DISKUSI CHRISTIANITY Baca Sejarah, Iman Tergugah    

pada hari Minggu, 22 Januari 2017
oleh adminstube
 

 

 
Kekristenan telah berkembang sampai di Indonesia dan sejarahnya penting untuk diketahui oleh anak muda Kristen, karena ada berbagai denominasi gereja yang ada sampai saat ini. Namun generasi muda Kristen di Indonesia yang hidup dalam berbagai denominasi belum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dalam sejarah kekristenan dan sejauh mana sumbangsih kekristenan untuk bangsa ini.

 

 

 

Stube-HEMAT Yogyakarta sebagai lembaga pendampingan mahasiswa kristiani dari berbagai daerah melihat hal ini penting diketahui oleh mahasiswa. Melalui diskusi mahasiswa yang diadakan pada hari Sabtu, 21 Januari 2017 di Sekretariat Stube-HEMAT Yogyakarta, diharapkan anak muda mampu mengetahui sejarah kekristenan di Indonesia, denominasi dan kontribusinya untuk bangsa Indonesia.

 

 

 

Dua puluhan peserta mengikuti diskusi yang dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dipandu oleh Trustha Rembaka, yang mengajak peserta melihat ulang sejarah awal kekristenan. Peserta membaca kembali Alkitab tentang para rasul yang mendapat mandat dari Yesus Kristus untuk menyampaikan kabar baik kepada setiap orang, yang diawali dari Yerusalem, Yudea dan Samaria sampai ke ujung bumi seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 1:8. Sedangkan istilah Kristen itu sendiri muncul sekitar tahun 40 M. Kekristenan mula-mula berkembang dari Palestina kemudian menyebar ke berbagai kota-kota di Asia Kecil, Afrika Utara dan Siria. Meskipun ada tantangan dan hambatan, kekristenan terus berkembang hingga ke Yunani sampai ke Roma. Kekaisaran Romawi pada saat itu memiliki pengaruh yang sangat kuat. Beberapa kaisar menentang kekristenan namun ada beberapa yang akhirnya menjadi Kristen.

 

Sesi kedua dipandu oleh Yohanes Dian Alpasa. Ia memaparkan bahwa kekristenan telah memiliki kekuasaan dan menjadi agama negara. Kekuasaan yang besar ini akhirnya mendorong terjadinya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum-oknum pemimpin gereja dimana masyarakat yang mengalami kesulitan tidak diperhatikan bahkan diabaikan oleh gereja, suap di antara pejabat gereja demi kedudukan tertentu, perselingkuhan dan skandal seks di antara para pemimpin gereja, penjualan surat pengampunan dosa, serta benda-benda disakralkan dan dikultuskan tanpa makna yang jelas. Martin Luther tergerak melakukan kampanye reformasi gereja pada tahun 1517. Reformasi muncul untuk memperbaiki gereja sehingga keberadaan gereja mampu membawa masyarakat ke dalam kehidupan yang lebih baik. Gerakan reformasi gereja menyebar ke berbagai bangsa di Eropa seperti Swiss, Jerman, Belanda, Perancis dan Inggris. Perkembangan kekristenan di berbagai kawasan yang berbeda menghasilkan gereja dan lembaga dengan ciri khas dan keunikan tertentu, meskipun secara esensi kekristenan tidak ada perbedaan.

 

 

 

Sejarah Kekristenan di Indonesia disampaikan oleh Vicky Tri Samekto di sesi ketiga. Ia memaparkan latar belakang bangsa Eropa yang menjelajah ke berbagai penjuru bumi, yang dikenal sebagai 3G yaitu Glory, Gold dan Gospel. Abad 16 kekristenan mulai masuk ke Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia seperti Ternate, Maluku, Nusa Tenggara dan Timor. Katholik Roma dibawa oleh Portugis dan Spanyol, sedangkan aliran kristen protestan dibawa oleh bangsa Belanda.

 

 

 

Di akhir acara, beberapa peserta menceritakan pengalaman mereka, seperti Aniri, mahasiswa UMBY dari Kalimantan Barat, mengungkapkan, “Saya jadi tahu terutama sejarah kekristenan dan menumbuhkan rasa ingin tahu terutama menggali permasalahan gereja di kampung saya.” Pendapat lain diungkapkan Wenny, mahasiswa UKRIM dari Maluku Tenggara, berefleksi bahwa gereja pertama-tama dibentuk dari diri pribadi dan membangun sikap dan karakternya.

 

 

 

 

 

Perkembangan kekristenan tidak hanya berkaitan dengan iman tetapi juga menorehkan sejarah dunia untuk terus menyampaikan kabar baik kepada semua bangsa. Anak muda, bacalah sejarah dan iman akan lebih tergugah. (TRU).

 

 


  Bagikan artikel ini

Natal: Meretas Batas antara Manusia    

pada hari Minggu, 15 Januari 2017
oleh adminstube

 

Setiap tahun orang-orang yang percaya kepada sang Juruselamat akan merayakan hari kelahiranNya. Pohon dihiasi, lampu berkelap-kelip, kado-kado terbungkus rapi, lonceng berbunyi merdu, kemeriahan dan sukacita hadir di setiap hati umatNya. Menyadari bahwa Dia yang Agung datang menyelamatkan semua orang.

 

 

 

Perayaan Natal sudah dilakukan bertahun-tahun untuk menjadi pengingat bahwa Dia lahir dan mati untuk kita. Bertempat di ruang B.C Kampus ITY, pada tanggal 14 Januari 2017, persekutuan mahasiswa Kristen Institut Teknologi Yogyakarta (PMK ITY) merayakan Natal yang kali ini mengusung tema “Menyongsong Dia dengan penuh Karya (1 Timotius 1:7).

 

 

 

Ada dua tempat dan waktu yang berbeda dalam merayakan Natal. Perayaan pertama dilaksanakan di yayasan Dream House pada tanggal 12 Desember 2016. Dream House merupakan yayasan yang mengasuh anak putus sekolah dan anak yang tidak memiliki tempat tinggal. Merayakan Natal bersama adik-adik di DH dengan harapan mahasiswa bisa membagi kasih dan perhatian kepada mereka. Perayaan kedua dilaksanakan di kampus ITY, Perayaan kali ini menggunakan tata ibadah Katholik, yang dibawakan oleh Romo Januarius Berek.

 

 

 

 
Romo menyampaikan dalam khotbahnya, bahwa Natal merupakan peristiwa iman. Kedatangan Yesus menjadikan tidak adanya pembatas antara Tuhan dengan manusia. Tetapi lain hal dengan manusia. Kita membatasi diri kita dengan ego, sombong dan serakah, mementingkan diri sendiri, membuat batas dengan sesama bahkan membatasi Tuhan bekerja dalam hidup kita. Pesan yang bisa diambil adalah bahwa Kristen sejati harus mampu melampaui batas kenyamanan diri untuk menjangkau orang yang membutuhkan pertolongan.

 

 

 

 
Perayaan Natal dihadiri mahasiswa kampus lain dan beberapa unit kegiataan mahasiswa ITY. Setelah ibadah, beberapa undangan menyumbangkan suara, menyanyikan lagu dan perayaan diakhiri dengan foto bersama.

 

Di sela-sela perayaan, Stube-HEMAT menyempatkan bertanya kepada Deltiar selaku ketua panitia apa yang menjadi harapannya. “Kami berharap Natal tahun ini berjalan dengan baik, damai natal beserta kita dan PMK menjadi lebih baik ke depan. Perayaan ini tidak akan bisa terlaksana tanpa kerja sama semua anggota-anggota PMK, dan bantuan dari para senior.” Sementara itu Stube-HEMAT sebagai wadah mahasiswa berharap teman-teman mahasiswa punya waktu mengaktualisasikan diri lewat program-program pelatihan yang ada di Stube-HEMAT. (ITM).


  Bagikan artikel ini

Stube-HEMAT Yogyakarta Selamat Datang 2017  

pada hari Minggu, 1 Januari 2017
oleh adminstube
 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook