pada hari Minggu, 5 Juni 2016
oleh Stube HEMAT
Semangat untuk Belajar dan Berbagi
P R O G R A M   E X P L O R I N G   S U M B A




Bulan Juni tahun 2016 sangat dinanti oleh trio mahasiswa: Junita Samosir, Resky Yulius dan Christian Badai Bulin. Ada apa? Ya, ketiganya akan berangkat dari Yogyakarta menuju Sumba, salah satu pulau di propinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa di Sumba, tidak di pulau lainnya? Karena di Sumba ada Stube-HEMAT Sumba. Ketiga mahasiswa tersebut menjadi bagian dari enam mahasiswa aktivis Stube-HEMAT Yogyakarta yang akan berangkat ke Sumba dalam program Exploring Sumba dari Stube-HEMAT Yogyakarta untuk mengirim mahasiswa aktivis Stube-HEMAT ke Sumba. Mahasiswa yang dikirim ke Sumba akan berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa, kaum muda dan masyarakat Sumba.


Peserta program Exploring Sumba akan berada di Sumba selama tiga puluh hari. Mereka akan belajar banyak hal mengenai Sumba, dari keadaan masyarakat, sosial budaya, pertanian, lingkungan alam dan pariwisata. Namun, selain belajar, mereka akan berbagi dengan anak muda, masyarakat dan gereja tentang keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapatkan selama belajar di Yogyakarta. Jadi program Exploring Sumba menjadi media yang penting untuk saling belajar bagi kedua pihak tersebut.


  
 
Siapa saja ketiga peserta tersebut? Ayo, kenali mereka lebih dekat. Yang pertama adalah Junita Samosir, seorang mahasiswi dari Simalungun, Sumatera Utara. Saat ini Junita, sudah menyelesaikan studi di fakultas Agroteknologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Selama di Sumba, Junita akan berbagi pengetahuan tentang pengolahan hasil pangan seperti yang ia pelajari di kampusnya. “Harapan saya, saya dapat menjadi manfaat bagi masyarakat setempat dan saya dapat belajar pengalaman baru,” ungkapnya.
 
Berikutnya, Resky Yulius, seorang mahasiswa dari Toraja, sebuah daerah di Sulawesi Selatan yang cukup kental tradisi dan budayanya, seperti di Sumba. Saat ini Resky sedang menempuh kuliah di Universitas Kristen Duta Wacana, program studi Manajemen. Selama di Sumba ia akan berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa dan anak muda gereja tentang kesiapan diri memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang kerja. Resky berharap, “Saya semakin tahu mengenai kearifan lokal masyarakat Sumba, budayanya, kerajinannya, landscape alamnya dan orang-orangnya. Selain itu, saya juga bisa membagikan ilmu yang saya punya untuk masyarakat Sumba dan bisa diteruskan” paparnya.
 
Peserta ketiga adalah Christian Badai Bulin, seorang mahasiswa Teknik Informatika Universitas Kristen Duta wacana yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Pengetahuan dan keterampilan tentang komputer dan editting yang telah ia peroleh di kampus mendorong Iyan, panggilan akrab Christian, untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman di Stube-HEMAT Sumba, khususnya tentang pembuatan video pendek yang berisi pesan-pesan sosial, kepedulian lingkungan, budaya masyarakat dan pariwisata. Selain itu, Iyan juga memiliki ketrampilan untuk olah vokal, jadi bisa berlatih menyanyi bersama Iyan.
 
Pdt. Dominggus Umbu Deta, S.Th., koordinator Stube-HEMAT Sumba berharap teman-teman dari Yogyakarta mampu menyesuaikan diri dengan keadaan di Sumba sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik kami yang di Sumba dapat menerapkan secara berkelanjutan. Selamat datang di tanah Marapu, selamat berproses di bumi Sumba, teman-teman. Kami siap menyambut kedatangan teman-teman dan bekerjasama untuk kemajuan bersama. (TRU).

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook