Menjawab Tantangan di Raja Ampat

pada hari Sabtu, 11 Maret 2023
oleh Trustha Rembaka

Refleksi peserta Eksposur Lokal ke Raja Ampat

 

        

 

 

Akhirnya saya menjejakkan kaki di tanah Papua! Ya, 15 Februari 2023 saya sampai di tanah Papua untuk pertama kali melalui Program Eksposur Lokal ke Raja Ampat, salah satu program kegiatan Stube HEMAT Yogyakarta untuk memperkuat pelayanan Stube HEMAT dan ruang bagi mahasiswa aktivis Stube HEMAT yang sedang kuliah di Yogyakarta membagikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mahasiswa dan masyarakat di Raja Ampat dan sekitarnya. Saya berada di Sorong dan Raja Ampat sampai 28 Februari 2023.

 

 

 

 

Dalam kegiatan eksposur ini saya mengajak mahasiswa setempat memetakan potensi diri dan wilayah, keterampilan menulis, keterampilan menggunakan komputer, pendampingan anak-anak dan membantu pelaksanaan kegiatan Multiplikasi Stube HEMAT di Raja Ampat. Tinggal di kawasan Papua adalah keramahan, senyum, salam dan sapa. Ya, tidak lagi kata orang, katanya, dan mungkin, tetapi ini pengalaman otentik tinggal bersama keluarga di Papua. Persepsi dan asumsi mendapat pencerahan ketika berada dan berinteraksi di dalamnya. Masyarakat Papua menyambut seseorang, tanpa melihat latar belakang. Menjelajah dari Sorong, Waisai, Aimas, Majaran, Katapop tapi malah ketemu kampung Wonosobo di bagian selatan kabupaten Sorong.

 

 

 

Eksposur Lokal di Raja Ampat, termasuk Sorong dan sekitarnya, memberi pengalaman yang mengerucut pada kesimpulan pentingnya kerja-usaha lebih demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)  masyarakat Papua. Ini tantangan berat dan butuh waktu untuk berproses mengejar ketertinggalan tersebut. Tantangan yang ada adalah menemukan orang yang benar-benar ‘concern’ pada peningkatan kualitas SDM, selanjutnya ‘menemukan’ lembaga atau sponsor yang mendukung upaya peningkatan SDM secara berkelanjutan dan tak kalah penting adalah target group masyarakat yang tepat untuk diajak maju meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

 

 

 

 

Secara geografis, Raja Ampat sebagai kawasan kepulauan memiliki tantangan tersendiri terkait akses di masing-masing pulau, bagaimana masing-masing daerah bisa saling terhubung dengan transportasi yang murah dan aman. Diperlukan sinergitas untuk melangkah maju bersama yang melibatkan kebijakan pemerintah, akademisi dengan gagasan dan pemikiran, lembaga-lembaga dan swasta bergerak dan peran masyarakat.

 

 

 

 

Bentuk-bentuk keberpihakan yang penulis temukan di Majaran, yaitu Multiplikasi Stube HEMAT di Raja Ampat yang melayani peningkatan SDM baik pengetahuan dan keterampilan, tidak saja untuk anak muda dan mahasiswa, tetapi bahkan untuk anak-anak dan kelompok usia lainnya. Panti asuhan yang mengakomodir anak-anak dari berbagai kawasan pedalaman di Papua, seperti Sorong, Tambrauw, Maybrat, Manokwari, Nabire, Timika Wamena, Merauke, untuk tinggal dan melanjutkan sekolah di Majaran dan sekitarnya. Setidaknya, mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan kesempatan berinteraksi dengan lebih banyak orang, sehingga membantu mereka memiliki pengalaman baru dan wawasan yang luas.

 

 

Sekali lagi, dengan komitmen ‘Jangan Biarkan Seorang Pun Terbelakang’ di Papua, maka penting menemukan orang-orang yang memiliki keterpanggilan untuk melayani peningkatan SDM, lembaga dan institusi yang mendukung secara berkelanjutan, bersama masyarakat lokal yang bersemangat memiliki hidup yang lebih baik. ***

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2024 (12)
 2023 (38)
 2022 (41)
 2021 (42)
 2020 (49)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 639

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook