pada hari Senin, 20 April 2015
oleh adminstube
Timur Bergerak

 

Diskusi Manajemen Konflik di Kampus APMD

 

  

 

 

Pada tanggal 17 April yang lalu, kampus APMD kembali menjadi tuan rumah sharing manajemen konflik. Berjalannya kegiatan ini dimotori oleh Imanuel (APMD), Imelda (Stikes Bethesda), Fred (UGM) dan Rony (UGM). Mereka adalah para mahasiswa yang rindu menularkan pemahaman betapa pentingnya menjadi peacemaker di kalangan mahasiswa perantau pada umumnya. Oleh sebab itulah kegiatan ini digelar sebagai ajang untuk berbagi pengalaman bagaimana cara mengelola konflik dengan bijak. Dimulai pukul 17:00 WIB sampai 20:30 WIB, acara ini diikuti dengan penuh antusias oleh para mahasiswa yang hadir.

 

 

 

Acara sharing dimulai oleh Imel dengan mengajak peserta saling memperkenalkan diri kepada peserta yang lainnya. Bagi peserta yang baru bergabung dalam acara ini, Indah melanjutkan dengan memperkenalkan secara singkat apa itu Stube HEMAT. Untuk keakraban suasana, Nuel membawakan sebuah game keakraban dan mengawali proses jalannya diskusi.

 

 

Pendalaman materi tentang pemahaman dan identifikasi konflik disampaikan oleh Rony, dalam pemaparannya saudara Rony mengkaji bahwa sumber konflik bisa saja terjadi oleh karena sebuah kepentingan baik individu maupun kelompok yang diakibatkan perebutan sumberdaya alam. Bertolak dari masalah tersebut Rony mengajak peserta bersama sama memetakan dan menganalisis konflik tersebut karena sebuah analisa yang matang dan data yang cukup akan membantu proses mediasi kedua belah pihak yang bersengketa. Metode yang digunakan untuk membantu dalam memetakan konflik diambil dari analogi bawang bombai dan pohon konflik.

 

 

 

 

Selanjutnya Fred mendampingi role-play untuk memahami fase konflik dan cara penyelesaiannya. Pada role play yang dimainkan oleh tiga kelompok peserta inilah rumusan analisis dan daftar alternatif penyelesaian konflik digali dan diterapkan, hingga fase-fase yang terjadi dalam konflik bisa jelas dipahami oleh peserta. Adapun contoh kasus yang diangkat oleh masing masing kelompok adalah; konflik antara mahasiswa dan dosen yang sulit ditemui dengan berbagai alasan kesibukan, konflik antara orang tua dan kenakalan anak dalam rumah tangga, dan konflik pihak ketiga dalam hubungan sepasang kekasih yang berujung pada perkelahian.

 

 

 

 

 

Sharing pengalaman ini adalah wujud tindak lanjut dari hasil mengikuti pelatihan manajemen konflik yang dilaksanakan Stube-HEMAT Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Pada follow-up ini dihadiri oleh 25 mahasiswa dari berbagai kampus seperti Stikes Bethesda, UKDW, UKSW Salatiga, STMIK AMIKOM, ITY, UAD, UIN Sunan Kalijaga, STPMD APMD, INSTIPER, UGM, STTNAS, UWMY, UST, juga dihadiri oleh aktivis dari YMCA. Kegiatan selanjutnya dari kelompok follow-up ini adalah membahas tuntas proses advokasi konflik bersama LBH Yogyakarta. (PIAF)


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook