Tantangan Layanan Air Minum Kota Yogyakarta

pada hari Jumat, 19 November 2021
oleh Kresensia Risna Efrieno

Eksposur ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Bedog PDAM Kota Yogyakarta

 

Oleh: Kresensia Risna Efrieno

 

 

 

Air adalah kebutuhan dasar manusia namun ketersediaan air belum bisa mencukupi kebutuhan manusia karena kualitas dan lokasi sumber air yang jauh dari pemukiman, sehingga perlu pengolahan air dan sistem distribusi untuk menyalurkan air ke setiap rumah yang membutuhkan. Aktivitas berkaitan pengolahan dan distribusi inilah yang dikelola oleh  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam hal ini PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. Bagaimana PDAM Kota Yogyakarta mengelola air minum ini, dari manakah sumbernya dan tantangan apa saja yang dihadapi? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membuat rasa penasaran mahasiswa Stube HEMAT Yogyakarta untuk melihat lebih dekat seperti apa pengolahan air dan dari mana sumber air yang digunakan oleh PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. Eksposur ke PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta adalah bagian kegiatan pelatihan Water Security Stube HEMAT Yogyakarta bersama belasan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang kuliah di Yogyakarta (Kamis, 18/11/2021).

 

 

Para peserta mengunjungi lokasi Instalasi Pengolahan Air minum (IPA) Bedog yang terletak di Trihanggo, kecamatan Gamping. Di tempat ini Robid Lokananta, pimpinan Kantor Produksi IPA Bedog memaparkan sejarah PDAM Kota Yogyakarta yang sudah berdiri sejak  1918 yang dikelola oleh Belanda. Sampai saat ini PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta memiliki 6 (Enam) Instalasi Pengolahan Air (IPA) yaitu: PadasanGemawangKaranggayamBedogPengok dan Kotagede. Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini pelanggan mencapai tiga puluh ribuan, yang terdiri rumah tangga, perkantoran dan perhotelan“Memang kenyataannya pelanggan kami tidak hanya masyarakat kota, tetapi ada juga pelanggan di Sleman dan Bantul karena pada saat itu belum ada PDAM di setiap kabupaten. Sekarang kami tidak lagi melayani penambahan pelanggan di luar kota Yogyakarta karena sudah tersedia PDAM di masing-masing kabupaten”, ungkapnya.

 

 

 

Dalam proses pengolahan air, sumber air baku yang didaparkan dari air tanah meliputi mata air, sumur dangkal dan sumur dalam sebanyak 58 unit. Pada proses pengolahan sendiri diawali dengan proses sedimentasi untuk mengendapkan pasir dan lumpur, airasi untuk  meningkatkan oksigen dalam air, filtrasi menggunakan kapur aktif, pasir kwarsa dan kerikil, selanjutnya masuk ke reservoir. Sebelum air didistribusikan ke pelanggan ada proses dosing atau pemberian bahan-bahan kimia untuk menjernihkan air dan membunuh bakteri-bakteri yang ada dalam air. Para peserta bisa melihat secara langsung instalasi pengolahan air dari sumur yang dialirkan di bak sedimentasi, airasi, menuju instalasi filtrasi air dan masuk ke reservoir sebelum dialirkan ke pelanggan.

 

 

 

 

Dalam eksposur ini terungkap tantangan yang dihadapi PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. Diakui bahwa layanan PDAM masih jauh dari ideal membuat air minum siap diminum karena berbagai kendala, antara lain usia pipa yang tua maupun baru, bahan pipa yang beragam seperti dari besi, beton, fiber dan plastik yang mempengaruhi kualitas air. Bahkan juga diungkapkan adanya kebocoran air dalam pipa distribusi yang mendekati 50%. Bukan berarti tidak ada upaya penyelesaian, tetapi masalah ini tidak mudah, karena ada kesulitan mendeteksi kebocoran pipa yang sebagian berusia tua dan berada di kedalaman lebih dari 2 meter. Ke depan pipa distribusi bertahap akan diganti menggunakan pipa plastik HDPE agar lebih elastis, tidak berkarat, mengurangi kebocoran dan mengurangi paparan unsur logam. Tantangan lain yang dihadapi adalah penurunan debit air di sumur-sumur, karena dampak langsung dari masifnya pembangunan hunian, perkantoran dan perhotelan tanpa mempertimbangkan ekologi air di wilayah tangkapan air. Di masa pandemi juga ada penurunan income karena penurunan penggunaan air oleh pelanggan perhotelan. 

 

 

Dalam eksposur ini mahasiswa terlihat antusias mengungkapkan pendapat bahwa ternyata pengolahan air di PDAM itu tidak semudah yang dipikirkan karena kendala-kendala seperti di atas. Sebagian peserta juga mengakui mendapat hal baru, karena selama ini hanya mendengar penjelasan dan membaca tentang pengolahan air. Dan sekarang pengalaman yang didapatkan sebagai bekal memahami ketersediaan air. Anak muda mahasiswa harus ikut memikirkan dan bertindak dalam upaya melestarikan air, menjaga kualitas dan distribusinya untuk masyarakat secara adil.


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook