pada hari Senin, 15 Agustus 2016
oleh adminstube
Exposure to Stube Germany and
International Youth Camp 2017
 
 
Stube-HEMAT Indonesia merupakan program pengembangan diri yang berorientasi pada mahasiswa dari berbagai tempat di Indonesia. Exposure to Stube Germany and International Youth Camp dilaksanakan untuk meningkatkan persaudaraan internasional antar pemuda dan aktivis Stube yang ada di Jerman, serta berpartisipasi dalam International Youth Camp (IYC) peringatan 500 tahun reformasi gereja, yang akan diikuti sekitar 300 peserta dari 20 negara. Selain untuk mengenal pelayanan Stube Germany, peserta berkumpul untuk belajar mengenal Martin Luther, sejarah dan perkembangan sampai saat ini. Peserta juga aktif berpartisipasi dalam bentuk saling mengenal budaya dan keberagaman melalui pertunjukan seni, berbagi cerita dan ide dan diskusi kelompok.
 
Stube-HEMAT Indonesia mengundang mahasiswa menjadi peserta dalam kegiatan Exposure to Stube Germany and International Youth Camp yang diadakan mulai tanggal 26 Juli – 7 Agustus 2017 di Wittenburg, Jerman.
 
Persyaratan peserta
 
  1. Mahasiswa aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta dan Sumba, dan kesanggupan mengikuti kegiatan Stube-HEMAT bagi peserta yang belum pernah mengikutinya.
  2. Berusia antara 18 – 25 tahun.
  3. Memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris aktif.
  4. Memiliki keterlibatan dalam kegiatan masyarakat.
  5. Berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan program, dialog dan presentasi.
  6. Menunjukkan komitmen untuk mau belajar dan kerjasama internasional.
  7. Berpikiran terbuka, menghargai perbedaan dan penuh rasa ingin tahu.
  8. Memiliki kemampuan seni dan keterampilan.
  9. Kondisi kesehatan yang prima dan pribadi yang tangguh.
  10. Tahun 2018 peserta masih berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menerima kunjungan balik dari Stube-Germany.
  11. Lolos dalam tes seleksi peserta.

 

 
Biaya Kontribusi: 210 € per orang.
(akomodasi, konsumsi dan transport)
 
Pengambilan dan penyerahan formulir:
24 Agustus – 4 September 2016
 
Di Sekretariat Stube-HEMAT Yogyakarta.
Jl. Tamansiswa, Nyutran MG 2 / 1565 C.
Yogyakarta 55151
 
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Trustha Rembaka, S.Th., (081392772211)
Email: stubehemat@yahoo.com
Blog: stubehemat.blogspot.com
FB: Humas Stube

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 11 Agustus 2016
oleh adminstube
Temukan Kreatifmu

 

Lakukan Bisnismu

 


 

Bisnis dan Kreatif, dua topik pembicaraan yang menarik! Sebagian orang ingin menekuni bisnis untuk meraih kesuksesan dan saat ini tak sedikit mahasiswa sukses berbisnis di usia muda. Kunci dari semua itu adalah kreativitas manusia. Kreativitas  manusia dan inovasi  merupakan sumber ekonomi yang paling utama. Membuka wawasan dan menumbuhkan ide kreatif menjadi maksud Stube-HEMAT mengadakan pelatihan bisnis kreatif selama tiga hari yang berusaha memotivasi, menginspirasi dan membekali peserta untuk mengenal dan terjun dalam dunia bisnis yang kreatif.

 

 

 

 

 

 

 
Program diawali dengan diskusi awal bersama Yohanes Andri Wardhana, seorang General Manager perusahaan Sebangsa yang bergerak di bidang pengembangan media komunitas, dengan topik aplikasi game dan bisnis dalam dunia digital. Diskusi awal dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2016 di Sekretariat Stube-HEMAT yang membahas perkembangan dunia internet, data pengguna media sosial, Facebook, Line, Instagram dan lain-lain yang ada di Indonesia, serta peluang bisnis lewat game dan dunia maya.

 

 

Kegiatan berlanjut dengan pelatihan 12-14 Agustus 2016 di Wisma Lentera Kasih, Kalibawang, Kulonprogo. Peserta didorong untuk menciptakan ide-ide bisnis yang kreatif di hari pertama. Mereka diminta memikirkan perlunya berbisnis di era saat ini. Trustha Rembaka di dalam ibadah pembuka menyampaikan peluang mengenai hal-hal di sekitar yang bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk saling memotivasi dan membicarakan ide-ide kreatif dalam berbisnis.

 

 

Pelatihan ini mengundang beberapa fasilitator yang ahli di bidangnya, yang juga merupakan praktisi bisnis. UMKM Yogyakarta diwakili Sugiyanto, Sos., M.M., menyampaikan tentang 5W+1H yang meliputi: Bisnis apa yang ingin dilakukan? Siapa yang akan menjadi jejaring? Mengapa memilih bisnis tersebut? Dimana bisnis akan dimulai? Kapan akan memulai bisnis? Selain itu ada  tiga poin penting dalam bisnis yang disampaikan yakni “Ikhlas, Cerdas dan Tangkas”.



Materi dengan cara permainan membuat suasana jadi menyenangkan terlebih dengan hadirnya pengusaha muda batik kreatif Miftahudin Nur Ihsan yang menggeluti motif batik yang disesuaikan tema tertentu.

 

Kemudian dilanjutkan topik permodalan usaha dan menghitung laba bersama praktisi bisnis Kelik Tananto, yang menekuni bidang mebel. Pemateri lain adalah Anung Budiyanto (agen media cetak di DIY), Sugeng Handoko (pelopor desa wisata Nglanggeran, Gunungkidul). Anung menyampaikan tentang naik-turunnya bisnis media cetak terlebih di era digital dimana orang bisa mengakses berita dan informasi dengan cepat dan murah.  Sementara Sugeng Handoko yang merupakan pemuda pelopor pengembangan desa wisata Nglanggeran menyampaikan suka duka merintis dan memelihara semangat masyarakat komunitas di sekitaran Gunung Api Purba tersebut.

 

 

 
Sesi praktek desain bisnis memberi kesempatan kepada peserta menyampaikan rencana bisnis yang akan ditekuni, dan dikritisi oleh ketiga pemateri. Satu peserta yang bernama Mitha, mahasiswa UST menyampaikan ide bisnis tentang pembuatan aksesoris berkhas budaya sumba barat daya dengan bahan tanduk kerbau.

 

 

 

 

Pada sesi terakhir peserta diminta merumuskan bisnis yang lebih spesifik dan mempresentasikan desain bisnis mereka. Beberapa diantaranya adalah Erwiana (bisnis hijab), Cindy (bisnis fashion online), Ata (Salon anyam), Umbu Wahi (Pembuatan patung tradisional), dan Nuel (fashion).

 

 

 

Sesi presentasi ini menjadi akhir dari serangkaian pelatihan. Sukses di usia muda jelas tidak mudah, tetapi tidak mustahil, karena hanya perlu kemauan untuk berkembang dan tidak pernah bosan mencoba. Memang tidak semua orang punya bakat bisnis, tetapi semua orang bisa mempelajarinya. Selamat menggapai sukses. (ITM).


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 10 Agustus 2016
oleh adminstube
Keuangan Aman, Keluarga Nyaman
Belajar Manajemen Keuangan Keluarga
bersama Stube-HEMAT Yogyakarta
Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa UST Pedepokan 96
 
 
“Ada pepatah Jawa, ‘mangan ora mangan sing penting kumpul’ (makan atau tidak makan yang penting tetap berkumpul) artinya meskipun kondisi keluarga tidak mampu, keluarga tetap berkumpul.  Saat ini pepatah tersebut sudah berubah menjadi ‘pisah ra masalah sing penting mangan’ (pisah tidak masalah yang penting bisa makan). Mengapa begitu? Hal ini terjadi karena desa dianggap tidak memiliki potensi dan tidak bisa menjual kelebihan yang ada, namun seiring perkembangan jaman, perubahan menunjukkan hal positif, khususnya di Gunungkidul. Desa-desa di wilayah ini sudah dikenal karena potensi alam dan wisatanya”, ungkap Trustha mengawali sarasehan bersama ibu-ibu di Dusun Waduk, Kecamatan Patuk, Gunungkidul bersama mahasiswa KKN UST padepokan 96.
 
Kegiatan sarasehan yang berlangsung pada hari Rabu, 10 Agustus 2016 ini digagas oleh mahasiswa KKN UST padepokan 96 yang dikoordinir oleh Elisabeth Uru Ndaya, yang juga mahasiswa aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta.
 
Dalam paparannya, Trustha Rembaka, S.Th, yang juga koordinator Stube-HEMAT Yogyakarta mengungkapkan bahwa keluarga yang harmonis menjadi impian setiap keluarga. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkannya, salah satunya adalah pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan keluarga meliputi usaha mendapatkan penghasilan yang tetap, kedua orang tua bekerja, mencari penghasilan tambahan, bisnis sampingan, menabung, investasi dan cara lainnya.
 

 

Terkadang berapa pun besar penghasilan, di akhir bulan keuangan masih minus. Jadi, masalahnya bukan pada besarnya penghasilan, tetapi bagaimana mengelolanya. Mengatur keuangan sepertinya sulit, apalagi sudah berkeluarga, tetapi tidak sesulit yang dibayangkan. Ada beberapa langkah yang bisa dipelajari, antara lain:
 
Membuat perencanaan keuangan, mencatat berapa banyak pendapatan yang dimiliki, mengatur apa saja yang harus dibelajakan atau digunakan dan berapa yang akan disimpan. Perencanaan ini harus realistis, termasuk anggaran rekreasi keluarga untuk membangun keharmonisan keluarga.
 
Mulai menabung, karena tabungan membuat perasaan aman dan keuangan stabil. Saat menerima gaji atau hasil panen langsung sisihkan sejumlah uang untuk ditabung. Biasanya penduduk desa menabung dalam wujud emas, ternak, sapi, kambing atau kerbau.
 
Membedakan antara keinginan dan kebutuhan, karena keduanya sangat mirip, keinginan dianggap sebagai kebutuhan. Misalnya tetangga membeli motor, kemudian ikut-ikutan beli motor meskipun kredit. Ini tidak baik karena hanya menuruti keinginan. Keluarga membuat daftar yang harus dibeli kemudian tentukan yang prioritas.
 
Menghindari hutang atau kredit, sebisa mungkin, hindarkan dari hutang alias kredit! Kemudahan proses pembayaran membuat seseorang lupa diri tetapi kredit juga tetap dibutuhkan. Jadi, keluarga harus mengatur berapa besar angsurannya.
 
Berinvestasi, keluarga harus memikirkan kehidupan di masa depan. Ada cara berinvestasi yang bisa dilakukan penduduk desa, seperti emas, tanah dan menanam pohon, biasanya jati dan mahoni karena nilainya akan naik seiring berjalannya waktu.
 
Saat itu ibu-ibu diajak bertukar pengalaman. Dari percakapan yang ada terungkap bahwa terkadang pengeluarannya lebih besar dari pemasukan, terlebih saat sedang banyak sumbangan manten atau sripah (melayat). Beberapa ibu berpendapat bahwa mereka lebih suka kredit daripada menabung karena barang bisa langsung dimiliki meski belum punya uang sebanyak harga barang tersebut. Beberapa diantara mereka juga sudah melakukan investasi secara turun temurun, misalnya memelihara ternak sebagai tabungan dan menanam pohon jati sebagai investasi jangka panjang.


Di akhir sarasehan tersebut ibu-ibu diajak untuk mulai praktek mengatur keuangan keluarga. Hal ini memang tidak mudah tetapi bisa dilakukan secara sederhana demi kebahagiaan keluarga di masa yang akan datang. Selamat mencoba. (TRU).
 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook