pada hari Senin, 26 November 2012
oleh adminstube

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 5 November 2012
oleh adminstube

Pendampingan Studi Sosial SMPK Tirta Marta Cinere 2012

 
 
Bersama Tuhan Aku Bisa!
Studi Sosial Siswa
SMPK Tirta Marta – BPK Penabur Cinere
 
Kebutuhan berinteraksi bagi remaja yang dilandasi rasa peduli terhadap sesama, menjadi dasar pemikiran kegiatan studi sosial bagi siswa-siswi klas VII dan IX SMPK Tirta Marta - BPK Penabur Cinere Jakarta. Kegiatan ini tidak kalah serunya dengan studi sosial yang dilakukan kawan-kawan mereka dari Tirta Marta Pondok Indah seminggu lalu.
 
 
“Pergunakanlah kesempatan mengikuti Studi Sosial ini sebaik mungkin untuk semakin memperlengkapi diri kalian menjadi remaja Indonesia yang utuh dan tangguh, jadilah sahabat yang baik bagi sesama putra putri Indonesia, terus tumbuhkan bangun semangat cinta bangsa dan cinta tanah air”, pesan kepala sekolah Ester Susilowati, S.Pd membekali siswa-siswinya.
 
 
Kegiatan Studi Sosial yang didampingi oleh Stube-HEMAT Yogyakarta ini dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober – 2 November 2012 di Yogyakarta dan sekitarnya mengusung tema Bersama Tuhan Aku Bisa. Studi sosial ini diwujudkan dalam dua kegiatan yaitu TurBa dan Live In di pedesaan. TurBa yang artinya Turun ke Bawah, merupakan aktifitas untuk melihat tempat dan kegiatan sosial kemasyarakatan untuk menumbuhkan kepedulian, kemandirian dan mau kerja keras. Lokasi TurBa mengambil 5 tempat kunjungan yang meliputi;
 
  1. Wirausaha Lilin Hias “Pensil Terbang”
  2. Sanggar Anak Alam (SALAM)
  3. Yayasan Sayap Ibu
  4. Museum Wayang Kekayon
  5. Kerajinan Topeng Kayu Bobung.

 

 
 
 
 
 
 
Kegiatan Live In atau tinggal dan hidup bersama, memberi kesempatan para siswa bermalam di rumah dan beraktivitas bersama dengan warga pedesaan di Watusigar, Ngawen, Gunungkidul. Ketika Live In inilah para siswa mengalami dan mendalami kehidupan masyarakat pedesaan dengan berbagai dinamika yang ada seperti berjalan kaki melewati tanah berbatu, menyusur sungai, mencari rumput untuk makanan ternak, mencangkul di tanah berbatu, menanam jagung, dan bertegur sapa dengan setiap orang yang dijumpai meski sebelumnya tidak kenal.
 
 
Meski kegiatan TurBa dan Live in relatif singkat, muncul berbagai cerita tentang pengalaman yang dialami oleh para siswa, guru, pendamping Stube dan penduduk setempat, dari peristiwa yang lucu sampai yang mengharukan. Mereka belajar bahwa persoalan hidup bisa dihadapi asal tetap berpegang teguh bahwa Tuhan adalah setia dan tidak akan pernah meninggalkan anak-anaknya.***
 

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook