B e d a h   B u k u “How to Survive Change You Didn’t Ask For” Bagaimana bertahan atas perubahan yang tidak diinginkan?

pada hari Kamis, 12 Oktober 2017
oleh adminstube
 
 
Dalam proses belajar menuju seorang sarjana mungkin ada banyak kondisi dan situasi yang ‘berubah’ yang harus dialami seorang mahasiswa yang tidak mampu ditolaknya, seperti perubahan sistem akademik, kiriman uang yang terbatas karena kemampuan keluarga, meninggalnya orang-orang terkasih, perubahan harga-harga kebutuhan sehari-hari, atau perubahan-perubahan lain yang tidak mampu ditolak.Setiap perubahan membawa dampak pada seseorang entah itu perubahan yang membahagiakan atau menyedihkan. Perubahan yang membuat hidup terasa beratmembutuhkan ketangkasan sikap untuk mampu beradaptasi menghadapinya agar tidak terpuruk dan sulit untuk bangkit.
 
Bedah buku yang memiliki 5 bab ini berjudul “How to Survive Change You Didn’t Ask For”(10/10/2017) oleh Elisabet Uru Ndaya membantu mahasiswa mengetahui tips bagaimana harus bersikap dan mampu bertahan dengan perubahan yang tidak diinginkan. Buku ini ditulis oleh M.J Ryan, seorang motivator dan pemrakarsa Random Acts of Kindess dari New York Time. Beberapa buku yang ditulisnya seperti The Power of PatienceThe Happiness Makeover, dan Attitudes of Gratitude, serta beberapa buku motivasi lainnya. Dalam bukunya, penulis menawarkan bagaimana keluar dari penderitaan dengan lebih cepat yakni dengan menyiapkan pola pikir dan sikap yang tepat.Pertamasaat perubahan terjadi kita harus berbesar hati untuk menerima perubahan tersebut. Kedua, jika sudah mampu menerimanya maka mulailah mengembangkan opsi  yang dapat dipilih sebagai solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahanKebanyakan orang gagal menghadapi perubahan karena tidak mampu mengembangkan opsi dan tetap menggunakan opsi lama,sehingga mereka digusur perubahan. Ketiga, setelah kita menemukan opsi dan pilihan solusi yang tepat,maka segera mengambil tindakan untuk keluar dari masalah tersebutKeempat, saat kita mulai bertindak, kita harus memperkuat adaptabilitas yang sudah dimiliki agar mampu memprediksi perubahan yang akan terjadi dan selanjutnya mengambil sikap yang tepat untuk menghadapinya.
 
Ada dua puluh tip ditawarkan dalam bab IV buku iniseperti berbicara secara pribadi kepada Tuhan yang diimani atas beban yang ditanggung, tidak menyendiri tetapi keluar mencari teman atau bergaul dengan orang-orang yang bahagia untuk mendapatkan energy positif.
 
Diskusi yang diikuti tiga belas orang ini mengawali program Survival Competency yang akan dilaksanakan November mendatang. Ada beberapa cerita yang peserta sampaikan bagaimana mereka bertahan menghadapi masalah. Seperti tutur Maritjie,”Dua minggu lalu ada akun Ffacebook yang mem-publish postingan sindiran dengan meng-copy ulang status yang aku tulis. Awalnya memang panik dan bingung tetapi ketika mulai mampu mengusai diri dengan baik maka masalah tersebut dapat terselesaikan”. Sari juga bercerita, ”Saat sedang dalam proses mengerjakan tugas kampus dan deadline hanya dua hari, laptop hilang dicuri. Memang sangat menyesakkan dada, tetapi dari pada mengeluh dan menggerutu, lebih baik mencari solusi agar tugas kampus tetap dikumpulkan tepat waktu”.
 
Diskusi bedah buku di tutup dengan closing statement dari Elis, “Apapun yang terjadi di dalam kehidupan, yakinlah kita mampu menghadapinya, karena kita memiliki kekuatan lebih dari masalah yang harus kita tanggung. (SAP).

 


  Bagikan artikel ini

Berita Web

 2021 (24)
 2020 (48)
 2019 (37)
 2018 (44)
 2017 (48)
 2016 (53)
 2015 (36)
 2014 (47)
 2013 (41)
 2012 (17)
 2011 (15)
 2010 (31)
 2009 (56)
 2008 (32)

Total: 529

Kategori

Semua  

Youtube Channel

Official Facebook