pada hari Kamis, 27 Februari 2014
oleh adminstube
Just Check It Out!!

 

 

 

 

Ketika...

 

 

 

  • ... petualangan jadi hobi kamu ...
  • ... berada di budaya berbeda jadi tantangan kamu...
  • ... melayani jadi panggilan hati kamu...
  • ... menjelajah di pulau lain jadi impian kamu...
  • ... dan ...
  • ... berbagi ilmu jadi kesukaan kamu...

 

 

 

 

 

Kamu orang yang kami cari!!!!

 

 

 

 

 

Mari bergabung dalam Exploring Sumba.

 

Sebuah program Stube-HEMAT Yogyakarta untuk mengirim mahasiswa aktivis ke Stube-HEMAT Sumba selama 1 bulan. Mahasiswa yang diutus akan membagikan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada mahasiswa dan kaum muda di Sumba, antara lain:

 

 

 

  • Membuat diskusi dengan topik-topik aktual
  • Berinteraksi dengan mahasiswa di desa
  • Membantu mahasiswa belajar, membangun dan mengelola jejaring
  • Membagi pengetahuan dan keterampilan yang bisa diaplikasikan di daerah setempat.

 

 

 

Syarat-syarat:

 

 

 

  • Pernah mengikuti pelatihan Stube-HEMAT Yogyakarta.
  • Berasal selain dari Sumba.
  • Mengajukan proposal dan dipresentasikan pada team Stube-HEMAT Yogyakarta.
  • Mengikuti pembekalan Exploring Sumba.
  • Pernyataan kesanggupan mengikuti kegiatan.
  • Pernyataan tidak mengganggu studi/kuliah.

 

 

 

Kegiatan Exploring Sumba oleh mahasiswa ini akan dilakukan selama satu bulan dan dilaksanakan antara April – November 2014, disesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh mahasiswa yang bersangkutan.

 

 

 

 

Segera kontak Team Stube-HEMAT Yogyakarta


  Bagikan artikel ini

pada hari Rabu, 19 Februari 2014
oleh adminstube
PROGRAM POLITICS AND SOCIAL ISSUE
POLITIK, EMANG PENTING?!
Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta, 14 – 16 Feb 2014
 
 
 
Bangsa Indonesia memaknai tahun 2014 sebagai Tahun Politik dan pesta demokrasi. Tingginya animo masyarakat menyambut pemilu berbanding terbalik dengan tingkat apatis pada mahasiswa. Hilangnya pendidikan politik dan figur elit politik bangsa, disinyalir menjadi biang keladi masalah ini. Akhirnya tak jarang jawaban “gak tau" atau "gak peduli” menjadi jawaban ketika mahasiswa diberi pertanyaan 'apa itu politik'? Padahal, generasi muda inilah yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.
 
Demi mengurai masalah ini dan memberikan pencerahan bagi mahasiswa, Stube HEMAT Yogyakarta menggelar Pelatihan Politik dan Isu Sosial, di Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta (14/2/2014). Acara yang bertepatan dengan hari valentine dan hujan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud ini mengangkat tema 'Politik: Epen-kah? (Emang Pentingkah)', yang menghadirkan narasumber Eko Prasetyo S.H dari Social Movement Instutute, William E. Aipipidely M.A , koordinator nasional UNDEF, Drs. John S. Keban, dan Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP, Mi.OP, dosen FISIP UGM.
 

 

 

 

Pelatihan ini kembali merekonstruksi pandangan masing–masing peserta mengenai politik, seperti yang diungkapkan Sih Ell Cahyadi Pamungkas mahasiswa Theologia UKDW, aktivis pemuda GKI Gejayan), “Sebelum mengikuti pelatihan ini, saya tidak tertarik pada politik, karena politik identik dengan permainan kotor para elit politik dan identik dengan premanisme. Namun, setelah mengikuti pelatihan saya sadar bahwa politik itu penting sebagai senjata yang bisa digunakan memperjuangkan keinginan dan tujuan bersama demi kemakmuran rakyat Indonesia. Pemuda sebagai tulang punggung bangsa harus memahami dan mengambil kembali hak politiknya.” Senada dengan hal itu Drs. John. S. Keban (Caleg DPRD Propinsi DIY dari Partai GOLKAR) memotivasi peserta untuk cerdas berpolitik dan menggunakan hak pilih sebaik mungkin. “Mahasiwa yang ingin menjadi obor kehidupan harus melek politik, sebab dalam hidup sehari–hari politik itu selalu muncul apalagi jika diperhadapkan pada visi besar untuk memperjuangkan kemakmuran bangsa."
 
Melalui acara ini Sofie Atalia, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra selaku tim kerja Stube HEMAT Yogyakarta dan koordinator program ini mengungkapkan harapannya, “Dengan kegiatan ini saya berharap mahasiswa dapat menyadari akan pentingnya pengetahuan politik, sehingga dapat membantu masyarakat untuk memahami perkembangan politik dewasa ini, dan memiliki bekal menentukan pilihan dalam pemilihan umum. Maka pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan sosial dapat terwujud seperti yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945”.
 
 
Pelatihan ini juga memberi pengalaman peserta berinteraksi langsung dengan KPU, Fungsionaris PAN, Fungsionaris Partai Gerindra, dan Eko Suwanto ST, M.Si, Caleg DPRD Propinsi DIY dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Peserta mendapat pencerahan dan kesempatan menggumuli kembali pemahaman politik yang dimiliki selama ini. Salam demokrasi.*** SRB
 
 
 

  Bagikan artikel ini

pada hari Kamis, 6 Februari 2014
oleh adminstube
 
 
 
 
 
Just Check It Out!!
 
Ketika...
 
  • ... petualangan jadi hobi kamu ...
  • ... berada di budaya berbeda jadi tantangan kamu...
  • ... melayani jadi panggilan hati kamu...
  • ... menjelajah di pulau lain jadi impian kamu...
  • ... dan ...
  • ... berbagi ilmu jadi kesukaan kamu...

 
 
Kamu orang yang kami cari!!!!
 
 
Mari bergabung dalam Exploring Sumba.
Sebuah program Stube-HEMAT Yogyakarta untuk mengirim mahasiswa aktivis ke Stube-HEMAT Sumba selama 1 bulan. Mahasiswa yang diutus akan membagikan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada mahasiswa dan kaum muda di Sumba, antara lain:
 
  • Membuat diskusi dengan topik-topik aktual
  • Berinteraksi dengan mahasiswa di desa
  • Membantu mahasiswa belajar, membangun dan mengelola jejaring
  • Membagi pengetahuan dan keterampilan yang bisa diaplikasikan di daerah setempat.

 
Syarat-syarat:
 
  • Pernah mengikuti pelatihan Stube-HEMAT Yogyakarta.
  • Berasal selain dari Sumba.
  • Mengajukan proposal dan dipresentasikan pada team Stube-HEMAT Yogyakarta.
  • Mengikuti pembekalan Exploring Sumba.
  • Pernyataan kesanggupan mengikuti kegiatan.
  • Pernyataan tidak mengganggu studi/kuliah.
 

Kegiatan Exploring Sumba oleh mahasiswa ini akan dilakukan selama satu bulan dan dilaksanakan antara April – November 2014, disesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh mahasiswa yang bersangkutan.
 
 
Segera kontak Team Stube-HEMAT Yogyakarta
 
 
 
 
PROGRAM POLITICS AND SOCIAL ISSUE
POLITIK, EMANG PENTING?!
Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta, 14 – 16 Feb 2014
 
 
 
Bangsa Indonesia memaknai tahun 2014 sebagai Tahun Politik dan pesta demokrasi. Tingginya animo masyarakat menyambut pemilu berbanding terbalik dengan tingkat apatis pada mahasiswa. Hilangnya pendidikan politik dan figur elit politik bangsa, disinyalir menjadi biang keladi masalah ini. Akhirnya tak jarang jawaban “gak tau" atau "gak peduli” menjadi jawaban ketika mahasiswa diberi pertanyaan 'apa itu politik'? Padahal, generasi muda inilah yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.
 
Demi mengurai masalah ini dan memberikan pencerahan bagi mahasiswa, Stube HEMAT Yogyakarta menggelar Pelatihan Politik dan Isu Sosial, di Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta (14/2/2014). Acara yang bertepatan dengan hari valentine dan hujan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud ini mengangkat tema 'Politik: Epen-kah? (Emang Pentingkah)', yang menghadirkan narasumber Eko Prasetyo S.H dari Social Movement Instutute, William E. Aipipidely M.A , koordinator nasional UNDEF, Drs. John S. Keban, dan Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP, Mi.OP, dosen FISIP UGM.
 

 

Pelatihan ini kembali merekonstruksi pandangan masing–masing peserta mengenai politik, seperti yang diungkapkan Sih Ell Cahyadi Pamungkas mahasiswa Theologia UKDW, aktivis pemuda GKI Gejayan), “Sebelum mengikuti pelatihan ini, saya tidak tertarik pada politik, karena politik identik dengan permainan kotor para elit politik dan identik dengan premanisme. Namun, setelah mengikuti pelatihan saya sadar bahwa politik itu penting sebagai senjata yang bisa digunakan memperjuangkan keinginan dan tujuan bersama demi kemakmuran rakyat Indonesia. Pemuda sebagai tulang punggung bangsa harus memahami dan mengambil kembali hak politiknya.” Senada dengan hal itu Drs. John. S. Keban (Caleg DPRD Propinsi DIY dari Partai GOLKAR) memotivasi peserta untuk cerdas berpolitik dan menggunakan hak pilih sebaik mungkin. “Mahasiwa yang ingin menjadi obor kehidupan harus melek politik, sebab dalam hidup sehari–hari politik itu selalu muncul apalagi jika diperhadapkan pada visi besar untuk memperjuangkan kemakmuran bangsa."
 
Melalui acara ini Sofie Atalia, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Janabadra selaku tim kerja Stube HEMAT Yogyakarta dan koordinator program ini mengungkapkan harapannya, “Dengan kegiatan ini saya berharap mahasiswa dapat menyadari akan pentingnya pengetahuan politik, sehingga dapat membantu masyarakat untuk memahami perkembangan politik dewasa ini, dan memiliki bekal menentukan pilihan dalam pemilihan umum. Maka pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan sosial dapat terwujud seperti yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945”.
 
 
Pelatihan ini juga memberi pengalaman peserta berinteraksi langsung dengan KPU, Fungsionaris PAN, Fungsionaris Partai Gerindra, dan Eko Suwanto ST, M.Si, Caleg DPRD Propinsi DIY dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Peserta mendapat pencerahan dan kesempatan menggumuli kembali pemahaman politik yang dimiliki selama ini. Salam demokrasi.*** SRB
 
 
 
 

 




PUBLIKASI
Program Politics and
Social Issue
 
 
Sebuah program pelatihan Stube-HEMAT Yogyakarta dalam rangka membekali kaum muda dan mahasiswa memiliki kemampuan melakukan pengamatan obyektif mengenai Indonesia dalam ranah politik, sosial dan ekonomi di tahun 2014 – 2019.
Pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran kaum muda dan mahasiswa sebagai warga negara terhadap situasi bangsa ini, khususnya berkaitan penyelenggaraan pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang ideal dengan pandangan keadilan kejujuran, kesetaraan, emansipasi, hak azasi manusia, kesejahteraan sosial, kepedulian terhadap lingkungan.
 
Pelatihan:
Jumat – Minggu
14 - 16 Februari 2014
 
di Hotel Satya Nugraha
Jln Sorowajan Baru 16 Yogyakarta
 
Info lengkap:
kontak team Stube-HEMAT Yogyakarta

  Bagikan artikel ini

pada hari Senin, 3 Februari 2014
oleh adminstube
Seminar Christianity
Kaum Muda, Beriman & Bertindaklah
Aula LPP Sinode GKJ – GKI Jateng,
Samirono Baru, 1 Februari 2014.
 

 

 
 
Christianity Training merupakan rangkaian pelatihan yang mengungkap respon gereja terhadap permasalahan masyarakat, mendalami paradigma dan bentuk pelayanan gereja berupa diakonia transformatif dan mengetahui potensi dan sejauh mana kaum muda kristiani sebagai bagian dari pelaku pembangunan bangsa mampu berkarya dan berperan terhadap masyarakat.
 
Sabtu, 1 Februari 2014 bertempat di Aula LPP Sinode GKJ – GKI Jateng, Samirono Baru, diadakan seminar dengan tema Kaum Muda, Beriman dan Bertindaklah. Stube-HEMAT menghadirkan 3 fasilitator, Esaol Agustriawan, M.A., Pdt. Paulus Hartono, M.Min dan Andreas Subiyono.
 
Esaol Agustriawan, M.A., dengan tema Menilai Respon Gereja Terhadap Isu dan Permasalahan Masyarakat, menggali partisipasi peserta dalam kegiatan sosial gereja dan mengungkap bagaimana respon gereja terhadap permasalahan sosial masyarakat. Melalui Lukas 10:25-37 tentang perumpamaan orang Samaria yang murah hati, peserta diajak menyebutkan tokoh-tokoh dalam perumpamaan itu dan peran yang dilakukan masing-masing tokoh. Si Korban dan Sang Penolong dalam perumpamaan tersebut menjadi kajian utama. Peserta merenungkan dua situasi berbeda, yaitu “apa yang terjadi dengan Si Penolong jika ia menolong korban” dan “apa yang terjadi dengan Si Korban jika ia tidak ditolong?” Dua situasi ini mendorong peserta melakukan perubahan cara berpikir, awalnya berorientasi pada diri sendiri (situasi pertama) berubah menjadi berorientasi pada orang lain (situasi kedua). Ini menjadi dasar diakonia lebih nyata, yaitu ketika diakonia memiliki orientasi (keberpihakan) pada orang lain.

  

Tema Mengerti Paradigma dan Bentuk Pelayanan Gereja: Diakonia Transformatif disampaikan Pdt. Paulus Hartono, M.Min., bahwa gereja adalah diri orang percaya dan di dalamnya ada tiga aspek saling berkaitan, yaitu iman (sebagai dasar), pertumbuhan, dan tindakan nyata. Dalam transformasi gereja dibutuhkan attitude (sikap), skill (keterampilan), dan education (pengetahuan). Hal yang menarik adalah saat Pdt. Paulus menceritakan pengalaman berinteraksi dengan umat lintas agama, bahkan dengan kelompok garis keras. Ia harus berinisiatif membuka pintu komunikasi, membangun dialog dan mengelola jaringan yang sudah terbangun bahkan bekerjasama dalam karya sosial, membangun rumah layak huni.
 

 

Andreas Subiyono (SHEEP Indonesia) dengan tema Mengetahui Potensi Dan Posisi Kaum Muda Sebagai Bagian Dari Pembangun Bangsa mengharapkan pemuda sebagai penerus bangsa dapat menyikapi dan merespon dan tentunya mampu memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini seperti; pengelolaan sumber daya manusia, pendidikan, pangan, kesehatan, industri, dan sumber daya alam. Di akhir sesi, peserta ditantang  memakai kemampuan intelektualnya berani berkomitmen untuk berkarya nyata mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia mulai dari hal yang sederhana. (TRU)
 

 

 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook