pada hari Jumat, 18 Mei 2012
oleh adminstube
Diskusi Potensi Bambu dan

 

Konservasi Lingkungan

 

Wisma PU Yogyakarta, 17 Mei 2012

 

  

 

 

 

 

 

 

Kata “Bambu” sudah tidak asing di telinga kita. Bambu sudah sejak lama dimanfaatkan untuk bangunan rumah, berbagai perabotan, alat-alat pertanian, seni dan kerajinan, alat musik, dan makanan. Selain pemanfaatan bambu dalam bidang konstruksi dan usaha mebel, bambu juga dimanfaatkan untuk reboisasi, pelestarian air dan lingkungan. Meskipun bambu memiliki manfaat yang luar biasa, kenyataannya, bambu belum menjadi prioritas untuk dikembangkan oleh penduduk Indonesia.

 

 

 

Mengenal dan menggali lebih dalam tentang Bambu dan permasalahannya di Indonesia menjadi kerinduan mahasiswa-mahasiswi Kristiani yang tergabung dalam peserta Diskusi Bambu dan Konservasi Lingkungan yang dilaksanakan pada 17 Mei 2012 di Wisma PU Yogyakarta. Diskusi Bambu dan Konservasi Lingkungan tersebut merupakan rangkaian Program Pelatihan Bambu Stube Hemat Yogyakarta tahun 2012.

 

 

 

Melalui program ini, Stube-HEMAT Yogyakarta ingin membuka wawasan dan ketrampilan mahasiswa untuk mengelola, memanfaatkan bambu dengan baik serta mampu memetakan permasalahan dan pemanfaatan potensi bambu di Indonesia. Diskusi Bambu yang dihadiri 20 peserta tersebut diawali dengan topik mengenai Bambu dalam Konservasi Lingkungan oleh Herry Subrastowo (Pionir Konservasi Lingkungan). Ia menjelaskan bagaimana merintis Desa Sambak yaitu sebuah desa yang melakukan pemberdayaan masyarakat yang gerakannya fokus pada pengelolaan air bersih dan konservasi lingkungan. Program Konservasi Lingkungan di Desa Sambak tersebut melahirkan Komunitas Pemerhati Bambu. Berbagai pertanyaan menggelitik dan pendapat menarik mewarnai sesi Diskusi Bambu tersebut.

 

 

 

“Komunitas Pemerhati Bambu menggerakkan masyarakat Desa Sambak untuk melihat tanaman Bambu sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu bentuk perhatian komunitas ini terhadap bambu adalah kegiatan komunitas ini dalam bidang kerajinan bambu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah awalnya juga penasaran dengan gerakan yang dilakukan komunitas ini, perangkat pemerintah pun akhirnya turun langsung ke lapangan, melakukan survey dan berdialog langsung dengan anggota komunitas pemerhati bambu tersebut”, jelas Pak Herry menjawab pertanyaan peserta diskusi.

 

 

 

 

 

 

Proses belajar tentang Bambu dan Konservasi Lingkungan semakin lengkap dengan hadirnya Indra Setiadarma dari Komunitas Sahabat Bambu (Praktisi Bambu). Mas Indra mencoba membuka wawasan para peserta diskusi mengenai kekayaan spesies bambu di Indonesia dan negara-negara lain. Mas Indra juga menjelaskan bagaimana cara melestarikan dan mengelola bambu.

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook