pada hari Senin, 10 Desember 2012
oleh adminstube
Program Masyarakat Sipil

 

Ayo Kaum Muda Bersinergi

 

dan Bangkit untuk Negeri

 

 

 

 

 

 

Masyarakat sipil Indonesia belum terwujud seutuhnya! Dengan populasi lebih dari 200 juta yang tersebar di ribuan pulaunya, dan kondisi masyarakat yang beragam dari segi mata pencaharian, pendidikan, ekonomi, tradisi dan budaya, Indonesia menghadapi berbagai keterbatasan. Ketidakmerataan berbagai akses antar pulau berdampak pada kesenjangan perkembangan masyarakat antar wilayah, bahkan kemajuan ekonomipun hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan mengakses. Untuk itulah diperlukan penguatan Masyarakat Sipil yang oleh Stube-HEMAT Yogyakarta diwujudkan dalam pelatihan dengan tema Ayo Kaum Muda Bersinergi dan Bangkit untuk Negeri.

 

 

 

 

 

 

Diskusi dengan koordinator Indonesia Corruption Monitoring (ICM), Tri Wahyu KH, S.H yang diadakan pada 20 dan 28 November 2012 mengawali rangkaian acara untuk membuka wawasan peserta mengenai apa itu Masyarakat Sipil. Rangkaian pelatihan Civil Society berlanjut pada 7 – 9 Desember 2012 di Wisma Sargede Yogyakarta dengan peserta mahasiswa dari berbagai daerah dan bidang studi. Pelatihan ini mengajak peserta berpikir apa itu masyarakat sipil serta permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat.

 

 

 

Kunjungan peserta ke beberapa lembaga sosial seperti Yayasan Satunama dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan kehadiran narasumber dari Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) dalam diskusi kelompok memberi pemahaman peserta ke lembaga mana masyarakat bisa mengadukan permasalahan berkaitan dengan ketidakpuasan pelayanan publik.

 

 

 

 

 

 

Yayasan Satunama, yang berkantor di Sendangadi, Mlati, Sleman, merupakan community education yang mendampingi masyarakat, khususnya di Indonesia bagian timur. Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, (sebelumnya bernama Komisi Ombudsman Nasional) adalah lembaga negara di Indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Hukum Milik Negara (BHMN) serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN atau APBD. Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, diwakili oleh Dwi Priyono, SH sebagai anggota LOS DIY bidang Kerjasama dan Penguatan Masyarakat, mengungkapkan bahwa LOS bergerak untuk mewujudkan penyelenggaraan usaha yang bersih, bebas KKN, bebas penyalahgunaan wewenang, serta praktek usaha yang tidak beretika.

 

 

 

 

 

 

Proses pembentukan perundang-undangan sebagai kekuatan hukum yang mengatur masyarakat dijelaskan oleh Sri Handayani RW, SH, MH, dosen Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta. Berbagai pertanyaan muncul seputar tahapan pembentukan suatu usulan sampai menjadi peraturan perundangan, kesempatan masyarakat ikut mengontrol, mengawasi dan memberikan usulan dalam proses penyusunan undang-undang, serta bagaimana penyelenggaraan publik hearing antara dewan dan masyarakat sipil.

 

 

 

 

  

Model-model penguatan masyarakat sipil, di berbagai bidang di antaranya disampaikan oleh Dr. Murti Lestari (ekonomi), Dr Wimmie (teknik informatika), Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso (seni dan budaya), dan Suparlan dari WALHI untuk lingkungan. Pemahaman akhir dari masyarakat sipil dalam berbagai model penguatan adalah menjadikan masyarakat yang memiliki kemampuan, kualitas dan hasrat (inner motivated) untuk menjadikan dirinya sebagai masyarakat yang tumbuh berkembang secara kuantitatif sehingga bisa disebut sebagai masyarakat yang berkualitas. (TRU) ***


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 5 Desember 2012
oleh adminstube
Eksposur Lokal

 

Sofia Atalia, Elisabeth H. Balibo dan Balbina Bie

 

 

 

 

  

 

Eksposur Lokal atau Hospitasi merupakan program Stube-HEMAT Yogyakarta, mahasiswa aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta diberi kesempatan untuk kembali ke daerah asalnya dan melakukan pengamatan dan pemetaan terhadap daerah asalnya. Pemetaan yang dilakukan dalam hal ini berupa potensi yang bisa dikembangkan maupun permasalahan yang terjadi di daerah asalnya. Selain itu, kegiatan ini juga mempersiapkan para mahasiswa untuk mengadakan orientasi kerja dan membuka jaringan kerja ketika mereka selesai studi dan kembali ke daerah asal mereka.

 

 

 

 

 

 

Tanggal 3 Desember 2012 peserta program hospitasi melakukan presentasi proposal kegiatan hospitasi. Peserta program hospitasi tahun ini adalah:

 

 

 

Sofia Atalia (19), asal daerah Tarakan, Kalimantan Timur. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta. Sofia melakukan pemetaan dan penelitian tentang Pengembangan Garam Gunung di Desa Long Midang Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Harapannya adalah keberadaan garam gunung mulai diperhitungkan dan mampu menjadi ikon bagi daerah setempat, dan nantinya menjadi salah satu bentuk penguatan ekonomi daerah setempat.

 

  

 

Elisabeth Hoar Balibo (29), asal daerah Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur. Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan ‘YLH’ Yogyakarta, jurusan Teknik Konservasi Lingkungan. Dalam hospitasi ini Lisa mengambil topik tentang Reklamasi Lahan Bekas Tambang Mangaan dengan Pemberian Kapur Tohor dan Bokashi Jerami di Desa Oetalus Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara. Dengan adanya hasil penelitian ini nantinya menjadi masukan dan metode untuk melakukan perbaikan kondisi tanah yang rusak karena adanya tambang mangaan.

 

  

Balbina Bie (23), asal daerah Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan ‘YLH’ Yogyakarta, jurusan Teknik Konservasi Lingkungan. Dalam hospitasi ini Ribie mengambil topik tentang Daya Dukung Lingkungan Kawasan Pariwisata Di Taman Nasional Danau Kelimutu Desa Moni Kecamatan Kelimutu Kebupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Pesona Danau Kelimutu telah menjadi daya tarik wisata Flores khususnya daerah Ende, namun kemampuan atau daya dukung kawasan ini masih terbatas, dan membutuhkan pengembangan-pengembangan. Melalui penelitian hospitasi ini diharapkan muncul ide dan masukan-masukan pengembangan kawasan danau Kelimutu. (TRU).


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook