pada hari Selasa, 27 September 2011
oleh Stube HEMAT
PROGRAM PENDIDIKAN ALTERNATIF
Eksposur Bandung: Sekolah Alam Bandung (SAB)
Ruang Kreatif ‘Taboo’ dan Saung Angklung Udjo
Bandung, 23 - 25 September 2011
 
 
Stube-HEMAT Yogyakarta mengadakan program pelatihan Pendidikan Alternatif. Program ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang di Indonesia, tetapi pada kenyataannya pendidikan masih merupakan kesempatan yang mewah. Dengan GNP (Gross National Product) $ 174, ini berarti $ 0.8 per kapita, Indonesia masih harus berjuang keras untuk memperoleh tingkat pendidikan yang layak.
 
Ribuan pulau yang tersebar di Indonesia menimbulkan kesulitan tersendiri dalam memberikan standar dan fasilitas yang sama untuk pendidikan. Ada banyak daerah tertinggal terutama yang berada di kawasan sulit seperti pegunungan dan terpencil, misalnya di kawasan Indonesia bagian Timur. Walaupun pendidikan membutuhkan fasilitas untuk mencapai kualitas, demi mendapatkan esensi pendidikan, seseorang dituntut mencari pendidikan alternatif. Munculnya pendidikan alternatif terbentuk karena keprihatinan atas pendidikan di Indonesia.
 
Tujuan Program Pendidikan Alternatif ini adalah 1) Menemukan model-model pendidikan alternatif yang memberi inspirasi kepada peserta untuk melaksanakan pendidikan alternatif di daerah terpencil dengan mengangkat muatan lokal. 2) Inspirasi tersebut diharapkan dapat melahirkan aktivis untuk pendidikan non formal. 3) Mampu memetakan potensi-potensi dan hambatan pendidikan di daerah asalnya. Demi mewujudkan tujuan tersebut, peserta pelatihan melakukan eksposur (kunjungan) di Sekolah Alam Bandung (SAB), Ruang Kreatif Taboo, Dago Pojok, Bandung dan Saung Angklung Udjo.


Perjalanan menuju Sekolah Alam Bandung (SAB) berawal dari teminal Dago Atas berjalan kaki ke arah barat dan kemudian menyusuri jalan setapak menuju kawasan SAB. Di SAB kami bertemu dengan Eko Kurnianto sebagai perintis dan pengelola SAB. Ia berasal dari Kutoarjo, Jawa Tengah dan sejak tahun 1998 mulai belajar mengenai sekolah alam. Tahun 2007 mulai mencari pengalaman akademik mengenai sekolah alam dengan mengambil Strata 2.
 
Memang sekolah ini memberi batasan jumlah siswa sebagai konsekuensi supaya pendidikan dapat berjalan optimal, semacam kuota. Mengenai pendampingan anak didik tidak dibatasi kekritisan mereka, dan bahkan anak-anak dilatih untuk kritis terhadap suatu permasalahan. SAB didirikan sebagai bentuk perlawanan dari pendidikan konvensional, di mana mayoritas pendidikan yang konvensional di Indonesia telah membuat daya kritis dan kreativitas generasi bangsa terbungkam. Sejak TK hingga perguruan tinggi, siswa dididik untuk tidak boleh kritis dan kreatif. Sebagai contoh, mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan rektor akan diancam di-DO, atau siswa SD yang kritis dan kreatif dianggap anak nakal dan pembuat onar hanya karena mereka ingin menyatakan sesuatu yang berbeda. Siswa yang sering bertanya dianggap mengganggu ketenangan kelas.
 
Mengenai kurikulum di SAB, memang menekankan proses pembelajaran yang disampaikan secara active dan fun, karena secara umum anak-anak akan lebih suka berada dalam ruangan yang informal, terbuka dan bebas dibandingkan dengan suasana yang formal, tertutup dengan lingkungan yang terbatas. Sumber belajar bisa bersumber dari obyek alam, dari alam itu sendiri karena inspirasi-inspirasi di dunia pendidikan selalu melalui alam, munculnya dari alam. Kurikulum disini hanya ada dua yaitu, yang dibuat oleh guru, dan oleh anak-anak itu sendiri.
 
Dalam berkreasi di lingkungan sekolah yang terbuka dan bebas, anak dapat menikmati waktu sekolah mereka, sehingga pengembangan nilai kreativitas dan kemampuan dirinya menjadi lebih efektif. Proses ini bisa dilakukan di bawah pohon, seperti sekolah pada jaman dulu, atau di pinggir kolam, tapi jangan sampai nyemplung. Sebenarnya dalam proses ini guru lebih tepat disebut sebagai fasilitator pendidikan.

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook