pada hari Senin, 25 Juli 2016
oleh adminstube
PROGRAM BISNIS KREATIF

 

 

 

 

 

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh ekonomi kreatif. Berdasarkan perhitungan BPS periode 2010-2013, ekonomi kreatif menyumbang 7,8% PDB Indonesia.

 

 

 

Pada era Global Digital Economy (GDE), peran teknologi dibutuhkan dunia bisnis, tercatat beberapa subsektor bisnis kreatif yang membutuhkan teknologi yakni: aplikasi game, arsitektur, desain multimedia, fashion, film, animasi video, fotografi, kerajinan, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. kreatifitas yang memanfaatkan teknologi dan informasi sangat dibutuhkan dalam berbisnis agar mampu bertahan.

 

 

 

Indonesia ditantang masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini adalah peluang, tantangan dan resiko yang mau tidak mau siap untuk dihadapi. Tidak hanya sekedar menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi kreatifitas berbisnis yang kemudian menjadi alternatif dan meningkatkan nilai tambah secara sosial, budaya dan lingkungan. Kekayaan alam, budaya dan banyaknya penduduk akan menghasilkan potensi besar terlebih jika digabungkan dengan kreatifitas yang dimiliki.

 

 

 

Melihat realita yang ada, Indonesia malah dijadikan pangsa pasar dalam dunia bisnis, karena banyaknya jumlah penduduk dan masyarakat yang konsumtif dan negara lain mengambil peluang dengan mengekspor produk ke Indonesia. Kemampuan manajerial produk yang minim berdampak Indonesia lebih sebagai konsumen bukan produsen.

 

 

 

Sebagai generasi penerus, mahasiswa diharapkan mampu menyadari potensi dan kreatifitas yang dimiliki. Mahasiswa dengan kemampuan intelektual dan sosial yang dimilikinya, diharapkan mampu berkembang bukan sekedar survive. Dengan mengembangkan kreatifitas yang dimiliki dan berani memulai bisnis berbasis kreatifitas ide, mahasiswa mampu menentukan kesejahteraannya sendiri.

 

 

 

Stube-HEMAT Yogyakarta menghadirkan pelatihan Bisnis Kreatif sebagai upaya membekali memulai bisnis, mengembangkan kreatifitas yang nantinya akan menjadi bekal dalam berbisnis. Pada akhirnya mahasiswa diharapkan dapat merumuskan ide dalam bentuk konsep dan mengaplikasikannya melalui manajemen aset, manajemen produksi, dan manajemen jaringan.

 

 

 

Tujuan:

 

1) Peserta mendapat kesempatan mendengar 'sharing experience' dari beberapa pelaku ekonomi kreatif berkaitan dengan tantangan dan prospek.

 

2) Peserta belajar bagaimana memulai bisnis kreatif, bagaimana mengelola modal uang dan dengan siapa mereka harus melakukan jejaring.

 

3) Peserta termotivasi memunculkan konsep pemikiran orisinal mereka yang berbeda, bisnis yang unik dan memiliki identitas sendiri.

 

 

 

Hasil pelatihan

 

Peserta memiliki ide-ide bisnis kreatif

 

Peserta memiliki proposal start-up bisnis

 

 

 

Bentuk Kegiatan

 

Diskusi (Sabtu, 6 Agustus 2016

 

Tema: Mengenal Dunia Game dan SosMed”

 

oleh Yohanes Andri Wardhana

 

 

 

Pelatihan (Jumat – Minggu, 12 – 14 Agustus 2016)

 

Tema: Temukan Kreatifmu, Lakukan Bisnismu

 

 

 

Design Start Up

 

 

 

Presentasi

 

 

 

Eksposur/Meet-up (pascapelatihan)

 

Menyesuaikan proposal start-up peserta

 

 

 

Lokasi: Praktisi Jasa, Kerajinan, Desain

 

Penerbitan, Kuliner, dll.

 

 

 

Materi :

 

Perkenalan Stube HEMAT

 

(Memberikan pemahaman tentang apa itu Stube-HEMAT, apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan)

 

 

 

Galeri Bisnis Kreatif

 

(Membahas mengenai beberapa jenis bisnis kreatif yang saat ini berkembang/trend)

 

 

 

5W1H Memulai Bisnis Kreatif

 

(Membahas cara mendesain ide bisnis, strategi memulai bisnis dan membaca peluang bisnis)

 

 

 

Pengelolan Bisnis: Manajemen Keuangan

 

(Membahas tentang bagaimana mengelola bisnis, memanajemen keuangan dan memperoleh modal bisnis)

 

 

 

Praktek Desain Bisnis – Start Up

 

(Melakukan praktek mendesain bisnis yang akan dirintis. Dalam bentuk catatan sederhana (hardcopy).

 

 

 

Presentasi Desain Bisnis

 

(Peserta menyampaikan seain ide bisnis yang akan dilakukan / Start Up. Proposal peserta akan dilombakan dan proposal terpilih akan mendapat subsidi modal.

 

 

 

Fasilitator:

 

Tim Stube-HEMAT Yogyakarta

 

Yohanes Andri Wardhana

 

Kelik Tananto

 

Anung Budiyanto

 

UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kota Yogyakarta

 

 

 

 

 

Tempat

 

Wisma Lentera Kasih, Kalibawang, Kulon Progo

 

 

 

Kontribusi

 

Rp 25.000,00

(Akomodasi, materi, sudsidi transport, sertifikat)


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook