pada hari Selasa, 16 September 2014
oleh adminstube
PELATIHAN STUBE-HEMAT YOGYAKARTA

 

Pembangunan, Ruang Publik

 

dan Perubahan Sosial

 

 

 

 

 

 

Pembangunan merupakan suatu keadaan dimana ada perbaikan. Pembangunan yang terjadi saat ini apakah benar sudah membawa perbaikan? Daerah-daerah pemekaran baru mulai dari desa, kabupaten dan provinsi marak terjadi, yang berarti ada pembangunan berskala kecil atau pun besar, tetapi pernahkah kita berpikir apa dampak yang mengikuti dari pembangunan yang dilakukan? Teknologi informasi yang mengalami kemajuan pesat memudahkan semua orang berkomunikasi, mengekspresikan perasaan dan menyampaikan pendapat namun undang-undang yang menyertai sebagai aturan main banyak tidak dipahami oleh penggunanya.

Stube-HEMAT Yogyakarta melalui pelatihan Pembangunan, Ruang Publik dan Perubahan Sosial yang memberi pemahaman serta langkah yang dapat dilakukan orang muda untuk menyikapi pembangunan yang terjadi, apa yang sudah terjadi di ruang publik dan implikasinya pada kehidupan sosial.


 

 

Pelatihan yang dilakukan Sabtu – Mingggu, 13 – 14 September 2014 menghadirkan Ariani Narwastujati, S.Pd., S.S., M.Pd (Direktur Stube-HEMAT), Dr. Budiawan dari Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana UGM dan William Aipipidely S.T., M.A selaku koordinator Nasional UNDEF dan Yayasan Satu Nama. Sesi awal berupa Mind Map yang membantu peserta mengetahui akar dari suatu permasalahan dan peserta diajak bermain peran dalam permasalahan yang ada. Pemahaman ruang publik dan ruang privat dalam masyarakat menjadi sorotan dalam sesi kedua dimana masyarakat yang terbiasa dengan struktur pemerintahan kerajaan tidak memiliki pemahaman ruang privat karena apa yang dimilikinya dipahami sebagai milik raja atau yang berkuasa.




Sesi terakhir menyampaikan topik cerdas dan bijak di ruang publik khususnya media sosial dengan mengajak peserta memberi kualitas pada apa yang ditulisnya supaya berdampak lebih besar dan konstruktif dalam mengekspresikan perasaan, pikiran dan permasalahan di sekitar mereka sehingga yang membaca mendapat inspirasi, motivasi dan pengetahuan baru.

 

 

 

 

Di akhir pelatihan, para peserta membuat rencana aksi yang dimulai dari diri masing-masing dengan bertekad memberi kualitas pada apa yang ditulisnya di media sosial. “Kami akan mengajak teman-teman mahasiswa, khususnya yang berasal dari Sumatera untuk belajar budaya di Yogyakarta dan berusaha memperbaiki kesan bahwa anak-anak dari Sumatera itu keras dan tidak tahu sopan-santun, sebagaimana peristiwa yang terjadi di media sosial yang tidak mengenakkan warga Yogya baru-baru ini” tutur Indah, salah seorang peserta dari Medan, Sumatera Utara.


  

  



Tidak mustahil akan membuahkan hasil jika ini menjadi sebuah agenda gerakan bersama, bukan? Ingatlah bahwa orang bijak selalu menyelesaikan hidupnya dengan persahabatan. (SAP) ***


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook