pada hari Selasa, 15 Maret 2016
oleh Stube HEMAT
Bertani di Lahan Sempit

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin hari semakin berkembang. Dari zaman ke zaman selalu terjadi perubahan yang sangat jelas terlihat, salah satunya dalam bidang pertanian. Bagi masyarakat pedesaan, bertani identik dengan lahan yang luas dan tanah kosong. Tetapi bagaimana dengan masyarakat perkotaan? Hal inilah yang menjadi perhatian Pascah Hariyanto dalam melakukan bedah buku pada hari Jumat (11/03/16) pukul 17.00 – 19.00 WIB di Limasan dengan judul buku ‘Panen Sayur Secara Rutin di Lahan yang Sempit’.

 
Diskusi bedah buku dibuka oleh Yohanes sebagai pemandu acara dan dilanjutkan oleh Sarloce sebagai moderator. Acara dimulai dengan bermain games, menulis tujuh jenis sayur yang mudah ditanam pada lahan pekarangan yang sempit. Beberapa peserta mampu menuliskan sampai tujuh jenis sayur tetapi yang lain tidak.
 
Diskusi berjalan hangat sebab beberapa peserta sudah beberapa kali mengikuti kegiatan Stube. Sembilan peserta dan lima tim Stube mampu membuat seru jalannya diskusi. Pascah memulai dengan menjelaskan alur dari profil penulis, penerbit, jumlah halaman, alasan pemilihan buku dan lainnya.
 
Diskusi semakin hangat ketika masuk dalam sesi tanya jawab. Jerry menanyakan apa perbedaan menanam di lahan pasir dan tanah biasa, sementara Nuel ingin mengetahui bagaimana mengukur kadar keasaman tanah atau pH tanah secara sederhana, dan Tasya menanyakan jenis sayur yang memiliki nilai gizi tinggi. Penjelasan pertanyaan-pertanyaan tersebut berturut-turut adalah sebagai berikut: sebelum ditanami, lahan pasir sudah diolah terlebih dahulu dengan memberikan kotoran sapi, kompos dan unsur-unsur penyubur tanah pada lapisan atas, dibiarkan terakumulasi dengan pasir sehingga dapat memenuhi unsur hara tanah dan siap ditanami; cara tradisional mengetahui kadar keasaman adalah dengan mengamati apakah ada cacing di dalam tanah, apabila ada maka kadar keasaman tanah tersebut sudah pas; sayur memiliki kandungan gizi masing-masing yang bervariasi dan semuanya dibutuhkan tubuh manusia.
 
Bedah buku ini memberi banyak pemahaman dan cara pandang baru melihat dunia pertanian. Salah satu cara lain menanam di lahan sempit adalah dengan hidroponik, tetapi yang paling sederhana adalah menanam di pot-pot kecil dengan mendaur ulang sampah botol plastik untuk dapat dijadikan tempat menanam. Selamat mencoba berkebun di lahan sempitmu. (SAP).

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook