Aku Ada, Aku Bicara

pada hari Minggu, 21 Mei 2017
oleh admin
 
 
Menyuarakan sesuatu hal sangatlah penting, terlebih yang berkaitan dengan keadilan, keilmuan dan kebenaran. Untuk mencapai tujuan tersebut ketrampilan berkomunikasi secara efektif merupakan syarat utama khususnya mahasiswa. Komunikasi yang efektif memudahkan pendengar memahami informasi yang disampaikan baik secara lisan, tulisan, visual maupun non-verbal. Komunikasi efektif juga akan mempermudah pihak yang ingin menyampaikan pesan, debat, mempertahankan pendapat, memimpin diskusi, atau mengeluarkan ide untuk publik. Mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan berkomunikasi secara efektif meskipun banyak faktor yang mempengaruhi seperti latar belakang budaya, logat bicara karena pengaruh bahasa ibu, atau juga faktor psikologis.
 
Menjawab kebutuhan ini, Lembaga Stube HEMAT Yogyakarta menyelenggarakan program pelatihan keterampilan berkomunikasi. Mulai dari pelatihan menyajikan data dengan grafik, mengoptimalkan powerpoint hingga tiga hari pelatihan dengan fasilitator yang ahli di bidang komunikasi secara verbal.
 
 
Tiga hari pelatihan dengan tema “Aku Ada, Aku Bicara” diadakan di wisma Omah Jawi Kaliurang, pada 19-21 Mei 2017. Kegiataan ini diikuti 30 peserta dari berbagai kampus di Yogyakarta. Tim Stube HEMAT dan Magdalena Betty seorang penyiar radio dan juga praktisi di bidang public speaking menjadi fasilitator dalam pelatihan ini. Magdalena memyampaikan materi tentang apa itu verbal grafity dan bagaimana cara menghilangkannya. Verbal grafity adalah kebiasaan saat berbicara menggunakan kata-kata yang tidak perlu seperti ehmm, anu, eee, apa ya, trus, mmmm, dst. Materi lain yang disampaikan adalah verbal dan non-verbal komunikasi dan tips berpendapat yang baik. Peserta juga berlatih menganalisa kalimat-kalimat asumsi dan fakta untuk membantu obyektivitas berpikir dan menyimpulkan.

 

 
 
Model penyampaian materi pelatihan tidak menggunakan model satu arah atau teacher centered learning, tetapi melibatkan semua peserta di semua sesi dan langsung praktek berbicara seperti simulasi debat. Kegiataan terakhir adalah challenge make a video yang mensyaratkan semua peserta membuat video dengan konten ajakan positif berdurasi 1-5 menit. Para peserta membuat secara kreatif konten video mereka, mulai dari yang mengajak memakai helm saat berkendara, tertib membuang sampah, disiplin belajar, menyadari adanya berita, bahaya merokok, dll. Dari video yang dibuat, dipilih 6 video terbaik.
 

 

Salah satu peserta bernama Seprianus, mahasiswa APMD dari Sumba mengatakan, “Pelatihan Stube HEMAT ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah saya ikuti. Biasanya pelatihan tersebut sangat serius dan membosankan, tetapi pelatihan Stube HEMAT ini memberi nuansa keakraban yang membuat peserta semangat dan menumbuhkan ide.“ Dengan materi yang diterima, peserta diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik serta bisa memberi efek positif untuk masyarakat dan bangsa ini. Perubahan memang tidak akan terjadi dalam sekejap, butuh perjuangan dan kerja keras seperti peribahasa, berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi yang berarti menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik. (ITM).
 
 

  Bagikan artikel ini

Program Keterampilan Berkomunikasi

pada hari Sabtu, 20 Mei 2017
oleh admin


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

TAG 1  TAG 2  TAG 3  TAG 4  TAG 5  TAG 6  TAG 7  TAG 8  TAG 9  TAG 10  TAG 11  TAG 12  TAG 13  

Youtube Channel

Official Facebook