian anak-anak di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
7. Mahasiswa dari Stube-HEMAT mewawancarai anak Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.
8. Di malam pentas seni, mahasiswa dari Stube-HEMAT menampilkan kesenian daerahnya.

  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 7 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 3 Program Pendidikan: Pendampingan mahasiswa Papua di Asrama Puncak Jaya

 

Stube-HEMAT akan mendampingi mahasiswa Papua di Asrama Puncak Jaya dengan pelatihan-pelatihan. Pada bulan September 2008 yang lalu, Stube-HEMAT mengadakan pertemuan perdana dengan teman-teman di Asrama Puncak Jaya untuk mempersiapkan pelatihan-pelatihan tersebut.

Dalam pertemuan ini, dipetakan apa saja kebutuhan pelatihan untuk teman-teman di Asrama Puncak Jaya. Dari proses yang dilakukan, pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan diri, penguasaan teknologi komputer, dan ketrampilan tulis menulis dan kewirausahaan diagendakan untuk dilaksanakan.

1. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT, memberikan pengantar sebelum kegiatan dimulai.
2. Mahasiswa yang tinggal di Asrama Puncak Jaya.
3. Peserta mengisi lembar perkenalan.
4. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya dari Papua, namun juga dari NTT dan Kalimantan.


5,6. Peserta menceritakan lembar kerja yang ditulisnya.
7. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT, menutup acara diskusi.
8. Pdt. Yeanne memimpin renungan penutup.

  Bagikan artikel ini

pada hari Selasa, 6 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 2 Program Pendidikan: Seminar Motivasi bagi Mahasiswa Baru

 

 

Stube-HEMAT mengadakan Seminar Motivasi bagi Mahasiswa Baru pada 26-27 September 2008 di LPPS GKI-GKJ dan Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta. Seminar diikuti oleh 30 orang.

Seminar menghadirkan narasumber dan fasilitator:
1. Betty Tjipta Sari, Psi,MK (GKI Gejayan)
2. Rhony Simatupang (Stube-HEMAT)
3. RM Wahju Djatikoesoemo (LPMI)
4. Abu Prawoto (The Navigator)
5. Sarah Roulina Astrid (JOY Fellowship)
6. Naomi Fortuna (Perkantas DIY)
7. Thomas Robiana Sembiring (PMKRI St. Thomas Aquinas Yogya)
8. Musa (GMKI Yogyakarta)
9. Oktrianto F. Wurangian, S.Th (Stube-HEMAT)
10. Widiaji (Stube-HEMAT)
11. Pdt. Mathelda Yeanne Tadu, S.Si (Teol.) (Stube-HEMAT)

Materi seminar ini adalah:
Pengenalan diri dan membangun motivasi belajar
Memahami kerja otak & membaca dengan cepat dan efektif
Mengenal lembaga-lembaga pelayanan mahasiswa Kristen : JOY,GMKI, Perkantas, Navigator, PMKRI, LPMI
Manajemen waktu dan manajemen keuangan
Mengenal Yogjakarta
Teknik belajar dan merancang rencana belajar

1. Perkenalan peserta.
2. Peserta seminar motivasi.
3. Mbak Betty Tjipta Sari, Psi,MK dari GKI Gejayan memberikan materi pengenalan diri dan membangun motivasi belajar untuk mahasiswa.
4. Bang Roni, tim kerja Stube-HEMAT memberikan materi memahami kerja otak & membaca dengan cepat dan efektif.


5. Peserta seminar motivasi hari ke dua.
6. Oktrianto, tim kerja Stube-HEMAT menyampaikan materi manajemen waktu dan manajemen keuangan.
7. Oktrianto berdialog dengan peserta tentang pengelolaan keuangan.
8. Pdt. Yeanne memperkenalkan wakil-wakil dari berbagai lembaga Kristen yang melayani mahasiswa di Yogyakarta yang akan mempresentasikan lembaga dan aktivitasnya.


9. Mbak Sarah dari JOY Fellowship mempresentasikan lembaganya.
10. Peserta menanggapi presentasi.
11. Mas Thomas dari PMKRI St. Thomas Aquinas Yogya mempresentasikan lembaganya.
12. Pak Abu dari The Navigator mempresentasikan lembaganya.


13. Mbak Naomi dari Perkantas DIY mempresentasikan lembaganya.
14. Pak Wahju dari LPMI mempresentasikan lembaganya.
15. Panitia menyampaikan kenang-kenangan dari Stube-HEMAT kepada para pemateri.
16. Mas Musa dari GMKI Yogyakarta mempresentasikan lembaganya.


17. Pdt. Yeanne memberikan materi teknik belajar dan merancang rencana belajar.
18. Manius, salah seorang peserta seminar, menceritakan pengalaman belajarnya.
19,20. Peserta belajar membuat mindmap.


  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 5 Januari 2009
oleh adminstube

Follow up 1 Program Pendidikan: Eksposur Ke SDK Mangunan

 

 

Mahasiswa peserta Pelatihan Pendidikan melakukan eksposur ke SDK Mangunan pada 13 September 2008. Di sana, peserta berkenalan dengan Pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED), kepala sekolah dan guru-guru. Dari interaksi yang ada, peserta memperoleh deskripsi bagaimana SDK Mangunan dijalankan. Peserta juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan adik-adik yang bersekolah di SDK Mangunan. Eksposur diakhiri dengan acara diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini difasilitasi oleh Mbak Ana Prasena dari Yayasan DED.
1. Peserta eksposur disambut oleh Pak Wandi, Kepala Sekolah SDK Mangunan dan Mbak Ana, pengurus Yayasan DED.
2. Peserta pelatihan melakukan interaksi dengan murid SDK Mangunan.
3. Boy mengajak anak berbagi tentang kesehariannya di SDK Mangunan.
4. Peserta eksposur mendiskusikan hasil observasinya bersama Mbak Ana.


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 3 Januari 2009
oleh adminstube

Pelatihan Pendidikan “Education for All”

 

Setelah mengadakan Diskusi Publik “Menggagas Pendidikan Murah” pada 25 Agustus 2008 yang lalu, Stube-HEMAT mengadakan Pelatihan Pendidikan “Education for All" pada 5-7 September 2008 di PGK Santi Darma Sleman.


Pelatihan ini diikuti oleh 33 orang mahasiswa dan menghadirkan fasilitator:
1. Pdt Karmito, MTh (STAK Marturia)
2. Pdt. Wahyu S. Wibowo, M.Hum (Fak. Theologia UKDW)
3. Pdt. Dr. Budiyanto (Rektor UKDW)
4. Dr. J. Bismoko (IRB Univesitas Sanata Dharma)
5. Bahruddin (Kepala Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah)
6. Bambang Ertanto/Kirik (Save The Children, Surabaya)

Materi Pelatihan
Teologia pendidikan
Diskusi Film “Freedom Writers”
Filsafat Pendidikan
Peran Pendidikan Tinggi Kristen bagi Dunia Pendidikan di Indonesia: Christian Character
Peran Pendidikan Tinggi Kristen bagi Dunia Pendidikan di Indonesia: Social Awareness
Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah
Metode Partisipatory Learning & Action

 
1. Panitia membagi kamar peserta.
2. Boy, wakil peserta menandatangani kesepakatan tata tertib yang dibuat panitia bersama peserta.
3. Pdt. Karmito, M.Th menyampaikan materi Teologi Pendidikan.
4. Ibu Ariani memperkenalkan Stube-HEMAT kepada peserta pelatihan yang belum pernah ikut kegiatan yang diadakan oleh Stube-HEMAT.
 

5. Pdt. Yeanne memimpin ibadah pembukaan.
6. Ety, peserta pelatihan, memimpin ice breaking.
7. Pdt. Wahyu S. Wibowo, M.Hum memaparkan materi Filsafat Pendidikan.
8. Dr. Budiyanto, rektor UKDW, memaparkan materi peran pendidikan tinggi Kristen bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya tentang karakter Kristen.


9. Dr. J. Bismoko dari IRB Univesitas Sanata Dharma memaparkan materi peran pendidikan tinggi Kristen bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya tentang kesadaran sosial.
10. Olly, peserta pelatihan, memimpin ibadah pagi.
11. Mas Kirik Ertanto dari Save The Children, Surabaya, memfasilitasi peserta untuk belajar tentang metode Partisipatory Learning & Action.
12. Peserta pelatihan melakukan diskusi kelompok.

13. Peserta pelatihan berfoto bersama Bahruddin, Kepala Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.


  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 1 Januari 2009
oleh adminstube

Horee, program-program semester 2 sudah selesai dikerjakan!

 

 

Di semester 2 tahun 2008 yang lalu, Stube-HEMAT telah mengerjakan program-program unggulannya, yakni: Program Pendidikan, Program Kewirausahaan, Program Pertanian Organik, dan Program Eksposur Lokal. Selain keempat program ini, ada kegiatan tambahan yang dikerjakan, yakni: 1) pendampingan studi sosial SLTPK Tirtamarta-BPK Penabur dan Permata Bunda, Jakarta, dan 2) mendampingi pelaksanaan Penyegaran Iman dan Pembekalan Pelayan Gereja GKJ Mergangsan.

Posting berikut merupakan dokumentasi kegiatan-kegiatan tersebut. Buat kamu yang pengin mengikuti program-program yang akan datang, silakan hubungi kami. Seru-seru loh programnya!


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

TAG 1  TAG 2  TAG 3  TAG 4  TAG 5  TAG 6  TAG 7  TAG 8  TAG 9  TAG 10  TAG 11  TAG 12  TAG 13  

Youtube Channel

Official Facebook