pada hari Kamis, 10 Maret 2016
oleh Stube HEMAT
Pemuda Kristen Pejuang Keadilankah?
 
Sebuah Tantangan dan Panggilan
 
Berbicara tentang keadilan tidak akan pernah ada habisnya, terus menjadi isu hangat yang diperdebatkan oleh banyak golongan. Hal yang ingin dirasakan semua orang adalah adil dalam kewajiban dan hak. Bagi pemerintah, yang menjadi tolok ukur keberhasilan suatu program adalah apakah semua orang sudah mendapatkan hak yang sama dalam program tersebut. Tapi realita yang terjadi, keadilan sangat sulit dirasakan maupun diterapkan.
 
 
Senin, 07 Maret 2016 beberapa mahasiswa dari beberapa kampus di Yogyakarta, yaitu STPMD ‘APMD, UMBY, STAK Marturia, LPP, UST mengadakan diskusi bersama teman-teman dari Unit Kegiataan Mahasiswa Nasrani (UKMN) TALENTA Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Diskusi tersebut bertepatan dengan kegiataan ibadah rutin dengan pembicara Chobas dari STPMD ‘APMD yang mengangkat topik “Keadilan dipandang dari aspek Politik, Sosial, dan Agama: Pemuda Kristen Bisa Apa?”
 
Chobas menyampaikan teori keadilan menurut Aristoteles yang mencakup keadilan komutatif, keadilan distributif, keadilan kodrat alam, keadilan konvensional, dan keadilan perbaikan. Sementara keadilan dengan pendekatan politik dan sosial disampaikan dengan banyak contoh sehingga pendengar mudah memahaminya. Yohanes 5: 30-31 yang berbunyi “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar” menjadi penutup pembahasan keadilan dengan pendekatan agama.
 
Veni, mahasiswi fakultas Agroteknologi Mercu Buana bertanya, “Apa yang harus dilakukan seseorang yang berpolitik pun tidak tahu, apalagi harus memerangi ketidakadilan?” Chobas menanggapi pertanyaan tersebut dengan menjelaskan bahwa berpolitik itu universal, semua orang mempunyai hak untuk berpolitik, tapi di dalam politik mempunyai tingkatan-tingkatan, contoh figur Ahok dan Ahmad Dhani, dimana kemampuan orang dalam berpolitik harus diasah baru bisa terjun dalam dunia politik.
 
Muda tidak selamanya belum siap, karena usaha, kerja keras, dan keinginan menjadi hal utama yang harus dimiliki anak muda khususnya pemuda Kristen yang mendasarkan iman kepada Tuhan Yesus harus menjadi pejuang untuk memerangi ketidakadilan yang berada di lingkungan sekitar. (ITM)
 

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook