Utamakan Kemanusiaan

pada hari Selasa, 26 April 2022
oleh Andraharis Pati Ndamung
Refleksi Peserta Eksposur Lokal ke Lampung.    

 

Oleh: Andraharis Pati Ndamung         

 

 

Stube HEMAT Yogyakarta merupakan adalah wadah yang memfasilitasi mahasiswa dengan harapan peserta berproses dalam pelatihan-pelatihan yang diikuti agar menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Di sinilah tempat saya banyak belajar dan menambah wawasan serta peka terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar. Selain itu, Stube HEMAT Yogyakarta berorientasi pada mahasiswa untuk memahami dan memanfaatkan hidup secara efisien, mandiri, analitis dan tekun melakukan segala sesuatu untuk meraih masa depan yang dicita-citakan. Di Stube saya menambah pengetahuan dan pengalaman, mengasah kemampuan dan potensi yang ada dalam diri saya, salah satunya kegiatan eksposur ke Lampung.

 

 

Kegiatan eksposur ke Lampung merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan menjadi bagian dari cerita hidup saya. Saya membagikan keterampilan pangkas rambut menggunakan gunting dan alat pangkas elektrik, termasuk membahas pangkas rambut dan aspek ekonominya. Pangkas rambut ini bisa menjadi alternatif pekerjaan yang bisa menghasilkan income. Kegiatan lainnya adalah mendampingi membuat video dan mengeditnya.

 

 

Saya juga belajar tentang Lampung melalui kunjungan, seperti ke Taman Nasional Way Kambas yang menjadi tempat konservasi gajah bahkan berinteraksi dengan gajah. Saya juga mempraktekkan cara menyadap getah karet di Mesuji. Ternyata menyadap karet itu tidak mudah karena harus masuk ke kebun karet yang banyak nyamuk dan tak jarang ada lintah dan ular. Dua hal ini, gajah dan pohon karet tidak saya temukan di kampung halaman saya di Sumba Timur.

 

 

Bagi saya, menjadi mahasiswa memang menjadi masa emas sebagai peralihan dari remaja menuju dewasa dan menemukan permasalahan sosial yang bermunculan, kebingungan sampai kehilangan jati diri. Seorang mahasiswa menghadapi pilihan-pilihan yang datang dan harus mampu memprediksi bagaimana ke depannya. Jadi mahasiswa perlu memiliki pendirian untuk tujuan awal menjadi mahasiswa dan siap menghadapi dunia luar dengan bijak memilih lingkungan yang mendukung dan membentuk diri menjadi sosok yang membawa perubahan. Ketika pilihan ada di tangan, mana yang hendak didahulukan, apakah kemanusiaan atau kesejahteraan? Dengan berpikir keras belum tentu memilih kemanusiaan. Kebanyakan dari pengalaman yang saya lihat dan temukan, masih banyak orang yang tertindas dan mencari keadilan. Pelajaran yang dapat dipetik adalah meneriakkan ‘kasihani mereka’ tidaklah cukup, tetapi bangun-bantu-berbagi sebagai bentuk nyata mengangkat nilai-nilai kemanusiaan.

 

 

 

 

Dari kegiatan Eksposur Lampung saya banyak belajar mengenai kemanusiaan, seseorang yang berpendidikan tinggi dituntut tidak hanya menunjukkan dedikasi terhadap profesionalitas pekerjaan, tetapi juga kepekaan melihat lingkungan sekitarnya dengan membuka ruang hidupnya untuk memperhatikan dan mengangkat harkat hidup orang lain, sebagaimana menerima dan mendampingi anak muda untuk mendapat kesempatan belajar demi hidup yang lebih baik.

Saya mengucapkan terima kasih untuk Stube HEMAT Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan sehingga saya bisa belajar mengenal kehidupan sosial dan budaya di Lampung sekaligus membagikan pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki kepada teman-teman muda di Lampung.***

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2022 (37)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 585

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook