pada hari Rabu, 14 Januari 2009
oleh Stube HEMAT

Seminar Kewirausahaan

 
Seminar Kewirausahaan Stube-HEMAT “Ayo jadi entrepreneur!” diadakan pada 3 Desember 2008 di Wisma Immanuel, Samironobaru 54, Yogyakarta dan diikuti oleh lebih dari 60 orang peserta. Seminar ini dapat terselenggara atas kerjasama Stube-HEMAT Yogyakarta bersama Persekutuan Sahabat Gloria (PSG).

Seminar dibuka oleh tim kerja Stube-HEMAT Yogyakarta. Ibu Ariani, selaku Direktur Eksekutif Stube-HEMAT Yogyakarta, memberikan pengantar dan sambutan kepada peserta. Setelah itu, pembicara langsung menyampaikan materi seminar.

Andrias Harefa menceritakan perjalanan hidupnya dari ketika memulai sampai menjadi seorang penulis buku dan motivator terkenal seperti sekarang ini. Sejak kuliah, dia sudah banyak magang dan aktif dalam dunia jurnalistik. Selain itu, ia juga mengikuti program Dale Carnegie’s Training. Ia juga mencari banyak penghargaan dari berbagai tempat.
Andrias Harefa memaparkan bahwa lapangan kerja formal makin sempit dan pengangguran meningkat terus. Itu trend. Oleh karena itu, masa depan kita perlu kita perjelas sendiri. Dan lapangan kerja yang paling luas: entrepreneur.

Manfaat berwirausaha selagi muda:
Mencuri start kerja untuk mandiri secara finansial di usia muda.
Kesempatan melakukan kesalahan, sempat diperbaiki.
Resiko rendah, belum punya tanggungan keluarga.
Mengurangi masalah ketenagakerjaan pemerintah.
Membangun mentalitas mandiri; komunitas tangan di atas.
Mengembangkan potensi pemimpin; pengaruh.

Kiat jadi wirausahawan:
Digerakkan oleh ide dan impian.
Lebih mengandalkan kreativitas.
Menunjukkan keberanian.
Percaya hoki, tetapi lebih percaya usaha nyata.
Melihat masalah sebagai peluang.

Modal awal berwirausaha bisa dengan hati, relasi, fisik, uang, dan otak. Dan keyakinan adalah hal yang penting. Keyakinan memandu semua cara berpikir kita. Keyakinan memandu pikiran kita.
 
Seorang peserta bertanya tentang jenis entrepreneur, seorang pemula atau pemelihara. Bagaimana bisa seperti itu? Dia juga menanyakan tentang manajemen resiko dalam berwirausaha.

Andrias Harefa menjawab, untuk jenis entrepreneur, kita perlu melihat kita kuatnya di mana. Tentang resiko: kalau ada pertanyaan, usaha yang bagus apa, itu pertanyaannya yang salah. Buat saya yang baik membangun sistem. Kalau pengin entrepreneurship, bukan usaha apa. Tapi kita membangun usaha bersama siapa. Itu yang lebih penting.

Peserta lain menanyakan bagaimana mengolah kegagalan menjadi motivasi dan bagaimana menanamkan sikap entrepreneur. Andrias Harefa menanggapi kalau usaha gagal, itu tidak mengapa. Coba lagi. Dari pengalaman gagal itu kita bisa menarik suatu pelajaran.

Sebagai penutup seminar, Andrias Harefa menekankan bahwa kita perlu terus membuka diri dan terus berinteraksi dalam kehidupan kita karena peluang-peluang baru ada dalam interaksi.

1. Registrasi ulang peserta seminar.
2. Bapak Wiji Suprayogi dari PSG dan Board Stube-HEMAT, Pdt. Bambang Sumbodo, M.Min, menghadiri seminar.
3. Andrias Harefa memotivasi peserta dalam seminar.
4. Peserta seminar kewirausahaan Stube-HEMAT.
 
5,6. Peserta bertanya kepada pemateri seminar.
7. Ibu Ariani membagikan doorprize kepada peserta seminar.
8. Stand penjualan buku dari Penerbit Gloria ketika seminar berlangsung.

  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2020 (45)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 502

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook