pada hari Senin, 13 Juni 2016
oleh adminstube
STOP!!
TERORISME, RADIKALISME & NARKOBA
Seminar Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DIY
 
 
Terorisme, Radikalisme dan Narkoba bukan berita baru di Indonesia, tiga hal ini sudah terjadi sejak dulu. Terorisme, Radikalisme dan Narkoba menjadi akar permasalahan di Indonesia. Bukan hanya memberikan rasa tidak nyaman, tetapi membuat ketidakstabilan perekonomian negara dan merusak generasi muda. Melihat permasalahan ini Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan seminar mengenai “Sosialisai Bahaya dan Ancaman Terorisme, Radikalisme dan Narkoba bagi Umat Kristen Daerah Istimewa Yogyakarta”.  Kegiataan ini bertujuan untuk melihat sikap gereja-gereja, dan umat Kristen terhadap permasalah ini.
 
 
Seminar yang dilangsungkan 10 Juni 2016, di Wisma Immanuel, Yogakarta ini dihadiri oleh para utusan berbagai gereja-gereja dan lembaga  di DIY. Tiga Tema utama yakni Terorisme, Radikalisme dan Narkoba dijelasakan oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya yakni:  Suhariyono, SIP (Kepala Seksi Pencegahan BNNP DIY),  Drs. Susilo Tri Harjoko (Kasubdit IV Ditintelkam Polda DIY), dan Dr. Venny Pungud, Sp.KJ. (SMF Ilmu Kedokteran Jiwa dan FK UKDW-RS Bethesda Yogyakarta).
 
Suhariyono memaparkan bahwa terdapat 24 jenis narkoba di Indonesia yang belum masuk Undang-undang yang berlaku, sehingga hampir setiap tahun Undang-undnag No 35 tahun 2009  harus di amandemen. Saat ini jumlah pengguna narkoba meningkat mencapai 4,7 juta yang tercatat pada BNN tahun 2013. Apabila tidak ada upaya pencegahan dan penanggulangan, maka diproyeksikan pada tahun 2019 akan mencapai 7,4 juta pengguna narkoba. Pada BNNP Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat ada 60 ribu orang penggunan narkoba dari berbagai jenjang seperti penggunan narkoba pemula, teratur, suntik, dan non-suntik.
 
Drs. Susilo Tri Harjoko memaparkan mengenai masalah terorisme dan radikalisme yang terjadi. Penyebab radikalisme bisa dikarenakan tafsir keagamaan yang sempit, kemiskinan dan ketidakadilan struktural. Seringkali pelaku sengaja menyitir ayat-ayat Alquran untuk menggalang orang muslim untuk perbuatan jihat yang dianggap benar. Kasus terorisme DIY sudah ada sejak tahun 2002 dan isu radikal sudah terjadi pada intoleransi agama.
 
Dari ilmu kesehatan, Dr. Venny Pungud, Sp.KJ menjelaskan kerusakan dan kecanduan berat jika menggunakan bahan adiktif tersebut seperti perubahan perilaku, kondisi tubuh dan pola pikir dari orang yang kecanduan narkoba. Hal yang sangat meresahkan adalah pengguna akan merugikan orang lain untuk memuaskan nafsunya.
 
Peserta antusias saat sesi tanya jawab seperti kendala penanganan narkoba dan mengapa kebebasan beragama dibatasi. Ada harapan bahwa Polri dapat mengirimkan buku-buku ke gereja-gereja dan kesatuan tekad 0% pada minuman keras dan alkohol. Pihak Kapolda menyatakan bahwa kepolisian akan mengamankan setiap ibadah yang dilakukan, sementara pihak BNN menjelaskan bahwa saat lembaga ini ada, kondisi di DIY sudah sangat buruk, sehingga proses penanganan sulit dilakukan, tetapi setiap tahunnya mengalami penurunan penguna narkoba.
 
Harapan besar dari pertemuan ini adalah agar umat Kristen mau ikut ambil bagian dalam permasalahan yang tengah dihadapi negara ini dan ada tindak lanjut yang dilakukan. (ITM).
 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook