Pendidikan Karakter Di Era Generasi Digital

pada hari Sabtu, 4 Juni 2022
oleh Aginda Yunita Lawa
Oleh Aginda Yunita Lawa.          

 

Pengalaman belajar atau berinteraksi dengan komunitas yang berbedakan menambah pengalaman dan pengetahuan seseorang. Saya pun mengalaminya. Saya Aginda Yunita Lawamahasiswa dari Atambuakuliah jurusan Manajemen di Universitas Mahakarya Asia Yogyakarta menemukan pengalaman baru ketika mengikuti kegiatan Stube HEMAT Yogyakarta tentang Pendidikan Di Era Teknologi Maju (20-22/6/2022)Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan Stube HEMAT sebagai lembaga yang bergerak dalam pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya mahasiswa di Yogyakarta.

 

 

 

 

Saya menemukan pencerahan baru tentang pendidikan, yaitu pendidikan sebagai proses perubahan sikap dan tata laku seseorang maupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan. Pendidikan karakter sendiri merupakan proses dimana seseorang belajar untuk mengidentifikasi watak, akhlak atau budi pekerti sehingga mempunyai tabiat dan kepribadian yang lebih baik. Pada dasarnya, pendidikan juga sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia supaya bisa memiliki karakter dan dapat hidup mandiri seperti yang disebutkan dalam motto Stube HEMAT.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang, dimana generasi muda harus terus update informasi agar tidak terbelakang. Konsep inilah yang diangkat oleh Stube HEMAT Yogyakarta dengan tagline “Jangan Biarkan Seorang pun Terbelakang”. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan bisa menguasai teknologi, dan tetap fokus pada pendidikan yang berkarakter dan berbudi luhur seperti yang saya temui melalui film bertema pendidikanFreedom Writers, Hichkhi dan Flying Colour, yang menceritakan pentingnya pendidikan.

Di era digital saat ini generasi muda perlu tahu bahwa pendidikan karakter sangat penting sehingga setiap orang bisa menerapkan nilai-nilai moral maupun agama melalui ilmu pengetahuan. Tuntutan bagi generasi muda di era revolusi industri 5.0 antara lain kompetensi diri, jeli memanfaatkan peluang dan berani aktualisasi diri. Stube HEMAT juga mendorong peserta menguasai setidaknya satu dari sekian aplikasi sebagai nilai tambah yang menjadi poin kunci dalam kompetisi dunia kerja.

 

 

Melengkapi pemahaman dan pengalaman saya tentang pendidikan holistik, Stube HEMAT Yogyakarta memperkenalkan salah satu metode belajar Ki Hajar Dewantara, yaitu metode Sariswara. Dalam metode ini materi atau pengajaran disampaikan dengan kalimat, nyanyian dan gerakan yang harmonisKeselarasan atau harmoni yang dialami seseorang dalam pendidikan menumbuhkan pendidikan beretika dan berkarakter.

 

 

Siapakah yang memiliki peran untuk memperhatikan pendidikan? Tentu pertanyaan ini harus saya jawab mulai dari diri sendiri, selain orang tua, guru (sekolah) dan lingkungan. Dalam konteks tempat asal saya dari daerah NTT, khususnya Atambua, pendidikan masih perlu diperjuangkan, sehingga pemahaman baru dari Stube HEMAT membuat saya lebih paham untuk memperhatikan pendidikan di daerah saya dan bisa berbuat sesuatu nantinya. ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook