pada hari Minggu, 13 November 2016
oleh adminstube
PARTISIPASI STUBE-HEMAT YOGYAKARTA
Karnaval Lintas Iman dan Budaya
Klaten, 12 November 2016
 
 
Keberagaman budaya dan agama yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan kenyataan yang harus disikapi secara sadar dan penuh ucapan syukur. Sikap ini harus terus ada dalam setiap benak anak bangsa sepanjang perjalanan bangsa Indonesia.
 
Demikian pula Stube-HEMAT Yogyakarta sebagai lembaga pendampingan mahasiswa Kristiani yang sedang studi di Yogyakarta menyadari bahwa di dalam lembaga ini juga memiliki keberagaman baik itu latar belakang mahasiswa, asal daerah dan budayanya. Partisipasi Stube-HEMAT Yogyakarta dalam karnaval yang diadakan pada hari Sabtu 12 November 2016 adalah wujud tindak lanjut program Multikultur dan Dialog Antara Agama yang diadakan beberapa waktu lalu, khususnya dalam kerjasama dengan Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten.


Stube-HEMAT Yogyakarta mengirim delegasi yang berjumlah dua puluh orang dan menggunakan pakaian tradisional dari daerah mereka masing-masing, seperti Nias, Lembata, Sumba Timur, Bajawa, Sumatera Utara, Sumba Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumba Barat Daya, Alor, Halmahera, Manggarai dan Timor Leste. Keterlibatan para mahasiswa dalam karnaval ini membantu mahasiswa tumbuh kesadaran dirinya bahwa mereka hidup di tengah keberagaman yang ada di bumi Indonesia dan muncul kepercayaan dirinya untuk berinteraksi aktif dalam merawat keberagaman di masyarakat.

Stube-HEMAT Yogyakarta menjadi bagian dari ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti kelompok keagamaan, penghayat kepercayaan dan organisasi dari Nahdlatul Ulama Klaten, Paroki-paroki gereja Katholik, Komunitas olahraga di Klaten, Banser, kelompok tari topeng ireng Magelang, Fatayat NU, anak muda Gereja-gereja Kristen Jawa di Klaten, NU Pasuruan Jawa Timur, anak muda Buddha, kelompok seni Reog, berbagai komunitas anak muda, Pondok Pesantren, pemuda gereja Kristen Indonesia, anak muda Hindu, FKUB Lampung bahkan utusan dari Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM), Sulawesi Utara.

 

 

 

Rangkaian karnaval diawali dengan apel kebangsaan kaum muda multikultur di Alun-alun Klaten. Semua peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan mengucapkan Ikrar Kebangsaan Kaum Muda Multikultur yang isinya bersyukur atas rahmat keberagaman sebagai karunia kekayaan nusantara, setia membangun semangat kebersamaan, kekeluargaan dan perdamaian dengan karya nyata, mengakrabi perkembangan teknologi dengan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan nilai-nilai kebaikan, dari Klaten untuk Indonesia. Selanjutnya Gus Jazuli Kasmani, salah satu pengurus Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten menyampaikan salam dari perwakilan enam agama dan penghayat kepercayaan dan dilanjutkan doa pembukaan karnaval.
 

 

Karnaval menempuh rute dari alun-alun Klaten menuju Monumen Juang 45. Beragam kreasi seni dan budaya dari berbagai agama dan etnis itu disuguhkan dalam suatu rangkaian bernuansa keberagaman dalam kedamaian. Masyarakat Klaten dan sekitarnya pun antusias menyaksikan karnaval dan berbagai atraksi yang ditampilkan. Tak sedikit yang merekam dan berfoto bersama peserta kontingen karnaval.
 
"Karnaval lintas iman dan budaya itu akan diselenggarakan tiap tahun untuk memperingati Hari Toleransi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 November," ungkap Gus Jazuli Kasmani.


 
Keunikan yang ditampilkan kontingen Stube-HEMAT Yogyakarta dengan pakaian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia mengundang rasa ingin tahun dari beberapa orang dan mengajak berdialog dan berfoto bersama. Nyatalah adanya bahwa keberagaman itu memang indah. Syukurilah dan rawatlah keberagaman di Indonesia. (TRU).


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook