Yogyakarta dan Ceritanya

pada hari Selasa, 31 Juli 2018
oleh adminstube
 
 
 
Kereta api mengantar kami semua dari Jakarta sampai Yogyakarta. Mawar merah cantik yang dibawa Yuda menyambut kedatangan kami. Rasa gembira ada di setiap benak kami, karena di kota ini sekretariat Stube-HEMAT berada dan sebagian besar para aktivis masih menempuh pendidikan di sini. Makan malam bersama pun di gelar di sekretariat Stube dengan dihadiri Board Stube-HEMAT yang menghangatkan suasana.

Keesokan harinya kami mengunjungi Kraton Kesultanan Yogyakarta. Bersama pemandu, kami berkeliling melihat suasana dan peninggalan budaya yang ada di kraton. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Yudohadiningrat juga berkenan memaparkan sejarah dan filosofi budaya Jawa di Yogyakarta, sehingga peserta mengetahui makna nama tempat mulai dari sumbu imajiner Merapi, Tugu, Kraton, Krapyak, sampaiSamudera India.

 
Kesempatan tak terlupakan ketika teman-teman dari Jerman tampil menyanyi lagu Jerman dengan diiringi angklung oleh mahasiswa Indonesia di GKJ Mergangsan. Menghabiskan malam di tempat kos teman-teman Indonesia menjadi pengalaman yang berkesan dengan semua keterbatasan dan kesederhanaan anak-anak rantau.

Dinamika pendidikan khususnya pendidikan Kristen di tengah mayoritas penduduk muslim Indonesia menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan, juga keterlibatan pelayanan dalam kesehatan. Kami pun mengunjungi UKDW sebagai salah satu Universitas kristen di kota ini dan Rumah SakitBethesda, berdiskusi dan mendengar banyak hal-tantangan dan kesempatan yang ada. Industri tas Dowa yang memberdayakan dan mengajak warga setempat di dalam proses pembuatan tas sebagai bentuk usaha pengembangan ekonomi menjadi daya tarik tersendiri bagi kami. Tak kalah seru ketika kami berjalan-jalan mengelilingi Malioboro dan menghabiskan waktu bersama di sana.
 
Sunrise di Candi Borobudur menuntut kami semua bangun jam 04.00 pagi. Tidak sia-sialah usaha kami dengan melihat kecantikan matahari, alam dan candi pagi itu. Ketep dan Merapi menjadi tujuan kami selanjutnya. Film singkat tentang gunung Merapi memberi refleksi kepada kami bahwa alam tidak bisa diprediksi, kadang mendatangkan berkat terkadang juga menjadi bencana. 

Hari terakhir di Yogya kami habiskan dengan memasak bersama pada siang hari di sekretariat Stube HEMAT dan menikmati sendratari Ramayana di Candi Prambanan pada malam harinya. Keesokan harinya, pagi-pagi benar kami terbang ke pulau Sumba. (RPA).
 
 

  Bagikan artikel ini

Hand in Hand For A Better World Wisma Pojok Indah, 27-29 Juli 2018

pada hari Senin, 30 Juli 2018
oleh adminstube
 
 
 
Kehadiran mahasiswa internasional yang tergabung dalam pelayanan ESG dan Stube Jerman, membuat pelatihan Stube HEMAT kali ini berbeda. Pelatihan Nilai-nilai Barat dan Timur dengan tema ‘Hand in Hand for A Better World’ menjadi pengalaman baru bagi peserta dari Indonesia karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari Jerman dan berbagai negara seperti Nepal, Kamerun, Kuba, Kolombia, Georgia, Ekuador yang kuliah di Jerman dan saat ini mengikuti program pertukaran mahasiswa.
 
 
Ariani Narwastujati, Direktur Eksekutif Stube-HEMAT memaparkan Stube-HEMAT sebagai lembaga pendampingan mahasiswa yang memperlengkapi mahasiswa dengan berbagai kegiatan untuk mencapai visi terwujudnya kesadaran manusia, khususnya mahasiswa dan pemuda untuk memahami masalah di sekitarnya. Selanjutnya jejaring internasional Stube-HEMAT, Annette Klinke dari ‘Evangelische Studierenden Gemeinde (ESG)’ memaparkan ESG sebagai wadah untuk mahasiswa yang kuliah di Jerman dan memiliki berbagai kegiatan seperti persekutuan, diskusi dan kunjungan. Tidak jauh berbeda, Esteban Guevara, koordinator Stube Berlin mengenalkan STUBE Berlin sebagai program pembangunan pendidikan yang memiliki kegiatan diskusi, pertemuan akhir minggu dan seminar sehari tentang pembangunan berkelanjutan, lintas budaya, pendidikan dan kerjasama mahasiswa dari negara-negara bagian selatan.

Topik Nilai-nilai Barat dan Timur menjadi menarik karena lahir dariperbedaan pesepsi yang berkembang di tengah masyarakat. Amalinda Savirani, Ph.D, ketua Departemen Politik dan Pemerintahan program Pascasarjana Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memaparkan bahwa sebenarnya istilah Barat dan Timur itu belum tentu tepat karena Barat dan Timur itu sendiri berkaitan dengan persepsi dan pemahaman yang sudah ditanamkan sebelumnya. Ia juga mengungkap adanya dua pandangan tentang nilai-nilai.Pertama, nilai-nilai dianggap alami dan sudah ada sejak awal. Kedua, nilai-nilai itu dipelihara dankemudian dikembangkan. Ketika seseorang lahir, ia sudah berada dalam lingkungan nilai-nilai, tetapi akan berubah seiring perkembangan usiajaman dan pengalamanHal ini membuat nilai-nilai menjadi berbeda di suatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain. Nilai-nilai menjadi bersifat lokal karena berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat setempat. Namun demikian ada nilai-nilai universal yang menjadi kesepakatan bersama dan mesti terus dikampanyekan, seperti kemanusiaan, kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia.
 
Di pelatihan ini empat mahasiswa internasional membagikan pengalaman mereka, seperti Hannah Eichberg, mahasiswa Jerman yang kuliah Teologi Protestan di Universitas Hamburg mengajak peserta merefleksikan kembali sikap nasionalisme dan kecintaan terhadap negeri. Ini penting namun tidak terjebak pada nasionalisme sempit. Onno Hofmann, juga dari Jerman dan kuliah di jurusan Teologi Protestan mengurai kaitan agama dengan nilai-nilai di masyarakat. Kemudian, Prapti Maharjan, mahasiswa dari Nepal yang kuliah di Universitas Teknik Berlin mendiskusikan isu kelapa sawit di Indonesia. Kelapa sawit memang menjadi primadona perkebunan di kawasan Sumatera dan Kalimantan karena menjadi sumber mata percaharian penduduk setempat. Kemudian, minyak sawit menjadi salah satu bahan pembuatan berbagai produk yang dikenal secara global. Namun di sisi lain, maraknya perkebunan sawit memicu pembukaan lahan yang mengancam keragaman hayati, kebutuhan air tanah dan konflik atas penggunan lahan. Ini menjadi pemikiran bersama tentang kelapa sawit dan minyak sawit, tidak saja memikirkan manfaatnya tetapi dampak lingkungannya. Carlos Tamayo, mahasiswa Kuba yang sedang studi bidang ekonomi mengingatkanpentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya di era globalMenurutnya, kemampuan ini penting dimiliki oleh seseorang karena akan membantu beradaptasidengan lingkungan baru, mengambil sikap dan menyelesaikan tanggung jawab.

Pelatihan ini memberi kesempatan peserta berdialog dalam kelompok kecil dengan berbagai topik yang meliputi gaya hidup, agama, politik, seni budaya dan etos kerja. Peserta menemukan pencerahan dari topik-topik tersebut. Tak ketinggalan, acara ‘bonfire’ yang mampu mendekatkan peserta menjadi lebih akrab.


Di akhir pelatihan, koordinator Stube HEMAT Yogyakarta, Trustha Rembaka, mendorong peserta untuk secara mandiri dan proaktif menindaklanjuti pengalaman yang mereka dapatkan selama pelatihan, seperti membagikan pemahaman baru tentang nilai-nilai kepada mahasiswa yang lain, organisasi dan komunitas yang mereka ikuti.

Nilai-nilai di masyarakat bisa berbeda karena negara, daerah, dan budaya, namun nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, kehidupan dan kesejahteraan manusia tetap menjadi nilai-nilai universal dan pemersatu untuk selalu bergandengan tangan menciptakan dunia yang lebih baik. (TRU).

 


  Bagikan artikel ini

Memulai Langkah di Indonesia: Jakarta

pada hari Rabu, 25 Juli 2018
oleh adminstube
 
 
 
Dua puluh dua Juli 2018 pun tiba, satu per satu peserta Germany-Indonesia Exchange 2017/2018 melangkah keluar dari pintu kedatangan bandara internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sembilan mahasiswa dan dua pendamping dari ESG dan Stube Jerman datang ke Indonesia sebagai balasan mahasiswa Stube-HEMAT Indonesia yang telah berkunjung ke Jerman tahun 2017bersamaan peringatan 500 tahun reformasi gereja. Team Stube-HEMAT Indonesia bersama Pdt. Tumpal Tobing, yang membawa program Stube sampai di Indonesia menyambut kedatangan mereka.

Sekolah Tirta Marta-BPK Penabur, GKI Pondok Indah dan PP-GMKI
Pelayanan pendidikan yang dilakukan oleh GKI Pondok Indah lewat Yayasan Pendidikan Tirta Marta-BPK Penaburmenjadi tujuan kunjungan pertama. Di tempat inilah Pdt. Tumpal melayani sebagai pendeta sekolah. Peserta mendapat kesempatan berdialog dengan siswa dan guru pendamping sertaberinteraksi dengan para majelis gereja tentang tantangan pelayanan pendidikan saat ini di Indonesia. Character building menjadi penekanan utama di sekolah ini selain sarana pendukung danekstra kurikuler yang menunjang untuk membentuk sumber daya manusia yang kompetitif.
 
Dialog dengan Pengurus Pusat GMKI Pusat di Jakarta, Sahat MP Sinurat dan Alan Christian Singkali, membuka kesempatan untuk saling mengenal organisasi masing-masing yang berpihak pada gerakan anak muda untuk membangun bangsa dan membuka peluang kerjasama di waktu yang akan datang, baik itu ESG, Stube Jerman dan Stube-HEMAT Indonesia dan GMKI.

Sekretariat DPR RI dan kawasan Kota Tua
Mengenal Indonesia, demokrasi dan sistem perpolitikan Indonesia menjadi salah satu agenda yang menarik. Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di ruang Abdul Muis, Wisma Nusantara yang megah mengawali pertemuan hari itu. Selanjutnya peserta mendengar penjelasan bagaimana langkah-langkah pengambilan kebijakan, alokasi anggaran, dan topik lainnya. Di tempat ini peserta juga mengunjungi museum DPR RI untuk mengenal perjalanan sejarah dan demokrasi di Indonesia.
 
Kawasan Kota Tua di Jakarta Utara dan sejarahnya disampaikan  olehPius Ledjap,seorang pemandu wisata local. Diawali dengan cerita keberadaan ‘Engelse Burg’,jembatan tertua di Indonesia yang dibangun 1628, peserta mulai menyusuri kawasan ini. Museum Bahari dengan beragam jenis perahu tradisional dari Sabang sampai Merauke, perlengkapan pelayaran, dan berbagai gambar-gambar yang berkaitan pelayaran; Menara Syahbandar, tempat pengawasan lalu lintas kapal di pelabuhan Batavia;Kawasan kota tua dan lapangan Fatahillah, yang saat ini berkembang menjadi ruang publik masyarakat danterus dijaga kelestarian lingkungan besertaarsitektur bangunannya.

Perkampungan Budaya Betawi dan Ciliwung Merdeka
Kemacetan jalan-jalan di Jakartamenjadi pengalaman nyata para peserta saat mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. “Kawasan ini menjadi rintisan pusat pelestarian Budaya Betawi yang meliputi dokumentasi literatur budaya, alat-alat yang berkaitan acara tradisi, arsitektur bangunan khas, makanan khas dan flora yang jamak ditemui di sini, ungkap Kang Indra, fasilitator PBB, asli suku Betawi. Peserta juga dengan gembira membuat sendiri Kerak telor, salah satu makanan khas suku Betawi.
 
Kunjungan dan dialog di Sanggar Ciliwung Merdeka dan kesempatan melihat Mall Grand Indonesia, menyuguhkan kelengkapan sisi kehidupan Jakarta. Ignatius Sandyawan Sumardi, pemimpin Sanggar terus konsisten berpihak dan memberi perhatian kepada masyarakat marjinal yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Keberadaan masyarakat di pinggir sungai kerap dipandang sebagai sampah kota dan mengganggu pemandangan. Sanggar ini mendorongmereka berani memperjuangkan hidup melalui kebersamaan dan keberagaman, memperkuat kemandirian ekonomi dan menyalurkan ekspresi dalam seni budaya.Sementara di sisi lain, Mall Grand Indonesiamenyajikan kemilau kota, pertokoan kelas atas yang gemerlap dan gaya hidup modern. Dua keadaan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan di Jakarta. (TRU).



 

  Bagikan artikel ini

Kuliah di Luar Negeri: Mengapa Tidak?

pada hari Selasa, 10 Juli 2018
oleh adminstube
 
 
 
 
Menempuh studi di luar negeri sangat diminati oleh sebagian besar mahasiswa Indonesia. Terlebih jika studi itu diperoleh lewat jalur beasiswa. Banyak mahasiswa berlomba-lomba ingin mendapatkannya. Tentu saja perlu waktu persiapan dan perjuangan yang lebih supaya kesempatan itu semakin dekat.
 
Sabtu 7 Juli 2018, Stube-HEMAT Yogyakarta. Stube HEMAT mendapat kehormatan kunjungan alumni yang saat ini mengajar di Universitas Nusa Cendana, Kupang, yakni Julianti Marbun, M.Si dan rekannya, alumni S2 University of Canberra Australia bernama Tanda Soalagogo Sirait, M.Si. Tanda melanjutkan studi perencanaan wilayah dan kota, dengan konsentrasi pembangunan di wilayah urban, melalui beasiswa dari pemerintah Australia. Diskusi ini diikuti 13 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, asal daerah dan kampus di Yogyakarta.

Ada lima hal penting yang menurut Tanda perlu dipersiapkan ketika ingin kuliah di Luar Negeri.Pertama, Tertarik pada bidang tertentu: Setiap orang tentu memiliki minat maupun ketertarikan yang berbeda-beda dan jika belum tahu harus menemukan hal apa yang menarik untuk diri kita. Kedua, Be proactively smart: Perlu adanya inisiatif untuk mencari informasi-informasi berkaitan dengan beasiswa kuliah di luar negeri. Perhatikan juga apakah informasi tersebut diperoleh dari sumber resmi atau bukan. Ketiga, Be a smart explorer: Lihatlah skema penerimaan mahasiswa karena tentu setiap kampus berbeda-beda, seperti batas akhir pengumpulan administrasi, dll. Selain itu juga cari dosen ataupun Profesor untuk mendapatkan surat rekomendasi yang biasa disebut dengan LoA (Letter of Agreement). Tingkatkan kualitas bahasa Inggris dan ikuti tes TOEFL/IELTS untuk mencapai skor tinggi. Karena keadaan maupun cuaca di luar negeri berbeda dengan tempat asal, maka penting buat kita untuk menjaga stamina. Keempat, Asah diriInterpersonal skills sangatlah penting untuk melatih kepercayaan diri kita ketika bertemu dengan orang-orang baru. Aktiflah berorganisasi baik itu dalam lingkup lokal atau internasional dan raihlah nilai akademik maupun non akademik sebaik-baiknya. Seperti pengalamannya mengikuti Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), sangat menambah rasa percaya diri. Kelima,Tingkatkan kualitas ibadah: Berserah diri karena semua yang kita kerjakan haruslah disertai dengan pertolongan Tuhan supaya setiap hal dapat berjalan dengan baik.
 
Mari persiapkan diri menyongsong masa depan dengan melihat banyak kesempatan dan peningkatan kualitas diri. Viva mahasiswa. (RPA).

 

 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook