pada hari Rabu, 30 Mei 2012
oleh adminstube
T O E F L   C L A S S

 

 

 

Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris
Bersama Stube-HEMAT Yogyakarta
Di Aula Yayasan Bopkri, 30 Maret – 30 Mei 2012

 

 

 

 

 

Globalisasi berdampak semakin terbukanya hubungan antar bangsa di segala bidang, terlebih lagi dengan kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi. Hal ini menuntut penguasaan bahasa asing untuk komunikasi global. Siapa pun yang mempunyai kunci untuk mempertahankan diri, dia akan mampu bertahan dalam menghadapi kompetisi global. Bahasa asing merupakan salah satu alat komunikasi agar mampu bertahan dalam kompetisi tersebut.

 

 

 

Kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa asing baik Bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya di Era Globalisasi mendorong Stube-HEMAT Yogyakarta membentuk Kelompok Belajar Bahasa Asing. Kelompok Belajar Bahasa Asing tersebut merupakan rangkaian Program Stube-HEMAT Yogyakarta semester III.  

 

 

 

Pada semester III, Program Kelompok Belajar Bahasa Asing Stube-HEMAT Yogyakarta lebih fokus pada persiapan menghadapi TOEFL Test yang mencakup bagaimana teknik penguasaan TOEFL. Peserta dibekali dengan berbagai materi persiapan TOEFL Test seperti reading, listening dan penguasaan vocabular. TOEFL Class yang dibuka merupakan kelas kecil terdiri dari 10 peserta supaya dapat lebih intensif dalam menyerap materi yang disampaikan pembimbing. Bertempat di Aula Yayasan Bopkri Yogyakarta, TOEFL Class diadakan setiap hari Rabu pada pukul 16.00 - 18.00. Proses belajar TOEFL tersebut berlangsung 30 Maret - 30 Mei 2012.

 

 

 

“Belajar Bahasa Inggris itu seperti mengasah pisau. Pisau kalau belum diasah tidak akan tajam, setelah diasah pasti tajam. Meskipun pisau itu kemudian tajam, tapi apabila tidak pernah digunakan juga akan kembali tumpul. Begitu pula belajar Bahasa Inggris, semakin banyak waktu yang digunakan untuk mempelajarinya, maka kemampuan berbahasa Inggris akan semakin baik. Rajin membaca teks, artikel, buku dalam Bahasa Inggris dan sering mempraktekkannya saat berkomunikasi tentunya membuat belajar Bahasa Inggris menjadi lebih mudah”, jelas Ariani Narwastujati (Direktur Eksekutif Stube-HEMAT) di sela-sela proses belajar TOEFL. Para peserta TOEFL Class bersemangat terus meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, terlebih akan mengikuti test TOEFL di Pusat Bahasa Universitas Gadjah Mada. Semoga semua mendapatkan skor yang diinginkan.

 


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 19 Mei 2012
oleh adminstube
P R O G R A M   B A M B U
 
 

  Bagikan artikel ini

pada hari Jumat, 18 Mei 2012
oleh adminstube
Diskusi Potensi Bambu dan

 

Konservasi Lingkungan

 

Wisma PU Yogyakarta, 17 Mei 2012

 

  

 

 

 

 

 

 

Kata “Bambu” sudah tidak asing di telinga kita. Bambu sudah sejak lama dimanfaatkan untuk bangunan rumah, berbagai perabotan, alat-alat pertanian, seni dan kerajinan, alat musik, dan makanan. Selain pemanfaatan bambu dalam bidang konstruksi dan usaha mebel, bambu juga dimanfaatkan untuk reboisasi, pelestarian air dan lingkungan. Meskipun bambu memiliki manfaat yang luar biasa, kenyataannya, bambu belum menjadi prioritas untuk dikembangkan oleh penduduk Indonesia.

 

 

 

Mengenal dan menggali lebih dalam tentang Bambu dan permasalahannya di Indonesia menjadi kerinduan mahasiswa-mahasiswi Kristiani yang tergabung dalam peserta Diskusi Bambu dan Konservasi Lingkungan yang dilaksanakan pada 17 Mei 2012 di Wisma PU Yogyakarta. Diskusi Bambu dan Konservasi Lingkungan tersebut merupakan rangkaian Program Pelatihan Bambu Stube Hemat Yogyakarta tahun 2012.

 

 

 

Melalui program ini, Stube-HEMAT Yogyakarta ingin membuka wawasan dan ketrampilan mahasiswa untuk mengelola, memanfaatkan bambu dengan baik serta mampu memetakan permasalahan dan pemanfaatan potensi bambu di Indonesia. Diskusi Bambu yang dihadiri 20 peserta tersebut diawali dengan topik mengenai Bambu dalam Konservasi Lingkungan oleh Herry Subrastowo (Pionir Konservasi Lingkungan). Ia menjelaskan bagaimana merintis Desa Sambak yaitu sebuah desa yang melakukan pemberdayaan masyarakat yang gerakannya fokus pada pengelolaan air bersih dan konservasi lingkungan. Program Konservasi Lingkungan di Desa Sambak tersebut melahirkan Komunitas Pemerhati Bambu. Berbagai pertanyaan menggelitik dan pendapat menarik mewarnai sesi Diskusi Bambu tersebut.

 

 

 

“Komunitas Pemerhati Bambu menggerakkan masyarakat Desa Sambak untuk melihat tanaman Bambu sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu bentuk perhatian komunitas ini terhadap bambu adalah kegiatan komunitas ini dalam bidang kerajinan bambu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah awalnya juga penasaran dengan gerakan yang dilakukan komunitas ini, perangkat pemerintah pun akhirnya turun langsung ke lapangan, melakukan survey dan berdialog langsung dengan anggota komunitas pemerhati bambu tersebut”, jelas Pak Herry menjawab pertanyaan peserta diskusi.

 

 

 

 

 

 

Proses belajar tentang Bambu dan Konservasi Lingkungan semakin lengkap dengan hadirnya Indra Setiadarma dari Komunitas Sahabat Bambu (Praktisi Bambu). Mas Indra mencoba membuka wawasan para peserta diskusi mengenai kekayaan spesies bambu di Indonesia dan negara-negara lain. Mas Indra juga menjelaskan bagaimana cara melestarikan dan mengelola bambu.

 


  Bagikan artikel ini

pada hari Sabtu, 5 Mei 2012
oleh adminstube
Program Wirausaha dan
Bisnis Kreatif

 

 

 

 

 

 

 

Ayo Teman2 Stube-HEMAT

 

ikut pelatihan Wirausaha dan Bisnis Kreatif....

 

(info lengkap ada di poster yaaaaa....)

 

 

 

Latar Belakang

 

Dewasa ini generasi muda memiliki potensi untuk berkembang optimal di berbagai aspek kehidupan. Berkembangnya potensi ini sangat didukung oleh adanya kemajuan teknologi dan informasi.

 

 

 

Peluang yang bagus ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda demi menjawab berbagai tantangan zaman. Sebagai contoh, tingginya biaya pendidikan, terbatasnya peluang kerja yang tersedia, tingginya pengangguran di Indonesia, dan sebaran perekonomian antar daerah yang tidak merata dan hanya terpusat di pusat-pusat kota.

 

 

 

Menjawab permasalahan di atas, sejak dari awal generasi muda perlu dibangun kesadarannya untuk menjadi mandiri, dan diasah kemampuannya sehingga mampu ‘survive’ dari tantangan-tantangan yang ada. Kemandirian generasi muda tentu menjadi modal kuat untuk menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapinya.

 

 

 

Salah satu cara untuk membangun kemandirian generasi muda adalah dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan. Dalam kewirausahaan seseorang dibekali kemampuan untuk melihat potensi, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada. Sehingga ia mampu melihat kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya, dan menjawab tantangan-tantangan yang ada. Bahkan lebih dari itu, keberhasilannya membangun kemandirian berupa wirausaha itu dibarengi dengan usaha-usaha pemberdayaan masyarakat sebagai wujud kepedulian kepada sesama dan lingkungan sekitarnya.

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook