pada hari Minggu, 10 Januari 2016
oleh Stube HEMAT
Stube-HEMAT Yogyakarta

 

Hadiri Perayaan Natal Oikumene

 

PMK Institut Teknologi Yogyakarta

 

 

 

Botol-botol bekas air minum kemasan ukuran 1,5 liter disusun rapi menjulang ke atas membentuk formasi piramida. Pendaran lampu warna-warni berkerlap-kerlip seolah mengikat formasi ini. Rupanya kreasi botol ini dimaksudkan sebagai ikon natal pohon terang. Cantik dan kreatif ala mahasiswa lingkungan yang memanfaatkan kembali barang buangan.

 

 

 

“Joy to the world” mengiring ibu Pdt. Sarlin Riri selaku pewarta firman memasuki ruang ibadah beserta Pembina PMK ITY, Bapak Paskalis. Pricil dan Tina mahasiswa STTL dan juga aktifis Stube HEMAT bertindak sebagai pemimpin acara yang diawali dengan sambutan pembina PMK ITY.

 

 

 

Sambutan Pembina dimulai dengan pertanyaan mengapa Tuhan masuk ke dalam keluarga? Karena keluarga adalah Rumah Tuhan” dimana kebaikan itu diharapkan berawal dari keluarga sebagaimana persekutuan pemuda adalah keluarga. Sambutan ini tentu saja ingin menanggapi tema natal PMK hari ini ”Family In Fellowship”, hidup bersama sebagai keluarga Allah.

 

 

Hari Sabtu, 9 Januari 2016, ruang aula Kampus ITY menjadi teduh saat acara penyembahan dan semakin khidmat saat firman Tuhan disampaikan. Menurut Pdt. Sarlin Riri, untuk berdamai tidak perlu langkah rumit. Berdamai adalah seperti perintah Bunda Theresa “pulang dan cintai keluargamu!” Dunia ini kekurangan cinta, buktinya perang dimana-mana, ada banyak perdebatan dan perseteruan. Sementara pada tahun-tahun ini akan banyak terjadi krisis pangan dan harga kebutuhan pokok merangkak naik.

 

Hidup harus diisi pikiran, tingkah laku, dan semua hal yang baik. Sayangnya, masih sering terjadi antar teman saling memaki. Di ruangan kita memuji Tuhan bareng, sementara di lapangan kita berseteru. Kapankah kebaikan akan terjadi kalau begini terus? Hidup bersama bukan hanya soal perut tapi juga bagaimana saling berbagi. Hidup baru bisa disertai pakaian baru dan yang paling penting adalah baju roh yang baru. Hidup bersama sebagai keluarga Allah itu berbagi apa yang dimiliki.

 

 

 

Berbagi berarti saling menyempurnakan hidup. Filipi 2:1-3 menyebutkan supaya kita menjadi sempurna tanpa ada pertikaian, sehati-sepikir, satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan. Ibrani 10:24-25, mengingatkan bahwa untuk membangun hal-hal baik maka janganlah kita jauh-jauh dari persekutuan. Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) adalah persekutuan untuk saling menghargai dan mendengar. Kita harus belajar hidup baik untuk menempatkan Tuhan dalam diri kita.

 

 

 

Pdt. Riri menutup khotbahnya dengan anjuran kepada hadirin untuk mengubah mindset atau cara pandang terhadap sesama dan kepada Tuhan. Sesama adalah rekan sekerja kita untuk melayani Tuhan.

 

 

 

 

 

Ibadah Natal kali ini diisi dengan perayaan natal yang menampilkan berbagai persembahan pujian diselingi beberapa sambutan. Sekitar dua ratus orang yang hadir di aula tersebut tentu saja merasa terberkati oleh berita Natal malam itu. Stube-HEMAT mengucapkan terimakasih atas undangan ini dan berharap agar acara dan pelayanan PMK tetap jaya ke depan. (YDA)

 




  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook